Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

6 Pekerjaan yang Terancam Punah, padahal Dahulu Mudah Sekali Dijumpai

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
22 Februari 2024
A A
6 Pekerjaan yang Terancam Punah padahal Dahulu Mudah Sekali Dijumpai Mojok.co

6 Pekerjaan yang Terancam Punah padahal Dahulu Mudah Sekali Dijumpai (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ke depan akan semakin banyak pekerjaan yang terancam punah sebagai konsekuensi dari otomatisasi dan digitalisasi. Itu mengapa kemampuan untuk terus beradaptasi dan mempelajari keterampilan sangat diperlukan. Kalau tidak, bisa jadi kalian berakhir tidak memiliki pekerjaan karena satu persatu pekerjaan punah. 

Pekerjaan yang terancam punah biasanya yang sudah tidak lagi relevan dengan zaman. Dengan kata lain, sudah tidak banyak orang yang membutuhkannya. Salah satu yang diramalkan akan punah adalah penjaja jasa keliling yang dahulu sangat sering lewat di depan rumah.

#1 Tukang sol sepatu keliling

Jumlah tukang sol sepatu keliling sekarang mungkin cuma bisa dihitung pakai jari. Saya sendiri merasa sudah lama sekali nggak lihat tukang sol keliling di sekitar rumah. Mungkin udah nggak ada lagi yang mau berprofesi sebagai tukang sol sepatu karena pendapatannya nggak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. 

Banyaknya pilihan sepatu dengan harga terjangkau mungkin jadi salah satu alasan orang-orang lebih memilih beli baru daripada memperbaikinya di tukang sol sepatu. Saat ini, lebih banyak tukang sol sepatu memilih untuk buka kios ketimbang keliling.

#2 Tukang gorden keliling

Tukang gorden keliling juga bernasib sama. Biasanya, dari pagi tukang gorden sudah mulai berkeliling menjual gorden. Kalau lelah, tukang gorden biasanya akan singgah dari masjid ke masjid untuk istirahat.

Ini jelas bukan pekerjaan mudah. Penjual perlu membawa berhelai-helai gorden, rel berbahan aluminium di tangan, dan sebuah tas penuh berisi beberapa helai kain gorden minimalis beserta anting-antingnya. Tidak heran kalau saya sering melihat mereka beristirahat. 

Jumlah peminat yang makin dikit yang bikin jumlah tukang gorden keliling juga makin langka. Sudah ngider jauh-jauh tapi nggak ada yang beli. Rugi dong.

#3 Jasa tensi dan timbang berat badan keliling

Jasa tensi dan timbang berat badan keliling juga udah jarang banget ditemukan. Hanya tinggal beberapa yang masih tetap bertahan karena nggak punya pilihan lain. 

Baca Juga:

6 Usaha yang Semakin Redup karena Perkembangan Zaman

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

Pekerjaan ini sebenarnya mulia. Para penyuluh kesehatan dari puskesmas kerap kali nggak bisa berkeliling menjemput bola untuk melayani kesehatan masyarakat sesimpel mengukur tekanan darah dan berat badan. Apalagi, jasa ini terkadang nggak matok harga alias mau dibayar seikhlasnya.

Dengan membawa alat tensimeter manual yang harus dipompa dengan tangan beserta stetoskopnya dan timbangan badan. Biasanya mereka memiliki ilmu kesehatan sederhana atau mungkin bekas honorer penyuluh kesehatan. Itu mengapa terkadang mereka memberi saran kalau ada pelanggan yang punya masalah sama tensinya misal tensinya tinggi.

#4 Jasa reparasi kasur keliling

“Kasur, Bu. Kasur, Bu”, suara melengking khas ibu-ibu yang keliling menawarkan jasa reparasi kasur seperti sudah langka terdengar saat ini. Ketika sebagian besar masyarakat masih pakai kasur kapuk, kebutuhan akan jasa ini sangatlah tinggi. Dalam gendongan kain jariknya, biasanya mereka membawa peralatan jahit, kain kasur, sarung bantal, dan kadang juga bawa karung berisi kapuk. 

