Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Tobat

Parenting menurut K.H. Anwar Zahid: Menuntun, Bukan Menuntut

Moh. Rofqil Bazikh oleh Moh. Rofqil Bazikh
15 April 2023
A A
Ilmu Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur! anwar zahid

Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

K.H Anwar Zahid berpesan bahwa mendidik anak itu dengan menuntun, bukan menuntut

Hal paling sulit di dunia ini selain menjilat siku sendiri adalah mendidik anak. Tak heran kalau hadir orang-orang yang berbicara khusus terkait teknik parenting. Orang yang membuat konten bagaimana cara mendidik anak yang ideal. Namun, cara-cara seperti itu tidak bisa menjadi jaminan. Cara tersebut hanya sebuah jalan untuk menjadikan anak tumbuh baik. Kenyataannya, tetap saja banyak anak yang berperilaku tidak baik, bahkan kurang ajar. 

Jangan kira seorang anak yang nendang kepala hingga membuat koma tidak dididik. Anak semacam itu mendapat didikan, hanya saja ada faktor-faktor eksternal yang kadang di luar kendali orang tua. Dalam hal ini usaha yang dilakukan oleh orang tua hanya mendidik sebaik mungkin. Perihal hasil dari didikannya itu semua di luar kendali. Makanya, mendidik dengan sebaik-baiknya saja tidak menjamin hasilnya baik, apalagi didikan yang buruk.

Mengapa hari ini seolah-olah susah sekali mendidik anak? Menurut K.H. Anwar Zahid salah satunya karena banyak yang belum siap menjadi orang tua. Dengan kata lain, banyak anak-anak yang lahir dari orang tua yang belum siap. Banyak orang tua hanya berani mempunyai anak, padahal posisinya belum siap mendidik. Akibatnya anak-anak tidak mendapat didikan yang sepantasnya dari orang tua.

Sudah pantas belum jadi orang tua?

Melihat kenyataan yang seperti itu, sepantasnya calon orang tua mengukur diri. Sudah pantas belum mempunyai anak, sudah pantas belum jadi orang tua. Sekiranya sudah pantas menjadi orang tua dan mempunyai anak, segera laksanakan. Tapi kalau sudah tahu belum siap menjadi orang tua, ya jangan bikin anak. Efek negatifnya nanti pada diri si anak yang tidak mendapat pola pengasuhan yang layak. Ujung-ujungnya dititip ke neneknya.

Padahal yang wajib mendidik anak orang tua, bukan neneknya. Kata K.H. Anwar Zahid berdosa orang tua yang punya anak tapi dititip ke neneknya. Neneknya yang sudah sepuh-sepuh akhirnya malah jadi MPR (momong putu resik-resik) dan bayarannya 3M (mumat, mumet, mencret). Dan para nenek-nenek yang dititipi cucu mestinya tidak mau. Bukan karena tidak sayang, tapi semata-mata bukan kewajiban.

Metode mendidik anak yang baik

Metode mendidik anak yang baik yakni dengan uswatun hasanah, bimbingan, dan keteladanan. Orang tua seharusnya memberikan tuntunan kepada anak-anaknya, bukan tuntutan. Sayangnya, orang tua hari ini banyak menuntut, tapi sedikit menuntun. Banyak menyuruh ini itu anak tapi minim memberikan keteladanan. Padahal, tidak perlu tuntutan yang macam-macam, idealnya anak hanya butuh dituntun pelan-pelan.

Baca Juga:

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

Mindfulness Parenting Mengajari Saya untuk Tidak Menurunkan Trauma kepada Anak Masa Depan Saya

Sehingga, ungkapan yang benar hari ini bukan “anak sekarang tidak patuh orang tua”, melainkan “orang tua sekarang tidak bisa mendidik anak”. Dengan model didikan yang menyalahkan anak terus adalah langkah yang tidak ideal. Harusnya yang dievaluasi pertama adalah teknik mendidik si orang tua. Sayangnya, hari ini orang tua hanya menginginkan anaknya menjadi yang terbaik, tapi tidak tahu caranya mendidik. Menyuruh anak mengaji, padahal orang tuanya tidak mengaji.

