Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Pekerjaan yang Menyenangkan Adalah Hobi yang Dibayar? Mbelgedes!

Alfika Syafa oleh Alfika Syafa
15 Februari 2023
A A
Pekerjaan yang Menyenangkan Adalah Hobi yang Dibayar? Mbelgedes!

Pekerjaan yang Menyenangkan Adalah Hobi yang Dibayar? Mbelgedes! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” tentu ada sisi benarnya. Tapi, bayarannya berapa dulu?

“35k boleh ya Mbak, wong cuma sketsa ukuran 20×30 saja kok.”

Pesan WA bernada kurang sedap lagi-lagi menyeruak. Saya beneran apes hari ini, dipertemukan lagi dengan calon pembeli nggapleki yang nawar ndak pakai hati.

ADVERTISEMENT

Awalnya saya coba jelaskan pelan-pelan. Sketsa saya ini bahan bakunya bukan berupa potlot yang biasa digunakan anak-anak TK lomba, melainkan pensil-pensil jempolan, nyaman digoreskan dan paling penting ketika dihapus berulang, ndak bikin si kertas ambyar. Ada harapan besar tertanam di hati saya yang paling dalam setelah saya jelaskan panjang lebar. Semoga saja ibu-ibu tersebut bisa pengertian. Tak perlu menunggu lama, saya langsung dapat kata mutiara, “ Wong pensil 1000 rupiah saja kok Mbak. Untungmu pasti banyak.”

Beruntung, kesabaran saya ndak setipis tisu. Kalau saja saya bukan golongan orang-orang sabar, ibu-ibu tadi pasti sudah saya hujam lontaran pisuhan. Ya … mau bagaimanapun, pembeli adalah raja. Saya harus menghadapinya dengan segenap tata krama. Tapi kalau di pikir-pikir, raja mana sih yang membeli barang tapi nawar secara non wajar. Hemmb …

Hobinya dibayar, tapi bayarane ra mashok

Sebagai tukang sketsa, saya cukup mangkel atas kejadian serupa yang terus saja berulang. Meskipun saya nggak menggantungkan hidup dari hasil nyeketsa, tapi kejadian-kejadian semacam itu mengganggu sisi damai dari hobi saya. Kata orang, pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Namun sepertinya kalimat tersebut sekadar mitos dan bualan belaka. Faktanya, cukup banyak dari hobi-hobi saya yang diberi upah ngawur ala kadarnya.

Lha hobi saya nyeketsa mau dibarter lembaran yang jika dibelanjakan bahan material saja, cuma dapat penghapusnya. Ya saya ndak rela. “Kan cuma hobi, berapapun cuannya ya mbok disyukuri!”, kata mereka-mereka yang ndak paham susahnya nyeni.

Untung saja saya adalah pemudi yang tumbuh dengan segudang keoptimisan yang menyelimuti. Dari hobi sisi samping saya yang sedikit memprihatinkan tadi, saya masih saja berusaha menghibur diri dengan mencari peruntungan di hobi saya yang lain, yakni sebagai tukang makeup.

Kala itu saya masih sudi untuk mengimani kalimat bullshit tadi. Saya pun semangat nyambi buka jasa makeup wisuda yang ready dipanggil kapan saja. Memang skill makeup saya hanya diperoleh dari kesenangan yang saya ulang-ulang, tapi jangan tanya hasil. Hasil tentu tak kalah dari MUA top-topan.

Baca Juga:

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Makeup dibayar sego ambengan

Banyak tetangga saya yang minat mencoba jasa yang saya tawarkan. Seperti biasa, kalau sama tetangga, biasanya besaran jasa di rembukan setelah acara. Tanpa menaruh curiga, saya fine-fine aja. Saya mendandani putri-putri mereka agar tampak ayu di acara wisudanya.

Setelah usai, saya pun berlagak kesusu pamitan. Harapan saya, tak lain tak bukan sekadar untuk menggertak emak-emak tersebut agar segera peka, bahwa tukang makeup-nya sudah mau pulang dan butuh ditanya besaran harganya, ataupun langsung disalami pakai amplop saja.

Saya pun mulai beranjak, sepontan ibu tersebut memanggil saya, “Mbak..,Mbak ini. Kok kesusu wae too”. Saya diberi sebuah bungkusan besar yang saya terka-terka ada amplop tebal di dalamnya. Kok bisa saya yakin? Lha ngasihnya sambil mesam-mesem.

