Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Hal yang Bisa Dilakukan Pemkot Mataram setelah Menaikkan Tarif Parkir hingga 100 Persen

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
15 September 2023
A A
4 Hal yang Bisa Dilakukan Pemkot Mataram setelah Menaikkan Tarif Parkir hingga 100 Persen

4 Hal yang Bisa Dilakukan Pemkot Mataram setelah Menaikkan Tarif Parkir hingga 100 Persen (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Kota Mataram mengeluarkan kebijakan yang sungguh aduhai. Di tengah banyaknya keluhan tentang parkir dan juru parkirnya, Pemkot Mataram malah berencana menaikkan tarif parkir hingga 100 persen untuk sepeda motor dan mobil. Tarif parkir sepeda motor yang awalnya Rp1.000 dinaikkan jadi Rp2.000, bahkan tarif parkir untuk mobil yang awalnya Rp2.000 naik hingga Rp5.000.

Rencana kenaikan tarif parkir itu sontak menuai protes masyarakat. Memang sih rencananya baru akan diterapkan pada awal tahun 2024. Itu pun katanya masih bisa dianulir.

Kalau melihat kiprah kebanyakan tukang parkir di Kota Mataram, kondisiya hampir sama seperti di daerah lain: mudah bikin kita gusar. Rasanya, sangat sulit menerima kenyataan harus membayar tarif parkir yang lebih mahal untuk sebuah pelayanan yang kerap bikin kepala pening.

Akan tetapi, mari kita coba berpikir positif. Mungkin Pemkot Mataram akan menggunakan kenaikan tarif parkir itu bukan hanya untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga untuk memberikan pelayanan prima dan paripurna kepada masyarakat. Mungkin akan ada fasilitas tambahan atau penataran kepada para tukang parkir oleh Pemkot Mataram dari kenaikan tarif itu.

Saya coba berandai-andai tentang langkah positif apa saja yang bisa dilakukan Pemkot Mataram untuk mengoptimalkan layanan parkir dengan naiknya tarif parkir ini.

Petugas memberikan karcis

Infonya, seharusnya tukang parkir di Kota Mataram memberikan karcis kepada setiap pengguna kendaraan bermotor saat ditarik biaya parkir. Namun, saya sangat sulit menemukan ada tukang parkir di Mataram yang memberikan karcis.

Memang saya pernah mendapatkan karcis parkir dari tukang parkir, tapi hanya beberapa kali, hanya bisa dihitung jari. Pernyataan ini bukan klise, benar-benar bisa dihitung jari, tepatnya dua jari alias dua kali. Itu pun di awal-awal kebijakan adanya karcis, selebihnya, tidak pernah lagi. Saya mencoba berpikir positif, mungkin karcis parkirnya lagi habis.

Nah, dengan kenaikan tarif parkir, Pemkot Mataram akan punya dana lebih banyak membeli kertas dan tinta untuk nge-print kertas karcis parkir dan menggandakannya jadi lebih banyak. Kalau ada karcis, setidaknya pengendara tidak terlalu senewen mengeluarkan duitnya untuk parkir. Setidaknya ada bukti pertanggungjawabannya lah.

Baca Juga:

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

Sebagai Warga Pemalang yang Baru Pulang dari Luar Negeri, Saya Ikut Senang Stasiun Pemalang Kini Punya Area Parkir yang Layak

Bisa bikin tukang parkir tidak jauh dari kendaraan

Salah satu keluhan yang kerap muncul dari tingkah laku tukang parkir adalah entah datang dari mana tiba-tiba mereka muncul saat kita mau pergi. Parodi kejadian ini sudah banyak direproduksi oleh masyarakat kita di media sosial.

Yang bikin kita gusar, mereka tidak terlihat menjaga kendaraan, tapi saat kita mau pergi, mereka dengan sigap datang dan meminta uang parkir. Kerap muncul perasaan tidak ikhlas, tapi apa boleh buat, kita terpaksa memberikan uang kepada tukang parkir.

Saya mencoba berpikir positif, Pemkot Mataram pasti sudah mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi tindakan tukang parkir yang bak pesulap: bisa tiba-tiba muncul dari ketiadaan. Bisa saja nantinya pemerintah akan membeli rantai di setiap lokasi parkir, rantai itu ukurannya kecil saja tapi panjang. Rantai itu diikatkan ke tukang parkir, jadi mereka bakal tetap di sekitar lokasi parkir. Dengan rantai yang terikat di tubuh mereka, mereka sulit beranjak dari lokasi.

