Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Pengalaman Kuliah Jurusan Matematika Murni, Jurusan yang Lebih Banyak Tanya ”Mengapa” daripada ”Berapa”

Achmad Ghiffary M oleh Achmad Ghiffary M
16 Oktober 2025
A A
Pengalaman Kuliah Jurusan Matematika Murni, Jurusan yang Lebih Banyak Tanya ”Mengapa” daripada ”Berapa”

Pengalaman Kuliah Jurusan Matematika Murni, Jurusan yang Lebih Banyak Tanya ”Mengapa” daripada ”Berapa”

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang menduga, termasuk saya, akan diterima di jurusan matematika murni. Jurusan yang awalnya saya anggap akan dipenuhi berbagai angka dan hitung-hitungan, nyatanya dipenuhi berbagai huruf dan juga simbol romawi yang bikin pusing.

Dijuluki sebagai ”The Queen of Science”, matematika memang sudah dianggap sebagai bahasa bagi ilmu sains lainnya. Bayangkan saja, seseorang yang belajar fisika, kimia, teknik, hingga biologi, pasti akan bertemu dengan mata kuliah ini.

Maka dari itu, belajar di jurusan matematika murni ibarat belajar filsafat bagi jurusan-jurusan humaniora. Kita tidak diajar berhitung seperti yang dipikirkan orang-orang, tetapi lebih diajak untuk bertanya dan ragu dengan jawaban yang sudah ada.

Lebih banyak bertanya ”mengapa”, dibanding ”berapa”

Ujian yang paling mematikan bagi mahasiswa matematika murni, ialah saat soalnya meminta untuk dibuktikan. Jawabannya sudah tertera dengan jelas, justru sangat jelas, tapi soalnya meminta untuk membuktikan apakah jawabannya sudah benar dan mengapa bisa benar.

Soal seperti itu mendorong mahasiswa akhirnya ragu akan jawaban dan apa yang dianggap benar selama ini. Sehingga, saya sendiri kadang bereksperimen dengan pertanyaan-pertanyaan kecil, seperti 1+1 apakah benar jawabannya 2. Kalau benar, kenapa bisa? Kenapa tidak 3?

Keraguan ini seperti yang disebut salah satu filsuf terkenal, Rene Descartes yang mengatakan, dia selalu meragukan segala hal, dan satu-satunya yang tidak dia ragukan adalah bahwa ia sedang ragu. Maka dari itu, proses berpikir dalam keraguan, ia anggap sebagai keberadaan dirinya. ”Aku berpikir, maka aku ada.”

Seperti filsafat, jurusan matematika murni juga mengandalkan logika

Salah satu mata kuliah yang wajib diambil bagi seluruh mahasiswa matematika murni, ialah logika matematika. pada mata kuliah ini, kita diajak untuk membangun premis atau argumen yang tepat. Sehingga ketika mengambil kesimpulan tidak rancu.

Misalnya seperti yang sering keluar di tes masuk perguruan tinggi;

Baca Juga:

Lulusan Jurusan Matematika Murni Paling Tahan Menghadapi Masalah, tapi Dicuekin Dunia Kerja

Premis 1: Jika hari hujan

Premis 2: maka saya akan memakai payung ke kampus

Kesimpulan: Karena hari ini hujan, maka saya akan memakai payung ke kampus

Mahasiswa yang memiliki nilai A di mata kuliah logika matematika, maka bisa dipastikan ia mampu untuk membuktikan teorema-teorema yang ada di mata kuliah lainnya. Sayangnya, nilai saya di mata kuliah ini tidak sebagus apa yang diharapkan.

Kuliah jurusan matematika murni butuh daya imajinasi yang tinggi

Tidak dapat diragukan lagi, jika filsafat dan matematika sama abstraknya. Saat filsafat bertanya tentang masalah eksistesial, matematika pun tak mau kalah dengan eksistensi bilangan dan teori-teorinya yang agak absurd.

Bayangkan saja, saat kita hidup dalam dunia 3 dimensi, teori matematika sudah membicarakan tentang ruang dimensi berapa pun. Sehingga mahasiswa matematika dituntut untuk memiliki daya imajinasi yang tinggi untuk bisa memproyeksikan teori-teori itu. Tingginya setinggi harapan orang tua hehehe.

Namun tenang saja, mahasiswa matematika murni saat ini sudah banyak dibantu oleh teknologi yang memungkinkan memproyeksikan ruangan berdimensi tersebut.

Bukan soal teori saja yang perlu diproyeksikan, angka yang abstrak ini juga perlu digiring untuk menjawab persoalan yang realistis. Seperti jurusan filsafat yang dianggap mencerahkan, matematika juga diciptakan untuk membantu dan mencerahkan kehidupan manusia kedepannya.

Ilmuwan Matematika juga kebanyakan ahli filsafat

Saking miripnya, beberapa ilmuwan matematika ternyata merupakan ahli filsafat yang hebat, sebut saja Pythagoras, Plato, dan Leibniz. Mereka semua adalah pemikir yang berhasil menjawab pertanyaan filosofis sekaligus matematis.

Sosok yang paling besar dalam mengembangkan filsafat dan matematika di awal abad ke-20, ialah Bertrand Russell. Hebatnya Russell, ia mampu menulis buku matematika yang diberi judul Principia Mathematica dan Introduction to Mathematical Philosophy, sekaligus menulis buku yang sering direkomendasikan oleh filsuf ternama Indonesia Rocky Gerung, History of Western Philosophy atau Sejarah Filsafat Barat.

Jadi kalau ada yang bertanya, “Kamu kuliah matematika murni belajar apa sih?” saya biasanya menjawab, “Belajar ragu.” Ragu sama jawaban, ragu sama hidup, tapi yakin sama satu hal: semua ini pasti bisa dibuktikan… kalau dosennya kasih nilai A atau setidaknya tidak mengulang di tahun depan.

Penulis: Achmad Ghiffary M
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Hal Enaknya Kuliah di Jurusan Matematika

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2025 oleh

Tags: bertrand russeljurusan matematika murnikuliah jurusan matematikaprospek jurusan matematika
Achmad Ghiffary M

Achmad Ghiffary M

Mahasiswa yang menaruh perhatian atas isu-isu lingkungan dan politik. Menyukai sepak bola terutama klub FC Barcalona.

ArtikelTerkait

Lulusan Jurusan Matematika Murni Paling Tahan Menghadapi Masalah, tapi Dicuekin Dunia Kerja Mojok.co

Lulusan Jurusan Matematika Murni Paling Tahan Menghadapi Masalah, tapi Dicuekin Dunia Kerja

9 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Pindah ke Lingkungan Muhammadiyah Lebih Tentram: Jauh dari Bunyi Toa Masjid yang Berisik hingga Terbebas dari Iuran dan Cap Islam Abal-abal
  • Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa
  • Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah
  • Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah
  • 35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga
  • Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.