Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Parkir Sesuai Jenis dan Warna Motor Memang Kelihatan Estetis, tapi Sebenarnya Bikin Repot

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
14 Februari 2024
A A
Parkir Sesuai Jenis dan Warna Motor Memang Kelihatan Estetis, tapi Sebenarnya Bikin Repot

Parkir Sesuai Jenis dan Warna Motor Memang Kelihatan Estetis, tapi Sebenarnya Bikin Repot (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebayang nggak sih seribet apa cari motor sendiri di area parkir yang isinya ratusan motor dengan warna dan jenis sama?

Kendaraan yang tertata dengan baik di tempat parkir menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pengguna tempat parkir. Dengan penataan yang baik dan benar, kita nggak perlu repot saat harus mengeluarkan kendaraan. Saya pernah harus menunggu lama untuk bisa keluar dari parkiran, gara-gara mobil saya terhalang kendaraan yang lain. Rupanya, petugas parkir saat itu salah perhitungan dalam mengatur posisi parkir kendaraan.

Tak hanya memudahkan kendaraan untuk keluar dan masuk, parkiran yang tertata dengan baik juga membuat tempat parkir jadi terlihat lebih rapi dan indah. Nah, demi mewujudkan parkiran yang rapi dan indah, tak jarang beberapa pengelola tempat parkir, terutama yang berada di area gedung dan fasilitas umum, memberlakukan syarat tambahan. Misalnya, dengan menerapkan aturan parkir sesuai tipe dan warna kendaraan.

Padahal, saya tanya. Worth it nggak sih aturan parkir berdasarkan tipe dan warna kendaraan?

Bukan kali pertama

Jika kita melihat ke belakang, penataan parkir berdasarkan tipe dan warna kendaraan bukanlah hal yang baru. Di awal tahun 2019, nama Pak Slamet, satpam SMAN 4 Tangerang Selatan, sempat viral karena effort-nya dalam menata tempat parkir motor sekolah. Kala itu, Pak Slamet menata motor sesuai dengan jenis motor dan warnanya. Saking viralnya, Pak Slamet sampai mendapat apresiasi dari dealer motor setempat, bahkan diundang ke talkshow Hitam Putih-nya Deddy Corbuzier.

Bukan hanya di SMAN 4 Tangerang, area parkir di Daarut Tauhiid juga dikelompokan sesuai merk dan warna motor. Termasuk, parkir mobil di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang juga diatur sesuai dengan warna mobilnya. Terbaru, beredar di media sosial X suasana parkiran di suatu sekolah yang juga didasarkan pada tipe kendaraan siswa.

viral sebuah tempat parkir pada sekolah yang harus rapi berdasarkan jenis motor. Terlihat beberapa tulisan yang menjelaskan jenis motor tersebut. Apakah untuk keindahan atau buat tambah ribet yaa ? 😁

[📸 tt/singkatajaudah] pic.twitter.com/KRzh6SeG7n

— Kegoblogan.Unfaedah (@kegblgnunfaedh) February 6, 2024

Tapi, kok kayak ada yang salah, ya? Ada yang tahu?

Baca Juga:

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

Terlihat rapi dan indah, tapi…

Dalam video tersebut, tampak motor diparkir sesuai dengan tipenya. Harapannya, parkiran akan terlihat rapi dan indah. Namun, apa yang terjadi jauh panggang dari api. Parkiran tampak berantakan. Masih banyak motor yang keluar dari garis parkir hingga menyebabkan tatanan kendaraan nggak lurus dan rapat.

Satu lagi yang mengganggu. Penanda yang digunakan untuk menunjukkan tipe motor. OMG. Hanya sebuah kertas HVS yang ditempel dengan begitu maksa di tiang penyangga atap. Duh. Maksud saya, kalau memang niat awal untuk kerapian dan keindahan area parkir, mbok jangan nanggung.

