Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Nyoba Pelatihan Gratis (yang Nggak Gratis) dari Kartu Prakerja

Ayu Dinyati oleh Ayu Dinyati
2 Mei 2020
A A
kartu prakerja
Share on FacebookShare on Twitter

Orang tua di kampung saya punya kebanggaan baru. Anaknya lulus Kartu Prakerja dan mendapat bantuan 4 bulan ke depan. Kabar ini akan segera menyeruak bak wangi ikan asin tetangga di siang bolong. Banyak orang akan bertanya cara, tips trik dan info-info seputar Prakerja (dibandingkan menyeru peserta untuk membaca FAQ, ternyata jalan ini jauh lebih efektif dalam hal sosialisasi).

Dalam hati saya berpikir, apakah jika saya membuat pelatihan online berbasis tutorial “Cara tepat, singkat padat ampuh lulus Prakerja” mungkin bakal laku. Setidaknya di antara followers Instagram saya yang hanya seperseribu followers Tasya farasya.

Freshgraduate yang Coba-coba

Awalnya saya mengganggap Kartu Prakerja seperti beasiswa singkat berdana minimal untuk orang-orang yang mau mengembangkan skill di luar keilmuwan yang dimiliki. Sebagai seorang freshgraduate saya merasa tidak perlu mendaftar program ini karena merasa kalau banyak orang yang lebih membutuhkan pelatihan ini. Maklum, kan tidak semua orang yang daftar bisa diterima, alias ada kuotanya. Tapi karena penasaran, saya mencoba mencari tahu soal Kartu Prakerja ini.

Dari akun instagram resmi program ini saya jadi tahu kalau setelah menyelesaikan sebuah pelatihan (apa pun itu pelatihannya) kita bakal mendapat insentif. Dari (((testimoni))) orang yang sudah ikut program ini, saya lihat kalau yang lebih diperhatikan adalah insentif 600 ribu per bulan dibanding dengan pelatihan yang disediakan. Seakan-akan peserta berlomba-lomba ikut program ini cuma buat dapat uang bulanannya saja.

Dari akun instagram yang sama saya juga lihat hal menarik lain yaitu banyak orang yang mempertanyakan bagaimana sistem seleksi untuk program ini karena banyak yang sudah daftar berkali-kali tapi masih saja tidak diterima. Saya lihat memang tidak ada transparansi soal sistem seleksi program ini.

Setelah cukup mendapat informasi saya pun iseng daftar, dan ternyata lulus di percobaan pertama. WOW.

Setelah dinyatakan lolos saya diminta untuk melengkapi data rekening, lalu disuruh menunggu 7×24 jam sampai saldo saya terisi. Dua hari kemudian saldo saya sudah menjadi 1 juta rupiah. Tetapi, saldo ini merupakan saldo untuk pelatihan dan tidak dapat diuangkan.

Pelatihan yang Tak Layak

Saya mulai memilih pelatihan. Sulit ternyata mencari yang berbobot. Maksud saya, pelatihan yang disediakan kebanyakan ngasih skill yang nggak terlalu signifikan kayak kursus make up natural atau kursus membuat masker kain. Ya kalo pengin bisa make up atau bikin masker kain kan tinggal lihat tutorial di YouTube saja, gratis dan banyak variasinya.

Baca Juga:

Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah

Enaknya Jadi Fresh Graduate di Jogja: Nggak Takut Dicap Pengangguran karena Sibuk Ikut Forum Diskusi

Saya kemudian memilih satu pelatihan yang saya anggap akan berguna. Tidak usah saya sebut judulnya, karena saya agak gubrak dengan pelatihan ini. Ternyata video pelatihan tutorialnya juga dapat di akses via youtube. Padahal saya sangat berharap ini akan ekslusif, ternyata saya juga salah pilih. Zonk.

Satu-satunya yang ekslusif dari pelatihan ini adalah…

…soal latihan.

Dalam pelatihan ini nanti kita bakal dapat pertanyaan. Ketika menjawab, kita bisa melihat berapa orang yang telah menjalani latihan—dan menjawab soal yang sama.

Penurunan Jumlah Orang dalam Pelatihan

Nah ini menarik karena ketika saya perhatikan, jumlah orang yang menjawab soal latihan semakin menurun. Di latihan pertama ada 1.300 orang, di latihan kedua jadi 1000 orang, eh pas di soal latihan terakhir, yang jawab cuma 600an orang saja. Apakah ini artinya peserta emang lebih peduli sama insentif ketimbang pelatihannya?

Setelah saya menyelesaikan pelatihan, saya mendapatkan sertifikat. Walaupun latihan saya tidak dinilai oleh tutor, saya bangga dengan sertifikat yang saya punya. Alangkah baiknya apabila dalam sertifikat dijelaskan kemampuan saya selama menjalani pelatihan. Ada nilai A B atau C, mungkin akan membuat pelatihan ini bisa terevaluasi. Tapi ya apa yang bisa kita harapkan dari pelatihan yang sebenarnya bisa kita temukan di YouTube hehe, mana ada silabus atau indikator untuk evaluasi.

Setelah nyoba program ini saya jadi sepakat sama tulisan di Vice yang bilang kalau Kartu Prakerja ini sebenarnya tidak dikeola oleh orang yang punya keahlian di bidang pelatihan dan ketenagakerjaan. Jadinya ya seperti program asal jadi saja. Ini tentu sangat disayangkan karena program ini awalnya diharapkan bisa menyelesaikan masalah pengangguran atau rendahnya SDM yang kita punya.

Sumber Gambar: Website Kartu Prakerja

BACA JUGA 3 Kelebihan Program Kartu Pra-Kerja yang Tidak Pernah Kamu Pikirkan Sebelumnya atau tulisan Ayu Dinyati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: kartu prakerjapelatihanPengangguran
Ayu Dinyati

Ayu Dinyati

Pegawai swasta berdomisili di Kalimantan Selatan, jauh dari keramaian pulau Jawa. Senin-Jum'at di kantor, sabtu-minggu di klinik. Mantan HRD rumah sakit, yang ingin kembali meminati isu-isu kesehatan mental.

ArtikelTerkait

4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

Arus Pulang Kampung di Tengah Covid-19: Mereka Bukan Pemudik, Mereka Pengungsi

27 Maret 2020
Pengangguran Memang Kerap Jadi Bahan Cibiran, tapi Ada Sisi Terang yang Nggak Disadari Banyak Orang

Pengangguran Memang Kerap Jadi Bahan Cibiran, tapi Ada Sisi Terang yang Nggak Disadari Banyak Orang

6 September 2024
Blora Jalan di Tempat, Kalah sama Kabupaten Tetangga

Blora Jalan di Tempat, Kalah sama Kabupaten Tetangga

9 September 2025
Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga

15 Oktober 2020
Kiat-kiat Menjadi Pengangguran Teladan

Kiat-kiat Menjadi Pengangguran Teladan

13 Januari 2023
Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang mojok.co/terminal

Website Prakerja.org Adalah Satire yang Sebenarnya

20 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.