Tentu saja ini imajinasi saya yang harus dilihat dari sisi positif: tukang parkir selalu ada di lokasi parkir dan pengendara merasa aman kendaraannya diawasi tukang parkir. Kalau benar begitu, tarif parkir naik 1.000 persen pun pengendara rela mengeluarkan duit dari koceknya.

Pemkot Mataram membuat gedung parkir yang representatif

Salah satu kekhawatiran saya melihat kondisi lokasi parkir di Kota Mataram yaitu banyak pengendara memarkir mobil dengan mengambil sebagian badan jalan. Banyak mobil parkir di sepanjang Jalan Pejanggik, Kota Mataram, mulai dari depan SDN 2 Cakranegara sampai perempatan Cakranegara. Coba tengok Jalan Panca Usaha, Kota Mataram. Mobil-mobil parkir mengganggu keleluasaan pengendara di jalan raya. Apalagi kalau kita berkendara di jam sibuk, dijamin lalu lintas di sana tersendat.

Dengan kenaikan tarif parkir yang berdampak bertambahnya pemasukan, saya berandai-andai akan ada gedung parkir yang representatif untuk menampung mobil-mobil itu. Mungkin bisa dibangun di lokasi yang pas, mobil diparkir di gedung itu.

Dengan begitu, pengendara bisa leluasa mengendarai kendaraannya tanpa takut menyenggol mobil yang terparkir di pinggir jalan. Ini pengandaian sekaligus saran, sebelum Mataram tambah ramai dan kemacetan sulit diurai.

Pemkot Mataram bisa mencetak kode QRIS selebar kertas A1 dan menggantungnya di leher tukang parkir

Pemkot Mataram sudah mengeluarkan kebijakan pembayaran parkir dengan QRIS. Kode batang QRIS itu biasanya dikalungkan di leher tukang parkir. Ukurannya kecil saja, kira-kira setengah dari ukuran A4. Sayangnya, hanya beberapa tukang parkir yang terlihat tetap mengalungkan kode batang itu, terutama tukang parkir di jalan-jalan utama.

Nah, kalau kenaikan tarif parkir jadi diterapkan, bisa saja pemerintah mencetak kode batang QRIS menggunakan kertas A1. Mumpung pemasukannya bertambah. Kertas itu bisa dikalungkan di leher tukang parkir. Pengendara jadi tahu dan ngeh kalau ternyata bisa bayar parkir dengan QRIS. Kalau banyak yang bayar pakai QRIS, kebocoran PAD itu bisa benar-benar dikurangi, bahkan seharusnya tidak bocor sama sekali.

Itulah beberapa pengandaian saya tentang hal-hal positif yang bisa dilakukan Pemkot Mataram dengan naiknya tarif parkir ini. Mungkin saja jamaah mojokiyah menganggap pengandaian saya ini berlebihan dan asal-asalan. Toh, pemerintah juga menaikkan tarif parkir lebih dari 100 persen di tengah banyak keluhan tentang tukang parkir, apa tidak ugal-ugalan?

Penulis: Atanasius Rony Fernandez
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Selamat Ulang Tahun Kota Mataram, Jangan Jadi Tua dan Menyebalkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2023 oleh

Tags: Kota MataramParkirtarif parkir
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

Warpat Puncak, Tempat Parkir Paling Nggak Ngotak Sedunia

Warpat Puncak, Tempat Parkir Paling Nggak Ngotak Sedunia

14 September 2023
Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

19 April 2024
Tukang Parkir Amanah Masih Ada kok, Jangan Buru-buru Benci Pekerjaan Ini Mojok.co

Tukang Parkir Amanah Masih Ada kok, Jangan Buru-buru Benci Pekerjaan Ini

12 Januari 2024
Senjakala Mataram Mall, Mal Pertama di Kota Mataram: Dulu Kebanggaan Warga, Kini Menuju Temaram

Senjakala Mataram Mall, Mal Pertama di Kota Mataram: Dulu Kebanggaan Warga, Kini Menuju Temaram

21 Juli 2023
Sebagai Warga Pemalang yang Baru Pulang dari Luar Negeri, Saya Ikut Senang Stasiun Pemalang Kini Punya Area Parkir yang Layak

Sebagai Warga Pemalang yang Baru Pulang dari Luar Negeri, Saya Ikut Senang Stasiun Pemalang Kini Punya Area Parkir yang Layak

29 November 2025
5 Jenis Tukang Parkir yang Sering Kita Temui: Ada yang Sigap Bekerja, Ada yang kayak Ninja tukang parkir liar

5 Jenis Tukang Parkir yang Sering Kita Temui: Ada yang Sigap Bekerja, Ada yang kayak Ninja

15 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.