Area parkir nggak akan serta merta jadi indah dan rapi hanya karena motor dibedakan berdasarkan tipe disertai petunjuk yang ditempel ala kadarnya itu. Ah, macam bus Rosalia Indah saja yang tiba-tiba nempel himbauan awas pencurian di dalam bus mereka.

Kelemahan parkir sesuai jenis dan warna motor

Sebetulnya, jika niatan awal adalah untuk menciptakan area parkir yang rapi dan indah, nggak perlu muluk-muluk sampai harus membedakan motor berdasarkan tipe apalagi warna. Akui saja, parkir sampai dibeda-bedakan tipe dan warna kendaraan itu ribet. Yakali nggak mumet mencari di mana kendaraan kita berada diantara puluhan kendaraan lain yang tipe dan warnanya sama?

Please, deh. Cari karcis parkir nyelip dimana saja sudah bikin mumet. Jangan tambahi lagi dengan memaksa kami mencari-cari dimana motor kami berada.

Keribetan lain yang terjadi saat parkir dibedakan berdasarkan tipe dan warna kendaraan, yaitu adanya kemungkinan kita  mendapatkan area parkir yang jauh. Bayangkan tempat yang kamu tuju ada di pojok utara. Sialnya, kendaraan yang kamu bawa adalah motor jenis Honda Beat warna biru yang harus diparkir di pojok paling selatan. Alamak! Nggak praktis puol!

Konsep penataan parkir berdasarkan tipe motor juga jadi boomerang jika diterapkan di lingkungan sekolah. Kalau berdasarkan warna, masih okelah, ya. Tapi kalau berdasarkan tipe? Nggak banget. Menurut saya, kendaraan yang diparkir berdasarkan tipe hanya akan memunculkan semacam kasta di sekolah. Yang tunggangannya macam PCX, dkk., merasa gagah, yang naiknya supra lawas dan batok motornya sudah geter-geter berpotensi minder.

Kasihan. Pemerintah sudah repot-repot bikin aturan seragam sekolah demi kesetaraan tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi, ehhh, parkiran sekolahnya mengenal kasta.

Kunci area parkir mobil dan motor yang rapi dan indah

Sudahlah, daripada ngide bikin aturan parkir yang neko-neko, mending fokus pada ketrampilan petugas parkirnya saja. Bagaimana caranya supaya petugas parkir yang ada di parkiran gedung atau fasilitas umum memiliki jiwa melayani yang tinggi. Yaitu, mereka yang nggak diam saja ketika ada kendaraan datang, tapi membantu mencarikan space yang kosong. Kemudian, mengarahkan posisi mobil supaya bisa parkir dengan presisi.

Kalau kasusnya adalah area parkir motor, maka butuh petugas parkir yang sigap menggeser posisi motor agar parkiran bisa kayak saf salat, lurus dan rapat. Karena sejatinya, kunci parkiran rapi dan indah bukan terletak pada aturan yang sengaja dibikin ndakik-ndakik, tapi pada bagaimana effort petugas di lapangan. Setuju nggak?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Saya Sulit Ikhlas Memberi Uang 2 Ribu untuk Tukang Parkir, Jika Ujung-ujungnya Saya Nggak Dibantu Sama Sekali.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2024 oleh

Tags: kendaraan parkirmobilMotorParkirparkir motorparkiransepeda motorTukang Parkir
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Mencoba Menebak Maksud Tujuan Seseorang dari Stiker yang Ditempelnya terminal mojok

Mencoba Menebak Maksud Tujuan Seseorang dari Stiker yang Ditempelnya

7 Juni 2021
3 Kebiasaan Mahasiswa Dajjal di Kampus yang Bikin Naik Darah dan Halal untuk Dimaki

3 Kebiasaan Mahasiswa Dajjal di Kampus yang Bikin Naik Darah dan Halal untuk Dimaki

22 Oktober 2023
tukang parkir

Beberapa Jenis Tukang Parkir yang Menyebalkan

19 Juni 2019
3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan Mojok.co

3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan

10 April 2024
Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
Dear Pengguna Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong! Terminal Mojok

Dear Pengendara Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong!

30 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.