Lagi-lagi, anak tidak butuh banyak tuntutan. Satu-satunya hal yang dibutuhkan oleh anak adalah tuntunan. Kalau orang tuanya sudah memberikan contoh, maka jalannya akan lebih mudah. Tidak perlu nuntut ini itu sambil main kasar. Anak tidak boleh mendapat perlakuan kasar dari orang tua. Terus bagaimana kalau ternyata sudah dididik sedemikian rupa, namun tidak kunjung menjadi anak yang berbakti juga? Berarti belum mendapat hidayah dari Allah.

Semua ada di tangan Allah

Di luar usaha yang dilakukan tadi, semua berada di tangan Allah sebagai hasil akhirnya. Inilah mengapa anak nakal tidak boleh dipukul, tidak boleh dihajar, jangan dimarahi. Kata K.H. Anwar Zahid, anak yang masih nakal seperti itu ibarat HP yang tidak ada sinyalnya. Jalan terakhirnya, maka berdoa kepada Allah di tengah malam agar anak segera mendapat hidayah. Kenapa harus di tengah malam? Karena doa yang mustajab hanya di tengah malam. Inilah hal yang tidak boleh dilupakan selain dari dari cara-cara yang telah diupayakan tadi.

Makanya, kalau sudah melakukan beragam cara dan tidak bisa, penting untuk mengajak yang bisa mendidik anak. Mengajak yang bisa membuat anak berubah, ya tidak lain adalah Allah. Sehingga, ketika melibatkan Allah dalam proses mendidik anak, pasti mendapat kemudahan. Tapi ingat, yang terpenting terlebih dahulu adalah melakukan langkah-langkah terbaik. Bukan kok lalu tidak berusaha mendidik anak tiba-tiba dipasrahkan sama Allah dan didoakan saja. Tidak begitu.

Artinya, dalam proses pendidikan anak membutuhkan dua hal yang harus beriringan. Pertama, usaha memberikan tuntunan oleh orang tua. Sekali lagi diingat-ingat, tuntunan bukan tuntutan. Kedua, usaha orang tua melalui doa-doa. Kalau dua hal ini dapat dipadukan, mendidik anak akan sedikit lebih gampang. Hanya sedikit lebih gampang loh, tidak benar-benar gampang. Ya, karena pada dasarnya mendidik anak susah, sesusah menjilat siku sendiri.

Penulis: Moh. Rofqil Bazikh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2023 oleh

Tags: Anakk.h. anwar zahidParenting
Moh. Rofqil Bazikh

Moh. Rofqil Bazikh

Seorang mahasiswa Magister Islamic Studies yang tengah menempuh jalan pulang menuju pemikiran yang autentik. Setelah melewati fase dialektika liberal, ia kini sampai pada kesadaran kritis untuk mendekonstruksi narasi-narasi Barat yang selama ini dianggap sebagai kebenaran mutlak

ArtikelTerkait

Benarkah Dongeng Klasik Tidak Layak untuk Anak-anak Terminal Mojok

Benarkah Dongeng Klasik Tidak Layak untuk Anak-anak?

5 Agustus 2022
tebuireng dipati wirabraja islamisasi lasem pondok pesantren ngajio sampek mati mojok

Pondok Pesantren Bukanlah Tempat Pembuangan Anak

19 Oktober 2021
warisan balas budi kepada orang tua mojok

Kita Tidak Perlu Sok Dewasa di Depan Orang Tua

24 November 2020
Cara yang Ditempuh Goku dan Naruto dalam Mendidik Anak terminal mojok.co

Cara yang Ditempuh Goku dan Naruto dalam Mendidik Anak

24 September 2020
Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

7 April 2023
shinchan

Label Nakal Crayon Shinchan, Bukti Orangtua Asia Tak Pernah Salah

24 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
7 Kesalahan Kecil dalam Pengerjaan Skripsi yang Sering Bikin Mahasiswa Dapat Banyak Revisi, Baca Baik-baik biar Nggak Makin Stres

Alasan Saya Memilih Tugas Akhir Skripsi meski Pilihan Lain Terlihat Lebih “Waras”

22 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.