Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pemakaian Nama Gubernur sebagai Pengganti Nama Stadion Papua Bangkit Akan Mendapat Reaksi Berbeda Jika Hal Itu Dilakukan di Jakarta

Raihan Yuflih Hasya oleh Raihan Yuflih Hasya
29 Oktober 2020
A A
Stadion Papua Bangkit pertanyaan yang sering didapat mahasiswa papua di jawa mojok.co

pertanyaan yang sering didapat mahasiswa papua di jawa mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 hanya tinggal menghitung bulan. Provinsi Papua yang didaulat sebagai tuan rumah PON 2021 menyatakan sebagian besar fasilitas sudah rampung dan siap dipakai. Hal tersebut dibuktikan dengan peresmian beberapa fasilitas olahraga berkelas internasional yang baru dibangun serta dilaksanakannya acara hitung mundur 362 hari menuju PON pada Jumat (23/10). Tapi, bukan Indonesia namanya kalau semua hal berjalan mulus-mulus saja. Uniknya Indonesia adalah semua hal dapat dipersoalkan, seperti kasus anjay, TikTok pamer, dan banyak peristiwa lainnya—termasuk penamaan dari fasilitas olahraga yang baru rampung.

Venue utama PON, Stadion Papua Bangkit resmi berganti nama menjadi Stadion Lukas Enembe pada Jumat (23/10). Tentu saja, hal ini menimbulkan pro dan kontra dari beberapa kalangan. Misalnya, sekelompok orang yang menamai diri mereka Dewan Adat Suku Sentani (DASS), menyatakan menolak tegas terkait perubahan nama karena tidak berkoordinasi dengan pihaknya. Meskipun begitu, tak sedikit juga pihak yang mendukung pengubahan nama anyar tersebut.

Sebenarnya, pengubahan nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe sudah sesuai dengan aturan dan mekanismenya. Dilansir dari jubi.co.id, Ketua Bapemperda DPR Papua mengatakan pergantian nama tersebut sudah diatur dalam Racangan Peraturan Daerah Khusus dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasus/Raperdasi) yang disahkan DPR Papua bersama eksekutif, 18 September tahun lalu.

Sebelum Raperda tersebut disahkan dalam paripurna, tentu sudah dilakukan konsultasi publik terlebih dahulu. Konsultasi tersebut dilaksanakan di lima wilayah adat di Papua untuk meminta masukan dari masyarakat adat. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan kajian dengan akademisi. Meskipun tetap ada pihak yang kontra dengan pengubahan nama stadion, tetapi dari sini dapat dibuktikan bahwa tidak sedikit juga pihak yang setuju pengubahan nama stadion—bahkan warga asli Papua sendiri.

Sebagian besar alasan mereka menyetujui nama gubernur dijadikan sebagai nama dari stadion kebanggaan milik warga Papua ini tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap jasa dari gubernur yang telah bekerja keras meloloskan Papua menjadi tuan rumah PON 2021 dan berbagai pembangunan yang signifikan hadir di tanah Papua menggunakan APBD Provinsi Papua sendiri.

Secara pribadi, saya sangat tidak mempermasalahkan pemberian nama stadion megah (apalagi dalam hal ini sebagai kebanggaan baru rakyat Papua) dengan menggunakan nama gubernurnya—kalau memang ia berjasa besar, dan layak diapresiasi ya wajar-wajar aja. Mau pakai nama istri gubernur, anak gubernur, bahkan tukang tambal bannya gubernur juga nggak masalah kalau memang seseorang ini berjasa besar. Lagian juga memang kalau warga sananya setuju ya bagus.

Tetapi, saya rasa nama lama dari stadion ini, yakni “Stadion Papua Bangkit” sudah merepresentasikan kebanggaan rakyat Papua. Saya pribadi menilai setiap stadion memiliki sisi yang membuat stadion dapat dinilai “angker” atau menakutkan bagi tim tandang. Frasa “Papua Bangkit” membuat marwah dari stadion ini terasa bernilai mahal. Saya menilai frasa tersebut mencerminkan semangat rakyat Papua dalam membersamai pembangunan bagi Indonesia.

