Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

Fitri Handayani oleh Fitri Handayani
18 Agustus 2026
A A
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima (Dok: penulis)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian pernah mampir Pasar Gedhe Klaten? 

Ada sebuah perasaan yang berbeda saat menikmati kuliner di pasar tradisional. Di pasar tradisional, bukan hanya makanan dan minuman yang bisa dinikmati, tapi juga suasananya. Riuh transaksi penjual dan pembeli bersamaan dengan semerbak aroma makanan dari lapak yang berjejer jelas jadi pengalaman tersendiri. 

ADVERTISEMENT

Semua itu terasa makin lengkap jika kita mencicipinya langsung di tempat. Makanan dan minuman yang kebanyakan masih punya rasa otentik dan khas. Makanan dan minuman yang tak jarang berasal dari resep turun temurun, dan sarat nilai sejarah. Pengalaman yang tidak bisa didapatkan di restoran dan tempat makan modern.

Sisi depan Pasar Gedhe Klaten (Dok: Fitri Handayani)

Itu mengapa menjelajah pasar tradisional jadi salah satu kegiatan refreshing favorit saya. Sebagai pekerja, jalan-jalan sambil makan adalah jalan pintas saya untuk menghilangkan penat dari rutinitas kantor dan menyegarkan pikiran kembali. 

Seperti hari ini, saya memilih mengisi waktu libur dengan berbelanja sambil jalan-jalan di Pasar Gedhe Klaten.

Pasar Gedhe Klaten adalah pasar tradisional semi modern terbesar di Klaten yang menjual aneka ragam kebutuhan lengkap. Setelah puas berbelanja, kini saatnya menjelajahi sudut-sudut pasar untuk mencicipi aneka kuliner yang nikmat, unik dan legendaris.

Dawet Ayu Bu Handayani, dawet uyup legendaris di Pasar Gedhe Klaten

Menu pertama yang saya cari adalah minuman. Lumayan haus juga ternyata setelah mengitari area pasar yang sangat luas itu. Tujuan saya kali ini jelas, yaitu sebuah kios dawet, Dawet Ayu Bu Handayani yang berada di gedung A lantai 1, tepatnya di kios nomor A1-025. Dawet Ayu Bu Handayani ini adalah dawet legendaris yang rasanya tidak perlu diragukan lagi.

Dawet Ayu Bu Handayani selalu ramai menjadi jujugan pecinta kuliner di Pasar Gedhe Klaten dari berbagai kalangan. Rasanya segar dan cara minumnya unik.

Baca Juga:

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

Dawet tidak disajikan menggunakan gelas, melainkan menggunakan mangkok kecil. Satu mangkok dawet berisi santan, juruh cairan gula jawa, serta cendol tiga warna yaitu merah, hijau dan putih. Rasa cendolnya gurih, terbuat dari tepung beras. Rasa manis juruhnya pas, tidak kemanisan dan tidak eneg.

Cara minum dawetnya unik lho, yaitu diuyup atau diseruput langsung dari mangkoknya karena penjual tidak menyediakan sendok.

Itu mengapa sering disebut Dawet Uyup. Dengan diuyup atau diseruput akan terasa lebih segar karena rasa dari seluruh kondimen dawet bisa dinikmati secara bersamaan, dan aroma langsung tercium di hidung saat menyeruputnya.

Setelah menghabiskan satu mangkok dawet, tidak lupa saya membeli dua dawet bungkus untuk nanti diminum di rumah. Percayalah, rasanya memang senagih itu.

ADVERTISEMENT
Mencicipi Dawet Ayu Bu Handayani (Dok: Fitri Handayani)

Warung Bu Min, soto bening yang nikmat

Tidak terasa waktu menunjukkan jam makan siang, dari Dawet Ayu Bu Handayani saya lanjut menjelajah pasar menuju area kuliner di gedung B lantai 2 untuk mengisi perut.

Di gedung B lantai 2 terdapat beberapa pilihan kuliner lokal. Di sana juga ada makanan favorit saya dan mungkin favorit hampir seluruh warga Klaten, apalagi kalau bukan soto.

Asal tahu saja, selain dijuluki Seribu Umbul, boleh dibilang Klaten ini daerah seribu satu. Kalian akan sangat mudah menemukan warung soto di Klaten, baik di kotanya maupun di daerah agak pelosok. 

