Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pekalongan Itu Nggak Cocok Dijadiin Kota Wisata, Pemerintah Jangan Ngeyel

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
16 Januari 2021
A A
Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sekuat apa pun Kota Pekalongan mengenalkan potensi wisatanya, tetap saja kota ini belum kunjung menjadi tujuan wisata. Paling mentok cuma jadi kota singgah, yang mungkin kalau bukan karena batik, bakal dilupakan. Meski begitu, pihak pengelolanya (pemerintah daerah) nggak menyadari hal itu. Masih juga ngeyel pengin kota ini jadi destinasi wisata. Sampai-sampai bikin wisata air terbesar yang konon se-Asia Tenggara pula.

Ini seriusan? Mau mengalahkan dominasi Jogja, Bandung, atau Bogor? Sek, sek, ora perlu kesusu tekan semono.

ADVERTISEMENT

Sebelum angan-angan menjadi kota tujuan wisata tercapai, alangkah baiknya riset dulu, kira-kira warganya itu suka atau nggak. Warga Kota Pekalongan bakal terbuka atau tidak pada wisatawan. Kalau tanya saya, ya saya akan menjawab tidak.

Jujur, meskipun saya ini warga Kota Pekalongan tulen, saya nggak setuju kalau kota kelahiran saya ini jadi destinasi wisata. Saya nggak asal ngomong doang. Setidaknya saya punya alasan konkret dan logis.

Tempat wisata sedikit

Sebuah kota wisata tentu saja memiliki beragam destinasi yang ditawarkan, dan satu tempat yang khas kota tersebut. Sebutlah Yogyakarta dengan Malioboro, Bandung dengan Gedung Sate, atau Puncak Bogor. Tanpa itu, sebuah kota tak cukup kuat menjadi destinasi wisata.

Sementara Kota Pekalongan tak punya cukup banyak tempat wisata. Wisata yang ada di tempat saya cuma Pantai Pasir Kencana, Pantai Slamaran, dan Museum Batik. Udah.

Mau nyari tempat wisata yang khas Kota Batik juga nggak ada tuh. Hah Museum Batik? Ayolah, di kota-kota lain juga bisa bikin museum batik.

Saya kira bikin museum batik nggak susah-susah amat. Lha tinggal cari tempatnya atau membangunnya sendiri, terus datangkan saja batik dari segala penjuru dunia. Gelar peresmian, dibuka, selesai.

Baca Juga:

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Pantai di kota-kota lain juga banyak banget. Bahkan pantai-pantai di luar Kota Pekalongan punya keindahan yang lebih eksotis. Mau bicara alun-alun juga gitu, semua kota juga punya alun-alun kelesss. Lebih bagus lagi.

Sempit

Luas Kota Pekalongan yang tak seberapa ini membuat saya pesimistis kalau mau diproyeksikan sebagai kota wisata. Dengan luas hanya sekitar 45,25 kilometer persegi mana mungkin muat untuk destinasi wisata. Belum lagi jumlah penduduknya yang kian hari, kian melesat.

Pada 2020 kemarin saja, jumlah penduduk Kota Pekalongan diperkirakan 224 ribu sekian jiwa. Busyet! Banyak banget nggak tuh? Coba kamu bayangin betapa sempitnya Kota Batik.

Lucunya, walaupun sudah tahu luas kotanya itu sempit, Pemkot masih pula bikin destinasi-destinasi wisata baru seperti wisata air tadi.

Kalau saya lebih sepakat nggak usah bikin tempat wisata baru di Kota Pekalongan. Oke, saya mafhum proyek wisata air itu bukan murni dari Pemkot, melainkan ada campur tangan Pusat. Tapi, mau bagaimanapun, Kota Pekalongan akan kerepotan kalau harus jadi kota wisata.

Lagipula, itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kenapa milih Kota Pekalongan sih buat proyek wisata air raksasa? Mestinya pilih kota atau kabupaten yang punya wilayah cukup luas. Setidaknya kalau diambil sedikit buat wisata air, luas kotanya masih kelihatan lebar.