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang memakai kasur busa. Itu mengapa jasa reparasi kasur ini semakin langka. Beberapa bulan lalu saya sempat melihat ibu-ibu yang menawarkan jasa ini lagi, tapi setelah itu nggak ada lagi, dengar suaranya saja tidak.

#5 Jasa reparasi payung keliling

Ketika musim hujan tiba, biasanya ada orang yang berkeliling menawarkan reparasi payung. Dulu profesi ini sangat dinantikan dan sangat bermanfaat. Sebab dulu payung itu berukuran besar dan harganya relatif mahal. Kalau payung rusak, orang-orang lebih memilih memperbaikinya daripada membeli baru. 

Kalau sekarang, kebiasaan orang-orang mulai berubah. Saat ini banyak sekali tersedia pilihan payung dengan harga terjangkau. Itu mengapa orang-orang lebih memilih membeli baru daripada memperbaikinya. Hal ini membuat pekerjaan jasa reparasi payung keliling semakin sulit. 

#6 Tukang rongsok keliling

Berbeda dengan pemulung, tukang rongsok keliling beroperasi dengan cara membeli barang-barang bekas yang masih punya nilai jual. Mereka berkeliling kampung untuk mendapatkan barang-barang bekas yang masih layak itu. 

Saat ini keberadaannya mulai berkurang karena banyak faktor. Mulai dari murahnya harga jual barang-barang bekas, stigma yang buruk karena disamakan dengan pemulung, hingga kehadiran bank sampah. Menurut banyak orang, bank sampah lebih menguntungkan daripada menjualnya ke tukang rongsok. 

Apalagi semakin ke sini, kesadaran akan mendaur ulang sampah secara mandiri kian tinggi. Tiap rumah tangga yang sudah sadar berupaya meminimalisir sampah dengan cara menggunakannya kembali. Jadi, hampir  tidak ada barang nggak terpakai yang bisa disumbangkan ke tukang rongsok.  

Di atas beberapa pekerjaan yang mulai jarang terlihat, padahal dahulu sangat sering kita jumpai. Pekerjaan-pekerjaan itu terancam punah karena sudah tidak lagi dibutuhkan masyarakat. Masyarakat terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang menuntut otomatisasi dan digitalisasi. 

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Lolos Seleksi Mitra BPS Belum Tentu Dapat Kerja dan Digaji, Jangan Senang Dahulu!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2024 oleh

Tags: digitalisasipekerjaanpekerjaan yang terancam punahteknologi
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

Belum Menikah Bukan Berarti Halal Dikasih Banyak Tugas Tambahan terminal mojok.co

Belum Menikah Bukan Berarti Jadi Babu, Kita Juga Sibuk

16 September 2021
5 Cara Jitu Menghasilkan Cuan yang Saya Lakukan Saat Jadi Mahasiswa, Bisa Bayar Kuliah dan Tabungan Menikah

5 Cara Jitu Menghasilkan Cuan yang Saya Lakukan Saat Jadi Mahasiswa, Bisa Bayar Kuliah dan Tabungan Menikah

23 Agustus 2024
5 Pekerjaan Sampingan yang Nggak Ribet dengan Cuan yang Lumayan Mojok.co

5 Pekerjaan Sampingan yang Nggak Ribet dengan Cuan yang Lumayan

16 Agustus 2024
pekerjaan tambahan beban kerja ditolak stres mojok

Pekerjaan yang Bukan Tanggung Jawabmu Sebaiknya Ditolak biar Nggak Stres

7 Oktober 2020
Percayalah, Naik Jabatan Itu Nggak Enak!

Percayalah, Naik Jabatan Itu Nggak Enak!

17 Januari 2023
3 Syarat Utama yang Harus Dimiliki jika Ingin Menjadi Barista terminal mojok

3 Syarat Utama yang Harus Dimiliki jika Ingin Menjadi Barista

24 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.