Saya langsung menuju Warung Bu Min di Pasar Gedhe Klaten. Warung legendaris ini menyediakan soto dan sop ayam. Warung Bu Min sudah berjualan selama kurang lebih 45 tahun. Dari dulu sejak Pasar Gede Klaten belum direnovasi sampai dengan sekarang.

Soto di Warung Bu Min adalah tipe soto bening khas Klaten. Walau kuahnya bening namun kaldu bumbunya sangat terasa.

Satu porsi mangkok berisi nasi dengan soto kuah bening, lengkap dengan mie bihun, suwiran daging ayam dan taburan bawang goreng ini cocok dinikmati selagi hangat. Warung ini juga menyediakan makanan pelengkap seperti aneka gorengan hangat, sate-satean dan juga uritan yang menambah nikmatnya makan soto di sini.

Warung Bu Min berada tepat bersebelahan dengan kios Dawet Ayu Bu Handayani. Asal tahu saja, Dawet Ayu Bu Handayani juga buka lapak di gedung B lantai 2. 

Suasana Pasar Gedhe Klaten (Dok: Fitri Handayani)

VOC Dinner, western food kaki lima yang enak dan murah meriah

Sayangnya, saya tidak bisa sampai malam di Pasar Gedhe Klaten. Padahal ada aneka kuliner malam yang tidak kalah menarik. Iya, tidak seperti umumnya pasar tradisional yang buka hingga siang atau sore hari, Pasar Gedhe Klaten buka hingga malam hari. 

Itu mengapa, kalau kalian melintasi Klaten di malam hari, jangan ragu-ragu mampir ke pasar ini.

Salah satu kuliner malam yang wajib kalian coba di sini adalah VOC Dinner. Warung makan tenda dengan suasana outdoor dan lesehan ini menyajikan western food, atau makan-makanan ala barat seperti smoked beef, chicken crispy burger, croissant sandwich dan lain-lain.

Tempat ini pengin saya kunjungi sekaligus saya rekomendasikan ke pembaca kalian karena belum banyak warung tenda yang menyajikan makanan ala barat di Klaten.

Sesuai dengan namanya, warung ini buka malam yaitu mulai jam 6 sore sampai dengan jam 11 malam. Warungnya unik, karena menunya berganti-ganti. Memakai sistem season, jadi setiap season menunya beda-beda.

Unik kan? Meskipun menunya ala western food, harganya masih terjangkau kok, tenang saja. Untuk mendapatkan info menu tiap seasonnya, kalian bisa melihat dari sosial media official dari VOC Dinner.

VOC Dinner buka di area parkir utama Pasar Gedhe Klaten. Jangan lupa datang lebih awal ya, biar tidak kelamaan menunggu karena sering banyak antreannya.

Pasar Gedhe Klaten bukan hanya tempat berbelanja, tapi juga surganya kuliner legendaris dan unik. Jadi luangkan waktu kalian mampir ke Pasar Gedhe Klaten untuk jalan-jalan sambil makan seperti saya. Saya jamin kalian akan menemukan kuliner favoritmu di sudut-sudut pasar ini.

Penulis: Fitri Handayani
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2026 oleh

Tags: klatenpasar gedhepasar gedhe klatenpasar klatenpasar tradisional
Fitri Handayani

Fitri Handayani

Seorang karyawan swasta yang memilih jalur sunyi. Di tengah tuntutan pekerjaan, ia merawat kewarasan dengan menjalani hidup slow living di desa.

ArtikelTerkait

Solo dan Jogja Nggak Cocok untuk Frugal Living, Mending ke Delanggu Aja! Mojok.co

Solo dan Jogja Nggak Cocok untuk Frugal Living, Mending ke Delanggu Aja! 

24 Januari 2026
5 Hal Unik terkait Pasar Papringan Temanggung Terminal Mojok

5 Hal Unik Terkait Pasar Papringan Temanggung

31 Agustus 2022
Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

23 Januari 2024
Pedagang Pasar Tanah Abang Bukannya Tidak Bisa Jualan Online, TikTok Shop yang Kelewat Batas Mojok.co

Pedagang Pasar Tanah Abang Bukannya Tidak Bisa Jualan Online, tapi TikTok Shop yang Memang Kelewat Batas

24 Oktober 2023
Klaten

Klaten, Kota Indah yang (Sialnya) Terjepit Jogja dan Solo

9 November 2021
Pasar Tanah Merah, Pasar Terbesar di Bangkalan Madura yang Penuh Masalah

Pasar Tanah Merah, Pasar Terbesar di Bangkalan Madura yang Penuh Masalah

14 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

13 Agustus 2026
Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

14 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.