Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Patuk dan Imogiri: Dua Jalur Paling Dilematis Sobat Nglaju Gunungkidul, Pilih Mana Saja, Tetap Kena Masalah!

Muchlis Fatahilah oleh Muchlis Fatahilah
4 Mei 2025
A A
Kawasan Bukit Patuk Gunungkidul: Jalur yang Memanjakan Mata sekaligus Sumber Derita Para Pengendara imogiri alun-alun gunungkidul

Kawasan Bukit Patuk Gunungkidul: Jalur yang Memanjakan Mata sekaligus Sumber Derita Para Pengendara (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalur Imogiri: keberanian yang menyelamatkan

Penggalan lirik dari FSTVLS dengan judul “Hujan Mata Pisau” tampaknya cukup menggambarkan suasana hati setiap orang yang melewati jalur Imogiri. Jalanan berkelok, naik-turun sak penake dewe, belum lagi kondisi aspal yang sangat jauh dari kata konsisten menjadi momok tersendiri ketika terbesit keinginan untuk melewati jalur ini.

Apalagi, ada beberapa titik yang memang penerangannya nol besar seperti jembatan Dodongan dan sekitarnya serta jembatan Kaliurang dan sekitarnya. Intinya, sekalinya kamu menemukan jembatan pada jalur ini, alangkah baiknya kamu maksimalkan juga segala bentuk penerangan.

Jika kamu adalah orang yang suka nonton YouTube Jurnal Risa, saya larang keras untuk lewat jalur ini. Bukan apa-apa, orang yang sering mengaitkan setiap kejadian dengan hal-hal mistis biasanya sulit untuk diajak merasionalkan peristiwa. Wit gedang jare pocong, bagor jare gendruwo, motor macet jare ditamati macan. Weslah rasah neko-neko. Tidak perlu menambah kesan mistis soal Gunungkidul hanya karena penglihatanmu yang didasari atas ketakutan.

Saya sendiri termasuk orang yang cukup sering melewati jalur Imogiri ini baik siang atau malam hari. Alasannya sederhana. Sebagai orang yang cukup menghayati dan memaknai setiap hal yang saya lakukan, atau bahasa kerennya, lelet.

Sudah bisa dipastikan estimasi waktu yang direncanakan hancur berantakan. Pilihannya antara telat sampai ke tempat kerja atau mencari jalan agar tetep bisa gas pol tanpa kompromi dengan pengendara lain. Tentu, dalam keadaan seperti ini, saya lebih memilih pilihan kedua.

Terlepas dari kondisi genting, jalur Patuk dan Imogiri sangat cocok bagi anak senja yang ingin merayakan patah hati dengan cara sederhana. Sebab kau akan disuguhi panorama indah serta hutan rimbun, yang akan menenangkan jiwamu atas dendam di ubun-ubun.

Tapi, karena terlalu banyak tempat potensial untuk mengakhiri hidup seperti jurang dan jembatan, saya harap kalian pikir ulang. Jangan sok-sokan mau meringankan job malaikan izroil. Kasihan, nanti rundown pencabutan nyawanya kacau karena harus ngurus kamu dulu.

Sesuai kebutuhan, mengukur kemampuan

Sebagai manusia, kita memang sering dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup. Tidak ada pilihan yang sempurna. Ketika kita memilih untuk melewati jalur Patuk artinya kita harus siap berkompromi, siap menghargai, siap untuk tidak terlihat istimewa serta siap untuk menunggu truk pasir yang jalannya lambat seperti jenjang karirmu. Meskipun ketika perjalananmu terkendala sesuatu, pasti lebih banyak orang yang siap membantu.

Baca Juga:

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Ketika kamu lewat jalur Imogiri artinya semua kendali ada di tanganmu. Kamu dan keyakinanmu saja lah yang akan membuat perjalanan itu menemukan ujungnya.

Yah, intinya, jalur Patuk dan Imogiri adalah dua dilema yang bikin sobat lajon Gunungkidul stres. Sebab, ya, mau gimana lagi. Dua-duanya punya plus minus yang saling melengkapi, dan itu semua sumbernya dari satu: ketimpangan ekonomi Gunungkidul dengan kabupaten lainnya di DIY.

Benar-benar adoh ratu, cedak watu.

Penulis: Muchlis Fatahilah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenal Gunungkidul, Kabupaten (yang Dianggap) Gersang yang Ternyata Dulunya Dasar Laut

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2025 oleh

Tags: Gunungkidulimogiripatuktugu tobong
Muchlis Fatahilah

Muchlis Fatahilah

Pemuda Gunungkidul | Founder @handayanese.id

ArtikelTerkait

Serangan Antraks dan Potret Seorang Petani yang Ditinggal Hewan Kesayangan

Serangan Antraks dan Potret Seorang Petani yang Ditinggal Hewan Kesayangan

30 Januari 2020
Rasulan Gunungkidul: Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Rasulan Gunungkidul: Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

17 Maret 2023
Radio Argososro FM, Tetap Menghibur dan Menjaga Identitas Warga Gunungkidul

Radio Argososro FM, Tetap Menghibur dan Menjaga Identitas Warga Gunungkidul

3 Juli 2023
Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana Mojok.co

Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana

27 Desember 2023
Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

20 Juli 2022
Drini Park, Tempat Wisata Viral di Gunungkidul yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Drini Park, Tempat Wisata Viral di Gunungkidul yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

26 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
5 Barang Unik yang Saya Temukan di Facebook Marketplace, Surga yang Underrated

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.