Hal itu yang saya rasa tidak didapatkan apabila namanya berubah menjadi Stadion Lukas Enembe. Selain sisi representasi semangat rakyat yang tidak terlihat, kalau stadion ini disingkat atau dibuat akronim saya rasa menjadi tidak pas. Bayangkan saja, kalau stadion ini disingkat “SLE” seperti kentang alias kena tanggung, kalau diakronimkan menjadi “Stadion Lambe (Lukas Enembe)” malah dikira akun Instagram, atau SULE (Stadion Lukas Enembe) malah dikira komedian.

Baca Juga:

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan

Hal yang membuat saya kaget selanjutnya adalah tanggapan dari banyak rakyat Papua yang menyetujui pengubahan nama stadion ini. Saya sangat yakin, hal ini akan menimbulkan reaksi yang berbeda apabila dilakukan di Jakarta. Saya membayangkan stadion baru Jakarta yang sedang dibangun (Jakarta International Stadium) apabila diubah namanya menjadi Stadion Anies Baswedan pasti akan menimbulkan reaksi yang super heboh. Saya rasa berita ini akan diliput media selama sebulan penuh dan menjadi trending topic di Twitter dengan hestek aneh-aneh seperti #TolakStadionAnies, #AniesGagal, #JanjiManies, dll—maaf saya nggak jago ngarang hestek karena saya bukan buzzer.

Padahal, secara aturan kalau mau diganti nama menjadi nama Pak Anies juga sah-sah aja. Sebab, kalau dibandingkan dengan Gubernur Papua yang dianggap sebagai pemrakarsa Stadion Papua Bangkit, ya Gubernur DKI juga sama-sama berjasa besar dalam pemrakarsa Jakarta International Stadium. Jadi, kalau diubah ya nggak ada masalah. Cuma, ya saya rasa Pak Anies mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya kalau diubah menjadi nama dirinya.

Eh tapi kalau dipikir-pikir, apa jangan-jangan nama JIS (Jakarta International Stadium) itu akronim dari Jakarta anIeS ya?

 BACA JUGA Dari Sekian Banyak Atlet Bucin, kok yang Dipermasalahin Cuma Atlet Sepak Bola ya? dan tulisan Raihan Yuflih Hasya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2026 oleh

Tags: Jakartalukas enembepapuapon 2021stadion
Raihan Yuflih Hasya

Raihan Yuflih Hasya

Sedang berusaha menyelesaikan studi Sastra Indonesia, pernah menjabat Wali Kota di game Simcity.

ArtikelTerkait

Pasar Baru Jakarta: Namanya Saja yang "Baru", padahal Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial Belanda

Pasar Baru Jakarta: Namanya Saja yang “Baru”, padahal Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial Belanda

5 Juli 2024
Jakarta Nggak Ada Keras-kerasnya Buat Orang Cikarang (Unsplash)

Jalanan Jakarta yang Keras dan Tak Ramah Pemula: Naik Ojol Bingung, Naik KRL Tambah Bingung

24 Januari 2024
Bandara Dhoho Kediri Dibuka untuk Umum, Warga “Ndeso” yang Mampir untuk Wisata Kena Nyinyir Mojok.co

Bandara Dhoho Kediri (Katanya) Siap Beroperasi Sebelum Lebaran, dan Kali Ini, Semoga Tidak Mundur Lagi

10 Maret 2024
Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja mojok.co/terminal

8 Karakter Orang Betawi yang Perlu Dipelajari kalau Tinggal di Jakarta

18 Januari 2021
17 Rekomendasi Street Food di Jakarta, biar Duit Cekak Tetap Bisa Makan Enak (Bagian 1) Terminal Mojok

17 Rekomendasi Street Food di Jakarta: Duit Cekak Tetap Bisa Makan Enak (Bagian 1)

6 Juli 2022
Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja mojok.co/terminal

Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja

16 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.