Pencinta Truk Oleng Adalah Entitas Pencinta Kendaraan Bermental Baja – Terminal Mojok

Pencinta Truk Oleng Adalah Entitas Pencinta Kendaraan Bermental Baja

Artikel

Apa yang dipikirkan seorang pencinta selain cinta? Benar, yaitu kebahagiaan. Hidup di dunia tanpa adanya cinta barangkali akan terasa hampa. Dan dengan alasan cinta manusia bisa mencintai apa saja yang dikehendakinya, seperti mencintai truk untuk mencapai kebahagiaan dalam memenuhi kebutuhan psikologis. Artinya manusia memang harus menjadi pencinta. Dan dengan artikel ini saya akan mencoba mengulas keberadaan sosok pencinta ialah pencinta truk oleng.

Di Indonesia, barangkali masyarakat sudah terbiasa dengan pencinta motor klasik, pencinta bus, atau pencinta kendaraan yang lain semacamnya. Mereka sampai begitu hafal dalam mengenali kebiasaan yang melekat pada para pencinta itu.

Misalnya, pencinta motor klasik identik dengan mengoleksi kendaraan klasik pula seperti vespa, dsb. Pencinta bus identik dengan mereview mesin dan apa pun yang jadi latar belakang bus. Kalau pencinta truk oleng? Saya yakin belum banyak yang tahu betul apa yang dilakukan oleh mereka.

Mungkin beberapa orang akan terperangah ketika mendengar keberadaan mereka. Nggak sedikit orang terlanjur sebal dengan tingkah polah mereka yang nggak jarang ugal-ugalan. Lantas, tidak sedikit yang berasumsi bahwa kendaraan ini tak layak dicintai. Namun, faktanya masih ada sebuah entitas pencinta truk di Indonesia.

Oleh sebab itu, tak patut memukul rata bahwa truk selalu ugal-ugalan. Saya yakin segala sesuatu yang berlaku buruk hanyalah oknum. Terkecuali dengan perilaku represi, persekusi oleh aparatur negara, sebab tindakan itu melibatkan sebuah kontrol sistem dari negara. Bukankah itu seperti kejahatan yang terstruktur dan sistematis?

Sesungguhnya, pertama mendengar keberadaan pencinta truk oleng saya juga terkejut. Lantas saya berusaha mengenali lebih jauh keberadaan mereka melalui teman saya. Kata teman saya, mereka adalah entitas pencinta kendaraan bermental baja. 

Saya semakin penasaran dengan penjelasanya. Lalu teman saya yang notabene salah satu dari sekian banyak pencinta per-truk-an duniawi itu menceritakan secara runtut perangai yang melekat pada pencinta truk oleng. Tuturnya, entitas pencinta truk oleng di salah satu belahan dunia, Indonesia, berjuluk CCTV. 

CCTV yang dimaksud bukanlah akronim dan bukan pula kamera pengintai yang biasanya terletak di sudut-sudut rumah. Di Jogja misalnya, dalam sebuah Instagram, salah satu komunitas pencinta truk itu bernama @CCTV_lintas_gunungkidul_oyi. Julukan itu mengarah pada kebiasaan mereka yang mengambil video saat truk sedang melaju. Kreatif dan positif, pikir saya.

Kecintaan mereka ini bukan sekadar cinta monyet alias cinta yang musiman. Namun, kebiasaan mencintai ini telah melebur ke dalam diri menjadi hobi. Awalnya saya mengira cintanya hanya timbul karena terpana dengan kata-kata mutiara nan filosofis yang terpampang di bokong atau bagian belakang kendaraan ini. Ternyata perkiraan saya meleset jauh.

Selain itu, ada sebuah sapaan ciri khas yang identik dengan pencinta truk oleng. Tidak seperti pencinta bus yang mendapat sapaan “telolet” dari pengemudi busnya. Yang menjadi sapaan pengemudi truk terhadap pencintanya ialah menunjukan gerakan bergoyang meliuk-liuk bak sedang mengalami oleng sungguhan. Kata teman saya, gerakan oleng tersebut adalah tindakan yang akan memberi kepuasan klimaks pada mereka. Artinya melihat gerakan oleng itu, mereka berada di puncak kebahagiaan.

Dan perihal itulah maksud entitas pencinta truk oleng bermental baja alias nggak punya takut. Banyak orang termasuk saya, ketika melihat kendaraan ini sedang melakukan gerakan meliuk-liuk atau oleng akan terusik rasa khawatir dan takut. Sebab yang ada dalam pikiran, khawatir jika kendaraan tersebut akan terguling. Namun, yang dirasa para pencinta truk oleng justru kegembiraan. Bukan masalah, sih, asalkan tindakan itu empan papan alias tahu situasi sehingga nggak merugikan diri sendiri dan pengendara yang lain.

Saya merasa ada keunikan luar biasa yang dimiliki para pencinta truk oleng. Oleh karena itu, saya pikir keberadaan pencinta truk ini memang patut diapresiasi, selayaknya para pencinta kendaraan yang lain. Sebab, tujuan mereka selain mencintai truk adalah membangun sebuah relasi yang akan menciptakan kerukunan antar sesama. 

BACA JUGA Ingin Lancar dalam Perjalanan Jarak Jauh? Ikuti Truk dan tulisan Nikma Al Kafi lainnya.

Baca Juga:  Kenapa Ada Nama Ridwan Kamil di Bantuan Masker Pemprov Jawa Barat?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.