Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pemilik Kos-kosan di UNNES Geram dengan Kelakuan Makelar Kos yang Setiap Tahun Membuat Trauma Mahasiswa Baru

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
5 Agustus 2025
A A
UNNES Semarang Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula makelar kos

UNNES Semarang Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah tujuh tahun saya tinggal di kawasan ring satu Kampus UNNES, yaitu daerah Sekaran dan sekitarnya. Selama itu, saya jadi akrab bukan hanya dengan ibu-ibu warung makan dan tukang fotokopi legendaris di Gang Setanjung, tapi juga dengan para pemilik kos yang sering curhat soal masalah klasik yang datang tiap tahun: makelar kos. Mereka ini bukan pemilik bangunan, bukan juga pengelola resmi. Tapi anehnya, justru mereka yang paling dulu muncul setiap kali mahasiswa baru mulai datang mencari tempat tinggal.

Kalau saya ingat-ingat, fenomena makelar kos ini baru mulai terasa setelah masa pandemi, sekitar tahun 2021 ke atas. Waktu saya pertama kali pindah ke Unnes tahun 2018, suasananya masih adem—mahasiswa datang, ketemu pemilik kos langsung, tawar-menawar sewajarnya, selesai. Nggak ada drama harga kamar yang tiba-tiba melonjak karena ulah orang ketiga.

ADVERTISEMENT

Sampai akhirnya beberapa adik tingkat cerita soal harga sewa yang nggak masuk akal, baru saya ngeh: ternyata ada orang-orang yang mengambil untung dari kebingungan mahasiswa baru. Dan sejak itu, tiap tahun cerita serupa terus terulang, kayak kaset rusak yang diputar ulang tiap awal semester.

Bukan hanya maba yang rugi tapi pemilik kos juga ikut geram dengan makelar kos

Bukan hanya mahasiswa baru yang dirugikan oleh ulah makelar kos, para pemilik kos pun ikut merasa geram. Para makelar ini kerap bertindak semaunya tanpa izin atau koordinasi apa pun dengan pemilik bangunan. Mereka memasarkan kamar kos yang bukan miliknya, kemudian mematok harga sewa seenaknya, bahkan kadang membawa-bawa nama pemilik untuk meyakinkan calon penyewa.

Celakanya, banyak mahasiswa baru yang keblondrok atau kena tipu lantaran belum mengenal kondisi lingkungan sekitar kampus UNNES. Dampaknya tentu bukan cuma pada retaknya hubungan sosial antara mahasiswa dan pemilik kos, tapi juga pada reputasi lingkungan kampus secara umum. Kampus yang seharusnya menjadi ruang belajar yang ramah dan kondusif, malah memberi kesan pertama yang penuh ketidaknyamanan.

Bukan kongkalikong, pemilik kos di daerah UNNES justru kerap jadi korban

Repotnya lagi, pemilik kos sering kali dianggap sebagai bagian dari permainan ini. Padahal mereka juga bingung dan marah karena kamar mereka dijual oleh orang yang bahkan tak dikenal. Dalam situasi seperti ini, pemilik kos bukan hanya kehilangan kendali atas propertinya, tapi juga kehilangan kepercayaan dari calon penyewa.

Dalam banyak kasus, pemilik kos justru sama sekali tidak tahu kalau kamar mereka sudah ditawarkan ke orang lain. Bahkan kadang sudah ada yang terlanjur bayar DP. Saya sendiri sempat ngobrol langsung dengan salah satu pemilik kos di Gang Setanjung, kawasan yang nyaris selalu penuh peminat untuk menyewa kos saat musim penerimaan mahasiswa baru lantaran lokasinya memang dekat dengan beberapa fakultas di UNNES.

Beliau cerita, pernah didatangi mahasiswa baru yang mengaku sudah bayar uang muka untuk kamar yang ternyata belum dibuka masa sewanya. Saat ditelusuri, mahasiswa itu dapat info dari seseorang yang mengaku sebagai “pengelola”. Padahal pemiliknya tidak pernah menunjuk siapa pun untuk menawarkan kamar kosnya.

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Kondisi ini tentu bikin repot dua pihak sekaligus. Mahasiswa baru tentu bisa kecewa dan merasa tertipu, sementara pemilik kos juga jadi korban karena harus meluruskan keadaan sambil menanggung beban reputasi yang kadung rusak. Tak jarang bahkan mereka harus menjelaskan satu per satu ke calon penyewa bahwa harga asli bukan seperti yang beredar di grup WhatsApp atau akun Instagram makelar.

Sebenarnya semua itu bisa dicegah

Sebenarnya, drama makelar kos UNNES ini memang masalah yang kelewat njlimet dan kompleks saat ini. Kuncinya adalah jangan langsung percaya begitu saja pada tawaran kos. Apalagi kalau datang dari orang yang nggak jelas atau makelar yang tiba-tiba nongol dan menawarkan kamar. Ingat, mencari tempat tinggal itu bukan sekadar transaksi jual beli biasa, tapi juga soal keamanan dan kenyamanan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Jadi, jangan sampai gegabah.

Langkah paling sederhana tapi ampuh adalah langsung mengecek sendiri ke pemilik kos atau pengelola yang resmi. Jangan malas untuk datang langsung ke lokasi. Lihat kondisi kamar, dan tanyakan semua hal yang perlu—mulai dari harga sewa, fasilitas, hingga aturan yang berlaku. Kalau sudah ada transaksi, pastikan minta bukti pembayaran yang resmi dan simpan baik-baik.

Jangan ragu juga untuk minta nomor kontak pemilik kos supaya kalau ada masalah, bisa langsung komunikasi tanpa perantara. Selain itu, ada baiknya membandingkan harga dan fasilitas dari beberapa kos di sekitar UNNES, supaya kalian nggak salah pilih dan mendapat harga yang wajar. Jadi, walau njlimet, bukan berarti tidak bisa diatasi, kok!

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Derita Jadi Mahasiswa Tingkat Akhir di UNNES, Nyari Kos Bulanan Serasa Nyari Jarum di Tumpukan Jerami. Susahnya Nggak Ngotak!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2025 oleh

Tags: makelar kosSemarangUNNES
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit

Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit

17 April 2024
Masjid di dekan kawasan simpang lima semarang underground city bekasi

4 Masjid Terdekat dari Simpang Lima Kota Semarang

7 April 2022
Bus Pengumpan Trans Semarang, Sebaik-baiknya Pengalaman Naik Transportasi Umum Mojok.co

Bus Pengumpan Trans Semarang, Sebaik-baiknya Pengalaman Naik Transportasi Umum

3 Desember 2023
Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa Mojok.co

Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa

24 Maret 2024
Semarang Mahal Buat Mahasiswa Perantau? Omong Kosong! (Unsplash)

Membongkar Omong Kosong Biaya Hidup di Semarang Mahal bagi Mahasiswa Perantau

5 Agustus 2023
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.