Minim SDA

Kalau kota atau kabupaten yang lain berlimpah SDA, wajar sampai bikin wisata alam. Dan pada akhirnya, wisata di kota-kota tersebut akan bertambah banyak. Sedangkan Kota Pekalongan ini termasuk kota yang minim Sumber Daya Alam (SDA). Salah satu SDA yang paling mencolok mata cuma laut, sisanya nyaris tertutup industri batik dan perumahan.

Lantaran SDA yang minim itulah Kota Pekalongan makin suram saja kalau mau dibikin kota wisata. Sebab, nggak ada tempat lagi buat wisata alam.

Saya pikir, SDA yang sedikit ini akan lebih bermanfaat jika dipakai oleh warganya sendiri. Bukan untuk wisatawan yang belum tentu berkunjung ke Kota Batik. Bukankah tugas pemerintah daerah itu menyejahterakan warga, bukan wisatawan? Apa sekarang sudah direvisi?

Tambah kotor

Saya nggak mau kota tercinta yang sudah kotor ini bertambah kotor gara-gara wisatawan. Barangkali sumbangsih sampah wisatawan ini nggak seberapa dibanding warga lokal. Tapi, dari yang nggak seberapa itu, kalau Pekalongan sungguh-sungguh jadi kota wisata, bakal jadi seberapa.

Kalau Kota Batik betul-betul jadi tujuan wisata, berbagai sektor akan mengalami eskalasi. Misalnya pada industri batik. Semakin kota ini dikenal luas, batik makin laris untuk oleh-oleh dan produksi pun meningkat.

Meningkatnya produksi batik membawa malapetaka bagi sungai-sungai di Kota Pekalongan. Karena produksi yang tinggi, ancaman pencemaran sungai juga bakal terlihat jelas. Itu baru satu sektor.

Jika bicara wisata, tentu nggak bisa melupakan keberadaan hotel. Kalau Kota Pekalongan jadi tujuan wisata, hotel pun beranak-pinak. Yang jadi soal adalah banyaknya hotel inheren dengan banyaknya sumur bor.

Tahu apa akibatnya? Pengeboran yang dilakukan hotel akan mengakibatkan penurunan muka tanah atau land subsidence. Padahal kabarnya Kota Pekalongan telah mengalami penurunan muka tanah hingga sekira 20 cm pertahun. 

Kalau begini terus buntutnya Kota Pekalongan berpeluang diterjang banjir rob kembali untuk kesekian kalinya. Dan akibat rob, muncul pula permukiman kumuh. Merepotkan sekali.

Alasan-alasan tersebut saya kira sudah cukup logis. Toh sejatinya Kota Pekalongan tak punya DNA untuk jadi kota tujuan wisata. Dari letak geografisnya saja, Tuhan telah memberi petunjuk bahwa takdir Kota Pekalongan cuma bisa jadi kota singgah saja. Titik!

Sumber Gambar: javatravel.net

BACA JUGA Alasan Kota Pekalongan Layak Jadi Kota Bisnis dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2021 oleh

Tags: kota wisatapekalongan
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura curah hujan

Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura

28 November 2022
venesia water seven pekalongan

Water Seven dan Pekalongan Itu Sama, Sama-sama Hampir Tenggelam

14 Desember 2021
Pekalongan Tak Hanya Kota Batik dan Kota Santri, tapi Juga Kota Darurat Sampah

Pekalongan Tak Hanya Kota Batik dan Kota Santri, tapi Juga Kota Darurat Sampah

2 Agustus 2025
Andai Pekalongan Punya Banyak Tempat Nongkrong Seperti Jogja tongkrongan

Andai Pekalongan Punya Banyak Tempat Nongkrong Seperti Jogja

21 November 2019
Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

3 Agustus 2023
Es Barteh Pekalongan, Takjil Pelepas Dahaga yang Segernya Bikin Pedagang dan Petani Bahagia. #TakjilanTerminal12

Es Barteh Pekalongan, Takjil Pelepas Dahaga yang Segernya Bikin Pedagang dan Petani Bahagia. #TakjilanTerminal12

18 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.