Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
8 Januari 2026
A A
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga menu ikan di warteg ini enak, tapi setelah makan bikin kita jadi merasa bersalah. Kok bisa?

Warung Tegal (warteg) masih menjadi andalan banyak orang. Katanya sih karena harga makanannya yang masuk akal. Meski hal tersebut tentu sangat bisa diperdebatkan. Warteg yang mana dulu, nih? Soalnya nggak semua warteg murah. Salah masuk warteg bisa-bisa membuat kita jadi bertanya-tanya, “Aku makan apa sih barusan? Perasaan cuma nasi putih sama sayur doang. Kok?”

Selain faktor harga yang dianggap ekonomis, warteg juga jadi andalan karena menu yang variatif. Pelanggan bisa menemukan berbagai menu mulai dari aneka tumisan, sayur-mayur, gorengan, dan berbagai sumber protein hewani yang terpajang di etalase warteg.

Di antara sekian banyak menu, sayur asem jadi yang paling dicari di warteg, terutama saat jam makan siang. Sayur asem di warteg paling enak disantap bareng dengan pecakan. Dan kalau bicara soal pecakan, ada 3 menu pecak andalan di warteg, yaitu pecak ikan peh, pecak ikan cucut, dan pecak ikan larak.

Tak banyak yang tahu asal-usul ketiga menu warteg ini

Kalau kita melihat namanya, ikan peh, ikan cucut, dan ikan larak, sepintas terdengar seperti 3 jenis ikan yang berbeda. Apalagi peh, cucut, dan larak juga punya bentuk yang mirip-mirip. Tak heran kadang orang bisa salah mengira peh sebagai larak, dan sebaliknya.

Nama peh, cucut dan larak ini juga sebenarnya hanyalah penamaan pasar untuk kepentingan perdagangan. Aslinya di laut sana nggak ada yang namanya ikan peh, ikan cucut, dan ikan larak. Kalau nggak percaya, coba saja tanya sama ikan tengiri. Dia pasti geleng-geleng.

Memang tak banyak orang yang benar-benar tahu dari mana asal-usul ketiga jenis ikan ini. Pasar pun mungkin lebih memilih diam, supaya pembeli tidak keburu gentar setelah tahu fakta sebenarnya tentang ikan-ikan itu.

Pasalnya, baik peh, cucut, ataupun larak berasal dari ikan yang tak biasa. Peh berasal dari daging ikan pari, sedangkan cucut dan larak, kalian tahu daging apa sebenarnya mereka itu? Daging hiu, Gaes. Iya, hiu. Bukan hiu gede yang di film-film thriller ya, tapi hiu-hiu kecil atau anakan hiu.

Baca Juga:

Menggugat Ikan Bakar yang Digoreng Dulu: Kebohongan Penjual Ikan Bakar yang Sudah Dinormalisasi

5 Ciri Warteg yang Masakannya Sudah Pasti Enak, Nggak Bikin Kapok Pembeli

Jadi merasa bersalah

Jujur, dibilang sedep, ya memang sedep sih makan menu pecakan peh, cucut, ataupun larak di warteg. Siapa pun orang yang pernah merasakan pecakan ini, pasti setuju. Tetapi kalau sudah tahu asal usul dagingnya, rasanya kok jadi agak bersalah gimana gitu, ya. Seolah kita turut andil dalam semakin menurunnya populasi ikan hiu dan ikan pari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kondisi populasi hiu dan pari di Indonesia memang mengalami penurunan. Penyebabnya semakin banyak orang yang makan menu pecakan di warteg… eh, maksud saya gara-gara penangkapan, perubahan lingkungan, kerusakan habitat, nilai ekonomi, dan kebutuhan pangan.

Ndilalahnya lagi, ikan hiu dan pari adalah jenis ikan yang kapasitas reproduksinya relatif rendah. Mereka tidak bertelur dalam jumlah ribuan seperti kebanyakan ikan laut lain, melainkan hanya menghasilkan sedikit anak dalam satu siklus reproduksi. Bahkan, banyak spesies hiu dan pari yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk matang secara seksual, lalu hanya melahirkan beberapa ekor anakan setelah masa kehamilan yang panjang.

Duh, jadi makin merasa bersalah nggak sih makan pecakan cucut, dkk?

Rasa bersalah lainnya

Dipikir-pikir, rasa bersalah saat menyantap menu pecakan warteg ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum kita tahu dari mana asal dagingnya. Rasa bersalah ketika tubuh harus menanggung konsekuensi dari kenikmatan seporsi pecakan cucut. Ya Lord, pipis jadi pesing banget setelah makan ketiga ikan ini~

Secara urutan, yang paling bikin pesing biasanya peh. Disusul cucut, lalu larak. Peh punya aroma paling tajam, baik saat dimasak maupun saat keluar hasil akhirnya. Cucut mending dikit, meski tetap tercium. Larak biasanya yang paling mending, tapi ya tetap nggak bisa dibilang aman.

Pesing ini konon katanya berhubungan dengan kandungan urea dan amonia alami pada daging hiu dan pari. Di tubuh hiu dan pari, zat tersebut berguna. Tapi di tubuh manusia? Ya jadinya begitu itu. Pesing.

Combo mantul memang menyantap menu warteg pecakan cucut dan kawan-kawannya. Sudahlah bersalah secara moral, ditambah bersalah secara olfaktori. Seisi kamar mandi jadi tahu deh kita habis makan apa.

Ironisnya, meski bersalah, besok-besok tetep aja diulang lagi. Ya gimana? Enak, sedep, murah lagi. Fix. Definisi guilty pleasure di dunia kuliner, sih.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ayam di Warteg Itu Cuma Pajangan, Bukan Menu yang Seharusnya Dipesan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2026 oleh

Tags: cucutikanlaraklauk wartegmenu ikanmenu pecakmenu wartegpecak ikanpehwarteg
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Warteg, Pilihan Terbaik untuk Sahur Dibanding Tempat Makan Lain

Warteg, Pilihan Terbaik untuk Sahur Dibanding Tempat Makan Lain

9 Maret 2025
Nasi Padang Lauk Telur Dadar, Comfort Food Terbaik di Rumah Makan Padang warteg masakan padang

3 Alasan Nasi Padang Jadi Makin Murah Dibanding Nasi Warteg

26 Desember 2022
4 Dosa Warteg Mania yang Sebaiknya Dihentikan

Menu Warteg itu Nggak Ada yang Red Flag, kalau Punya Masalah Bilang Aja ke Warung atau Orangnya, Bos!

9 Juli 2023
Walau Jadi Perdebatan, Rawon Tegal Adalah Rawon untuk Semua Orang terminal mojok.co

Walau Jadi Perdebatan, Rawon Tegal Adalah Rawon untuk Semua Orang

14 Januari 2022
Jangan Buka Warteg di Kendal, Dijamin Nggak Laris! Mojok.co

Jangan Buka Warteg di Kendal, Dijamin Nggak Laris!

2 Februari 2024
Pengantin Baru Tebar Benih Ikan di Sungai, Ide Bagus yang Salah Eksekusi

Pengantin Baru Tebar Benih Ikan di Sungai, Ide Bagus yang Salah Eksekusi

6 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

6 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang
  • Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan
  • Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita
  • Honda Brio Mobil Aneh, tapi Memberi Kebanggan ketika Menjadi Mobil Pertama bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.