Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Irfan Farid Maulana oleh Irfan Farid Maulana
9 Juli 2026
A A
Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang suka baca buku, menulis dan menerbitkan buku sendiri adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Saya yakin saya bukan satu-satunya. Namun setelah menelaah lebih dalam tentang pekerjaan sebagai penulis, atau lebih tepatnya penulis novel online, saya baru sadar kalau hal tersebut bukan sebuah perjalanan mudah.

Saya sempat pesimis. Sempat buat beberapa draft novel, tapi tidak ada satu pun yang akhirnya jadi sebuah buku. Sempat mau menyerah, sampai akhirnya menemukan sebuah platform yang memberi ruang bagi para penulis awam menerbitkan cerita buatan mereka.

ADVERTISEMENT

Saya mencoba menulis di salah satu platform tersebut. Niatnya untuk pembelajaran awal supaya jadi bekal nanti jadi penulis beneran. Sampai tak terasa lebih dari tiga tahun berlalu. Tapi, jangankan jadi penulis novel yang sesungguhnya, karier jadi penulis novel online saja tak berkembang kemana-mana.

Di sini, saya mau menjelaskan secara singkat pengalaman tersebut. Mungkin, bisa jadi pembelajaran bagi yang membaca.

Kemudahan menjadi penulis novel online

Yang bisa saya pastikan ialah, membuat novel online jauh lebih mudah dibanding membuat buku yang diterima penerbit. Setidaknya kita tidak butuh waktu berbulan-bulan untuk menunggu kabar buku kita diterima atau ditolak. Tinggal daftar di platform penulisan, dan cara daftarnya juga mirip seperti daftar media sosial.

Setelah memiliki akun, tinggal buat buku yang mau dipublish. Tidak perlu ada proses seperti ketemu editor selama berkali-kali.

Di sini saya jelaskan sedikit tentang cara supaya buku kita dipublish. Pertama kita daftarkan buku yang mau kita tulis. Daftarkan judul novel, deskripsi, genre, sampai cover novel.

Biasanya, setelah buku didaftarkan, butuh waktu beberapa jam sampai beberapa hari untuk bisa disetujui. Setelahnya, barulah kita bisa mulai mengupload tulisan per bab.

Baca Juga:

Sisi Gelap Penulis Novel Online: Syaratnya Gila-gilaan, Persaingan Makin Ketat

Di sinilah salah satu perbedaan antara novel online dan novel cetak. Di platform novel online, kita sudah bisa mulai menyebarkan buku ke pembaca walaupun seluruh cerita belum selesai kita tulis. Meski cuma baru nulis 5 sampai 6 bab, buku kita sudah bisa ditemukan oleh pengunjung situs. Tapi memang jauh lebih baik jika sebelum itu kita tulis dulu garis besar ceritanya, supaya tidak bingung nanti cerita mau dibawa kemana.

Dari titik ini saya sarankan untuk konsisten mengupload setidaknya satu bab tiap hari. Sama seperti TikTok atau YouTube. Sejak mulai menapaki jalan ini, kita harus bertarung melawan algoritma supaya karya kita bisa “viral”.

Keluh kesah menjalani karier sebagai penulis novel online

Dari poin sebelumnya, saya sudah sedikit menjelaskan soal langkah awal memulai karier. Tapi lebih baik kalian cari platform-platform novel online di Google dan baca aturan tiap situs dengan lebih lengkap. Sekarang, saya mau membahas perjalanan singkat selama tiga tahun terakhir.

Selama waktu tersebut saya sudah mendapat penghasilan ratusan dolar. Lumayan. Tapi belum bisa dikategorikan sebagai sebuah penghasilan utama yang layak. Cara pembayaran atau kriteria penulis dibayar tergantung platform-nya. Saya sendiri dapat bayaran lewat PayPal juga dalam bentuk dolar karena induk perusahaan platform di mana novel saya diterbitkan berasal dari luar negeri.

Besar kecil bayaran saya tergantung dari banyak sedikitnya pembaca yang berkunjung. Durasi pembaca membaca buku saya juga ikut berpengaruh. Sungguh mirip seperti YouTube. Bedanya cuma skala, karena warganet Indonesia yang nonton video jauh lebih banyak dibanding yang baca buku.

Saya harus mengakui bahwa novel-novel yang sejauh ini saya buat masih tergolong jelek. Bisa dibaca sampai belasan ribu orang sudah bisa dianggap hal luar biasa. Saya tetap harus berterima kasih ke platform ini karena diberi kesempatan.

Namun, ada beberapa hal yang tetap mengganjal di hati. Seperti sistem rekomendasi yang terkadang terasa tak adil. Saya dan beberapa penulis lain merasa buku-buku dewasa yang diisi banyak adegan panas justru lebih sering ditonjolkan oleh sistem. Kurangnya transparansi tentang bayaran juga jadi masalah.

Tak perlu tahu platform-nya, tapi pahami keresahannya

Di kesempatan ini saya tidak mau menyebutkan ada di platform mana novel saya tersebut. Tidak ada niatan untuk promosi. Anggap saja semua ini cuma ocehan seorang penulis amatir misterius. Saya masih belum secara resmi memutuskan ingin sepenuhnya berhenti. Cita-cita besar saya membuat novel cetak juga belum sirna. Tiga tahun tanpa hasil yang berarti terasa menyakitkan, tapi saya takut menyesal di masa depan kalau berhenti di tengah jalan.

Intinya saya mau menyampaikan bahwa menjadi penulis novel online memang bisa jadi salah satu pilihan bagi yang suka menulis. Akan tetapi ini bukan sebuah jalan yang mudah juga. Butuh komitmen jangka panjang serta kesabaran ekstra jika ingin berhasil.

Mudah-mudahan sih di antara kalian yang baca, dan yang mungkin mau mencoba mengikuti jejak saya sebagai penulis di masa depan, bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Amin.

Penulis: Irfan Farid Maulana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Penulis Novel Online: Syaratnya Gila-gilaan, Persaingan Makin Ketat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2026 oleh

Tags: novel fiksinovel onlinepenulis novel onlineplatform baca novelplatform menulis novel
Irfan Farid Maulana

Irfan Farid Maulana

Seorang penulis novel online sejak tiga tahun lalu. Masih berusaha supaya bisa menerbitkan sebuah buku novel cetak. Sedang mencoba menulis artikel sebagai media untuk mencurahkan isi otak.

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Penulis Novel Online: Syaratnya Gila-gilaan, Persaingan Makin Ketat

Sisi Gelap Penulis Novel Online: Syaratnya Gila-gilaan, Persaingan Makin Ketat

3 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu Mojok.co

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu

3 Juli 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Honda Win Memang Bikin Repot, tapi Sejak Kapan Motor Tua Punya Kewajiban Memanjakan Pemiliknya?

6 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026
Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

6 Juli 2026
Dear Pemerintah Bandar Lampung, Banyak Hal yang Lebih Urgent Dibanding Membangun Kereta Gantung Mojok.co

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Betah Tinggal di Kota Bandar Lampung

4 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.