Ekspektasi saya kadung menjulang, ternyata bungkusan tadi cuman berisi sego ambengan. Bajilak.

Korbannya udah banyak

Nyatanya hal mengenaskan demikian bukan hanya menimpa saya seorang. Teman-teman saya seperhobian dan seperdesainan juga banyak terhantam gejala yang sama. Pernah teman saya cerita, sebut saja Momon, soal karyanya yang dinego habis-habisan oleh calon pembeli lewat DM panjang Instagram. Bahkan tak segan calon pembeli ada juga yang nanya gratis apa nggak. Edan.

Halo, bapak-bapak, ibuk-ibuk, mas-mas, mbak-mbak, kami ini bekerja untuk menyalurkan keahlian kami, meski itu hobi sekalipun. Kejutan visual, filosofi, ide, waktu, material adalah nilai mahal yang kami tawarkan dalam karya kami. Kalau Anda sekalian ingin memiliki hasil karya atau jasa kami, mbok ya minimal bisa mengapresiasi.

Beda lagi kalau kami memang sedang giveaway, tanpa minta gratisan pun kami ini sedang memilih orang-orang yang beruntung untuk diberi karya secara percuma. Ataupun saat kami sedang melaksanakan diskon gede-gedean, tanpa ditawar pun, kami memang benar ikhlas melayani segenap permintaan tuan dan puan. Ya minimal kami-kami ini bisa balik modal lah, ketimbang kami merugi ataupun sampai ngalor-ngidul cari utangan.

Ya itulah alasan yang menjadikan Momon tadi enggan membuka orderan lagi untuk orang-orang Negeri Wakanda ini. Ia memfokuskan pasar karyanya khusus untuk orang-orang mancanegara. Ia tampaknya sudah malas membalas pesan dari raja zalim yang keseringan nawar ndak nengok harga pasar. Apalagi melayani pesan bernada menyepelekan macam “cuma gitu kok mahal ”. Seharusnya, kalimat tersebut sama sekali tidak patut dilontarkan oleh seorang calon pembeli.

Kurang-kurangin nawar nggak ngotak!

Bayangkan kalau gejala-gejala nggapleki demikian terus saja terjadi. Saya yakin tidak hanya saya dan Momon yang mencoba balik badan dari dunia perhobian ini. Lebih parah lagi, pemuda-pemudi yang punya hobi-hobi besar pun turut mager dan ogah-ogahan untuk buka pesanan. Kejadian demikian bukan hanya menjadi bogeman besar yang memporak-porandakan semangat. Lebih parah lagi jika mental tak kuat, tentu menjadi sebuah trauma besar untuk mereka mengembangkan hobi secara maksimal.

Itulah sekelumit cerita yang saya kira di antara kalian ada juga yang pernah mengalaminya. Ya mau bagaimanapun soal kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” tentu ada sisi benarnya. Tapi ingat, tinggal seberapa dulu bayarannya? Kalau permintaan elit, apresiasi sulit, ya mending rebahan aja sambil nonton drama Koreya.

Penulis: Alfika Syafa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kebahagiaan Bekerja Sesuai Passion Adalah Sebuah Omong Kosong

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2023 oleh

Tags: hobi yang dibayarpekerjaan
Alfika Syafa

Alfika Syafa

Mahasiswa biasa, suka menenggak boba. IG: Syafaart.03

ArtikelTerkait

scan barcodetukang parkir sinis pekerjaan mojok

Suka Duka Jadi Tukang Parkir Selama 6 Bulan

17 September 2020
Ngakunya Butuh Kerja, tapi Pas Dikasih Info Loker kok Malah Pilih-pilih, sih?

Ngakunya Butuh Kerja, tapi Pas Dikasih Info Loker kok Malah Pilih-pilih, sih?

27 Januari 2022
warung sembako kuli mojok

Juru Kuli: Pekerjaan yang Diremehkan tapi Perannya Amat Vital

22 Agustus 2020
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal

30 Maret 2025
Work Life Balance Adalah Mitos Belaka Bagi Ibu Pekerja terminal mojok (1)

Work Life Balance Adalah Mitos Belaka Bagi Ibu Pekerja

21 Mei 2021
6 Pekerjaan yang Terancam Punah padahal Dahulu Mudah Sekali Dijumpai Mojok.co

6 Pekerjaan yang Terancam Punah, padahal Dahulu Mudah Sekali Dijumpai

22 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

17 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.