Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Tobat

Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

Moh. Rofqil Bazikh oleh Moh. Rofqil Bazikh
7 April 2023
A A
Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut K.H. Anwar Zahid, sedekah itu nggak cuman ikhlas, tapi juga pantas. Berilah sesuai kemampuanmu, jangan melebihi, jangan mengurangi

Suatu ketika saya tidak sengaja melihat satu buku di perpustakaan sekolah. Saya ingat betul nama penulisnya, apalagi judulnya. Orang Pelit Pantatnya Item, kurang lebih begitu judulnya. Tapi ingat jangan membayangkan orang pelit otomatis pantatnya gosong.  Bukan demikian yang dimaksud, melainkan hanya sebagai perumpamaan bahwa pelit itu tidak baik.

Hari ini pemaknaan antara hemat dan pelit berada di ambang batas yang tak nentu. Kadang tumpang tindih, bahkan lebih sering orang pelit berkedok hemat. Bagaimanapun, pelit tetap saja pelit yang dalam pandangan agama tidak baik. Padahal, menjadi manusia harus saling berbagi dengan sesama. Penting diingat, kita hidup di muka bumi tidak sendirian. Ada banyak orang di sekitar kita yang butuh uluran tangan.

Membantu sesama itu susah

Oke, mungkin Anda termasuk orang berkecukupan. Makan tidak pernah kurang bahkan sering mubazir. Tepat pada saat yang sama, tidak jauh dari bumi tempat kita berpijak, ada banyak orang yang masih khawatir besok tidak makan. Tidak sedikit orang yang bisa makan sehari dua kali sudah bersyukur sampai pada langit ketujuh. Keadaan sosial yang demikian, menuntut kita untuk peka. Apalagi bentuk kesalehan tidak hanya ritual semata, ada juga kesalehan sosial.

Faktanya, tidak banyak orang yang dengan mudah mengulurkan tangannya terhadap sesama. Kita lebih sering menghabiskan uang untuk kepentingan konsumsi pribadi daripada berbagi. Kita lupa seolah-olah tidak ada orang di sekeliling yang butuh uluran tangan. Padahal, menurut K.H. Anwar Zahid, agar kita mendapat rahmat Allah, salah satu caranya adalah dengan menolong orang lemah. Kasih sayang Allah diberikan pada orang yang sudah membantu orang lemah.

Ketika tampak tetangga kesusahan, melihat tetangga butuh pinjaman uang, pada titik itulah kita harus turun tangan. Hal tersebut sebagai manifestasi dari sikap menolong orang-orang lemah itu tadi. Dengan membantu orang lemah, fakir miskin, yatim, duafa, pasti Allah akan memberikan rizki yang banyak sebagai gantinya. Hitung-hitungan seperti ini yang luput dari perhitungan matematis manusia.

Doa orang miskin menembus langit

Mengapa hal itu bisa terjadi? Kekuatan doa orang yang miskin dan orang yang kita bantu. Kata K.H. Anwar Zahid, orang yang kaya memang punya banyak duit, tapi doanya tumpul. Beda sama orang melarat yang memang tidak punya duit, namun doanya bisa nembus langit. Karena itu, ketika seseorang menyenangkan orang yang sedang susah, maka ia akan didoakan balik. Doa tersebut yang sampai kepada Allah dan kemudian kembali kepada si pemberi.

Ditambah, orang yang mau berteman dengan orang susah akan mendapat pahala. Sebab, orang melarat susah nyari teman, beda dengan orang kaya yang banyak temannya. Kedua, orang melarat kalau ditemani dan didekati akan senang. Karena itu tadi, sedikit orang yang mau berteman dengan orang melarat. Maka, ketika Anda membuat orang senang akan mendapat pahala. Beda sama orang kaya yang kalau ditemani justru khawatir, maksudnya, khawatir duitnya dipinjam.

Baca Juga:

Ceramah K.H. Anwar Zahid: Memaknai Kembali Idulfitri agar Tak Dirayakan secara Berlebihan

Parenting menurut K.H. Anwar Zahid: Menuntun, Bukan Menuntut

Lalu, apa manfaat dari berbagi dengan orang yang membutuhkan? Salah satu manfaat dari berbagi dengan orang yang membutuhkan adalah menolak musibah. Seorang yang suka berbagi dengan sesama bisa menolak bala. Karenanya, selain dapat menyenangkan orang sekitar, sedekah juga dapat menghindarkan kita dari musibah. Artinya, musibah dapat ditangkal dengan memperbanyak sedekah.

Tapi, ada satu hal yang sering salah kaprah di dalam bersedekah ini. Tidak sedikit orang di sekeliling kita berpedoman bahwa bersedekah yang terpenting adalah ikhlas. Tidak perlu banyak, asal ikhlas, apa gunanya banyak kalau tidak ikhlas. Prinsip seperti itu yang banyak diamini oleh masyarakat. Tetapi, menurut K.H. Anwar Zahid hal tersebut kurang tepat. Mestinya, ukuran dari sedekah bukan ikhlas tidak ikhlas, tapi pantas tidak pantas.

Sedekah sesuai kepantasan

Kepantasan itulah yang menjadi ukuran dari sedekah. Maksud dari kepantasan tersebut adalah sesuai dengan kadar kemampuannya, bukan ikhlas atau tidaknya. Orang miskin dan orang kaya mempunyai kadar kepantasan masing-masing. Keduanya tidak bisa disamakan dalam hal ini, karena kemampuan keduanya dalam bersedekah pasti berbeda. Karena berbeda kemampuannya, maka tingkat kepantasannya juga pasti berbeda.

Orang kaya sepantasnya dan semampunya bersedekah 100 ribu, ya harus memberi segitu. Orang miskin mampu sedekah 10 ribu, ya jangan memaksakan sedekah 100 ribu. Kalau memaksakan itu namanya, bukan kepantasan. Jadi, sekarang ukurannya bukan lagi perihal keikhlasan, tapi kepantasan. Ingat, kepantasan! Kalau ukurannya keikhlasan, pasti banyak orang yang mampu tapi memberi tidak pantas. Nanti alasannya; yang penting kan ikhlas.

Maka, alasan “yang penting ikhlas” itu perlu dibuang jauh-jauh. Alasan semacam itu hanya sebagai alibi bagi orang mampu yang kikir dan pelit sedekah dengan nominal banyak. Kalau tidak percaya, coba lihat orang yang sering bilang seperti itu, pasti pantatnya item! 

Penulis: Moh. Rofqil Bazikh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Benarkah Kamu Merindukan Ramadan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2023 oleh

Tags: Ikhlask.h. anwar zahidkikirpantassedekah
Moh. Rofqil Bazikh

Moh. Rofqil Bazikh

Seorang mahasiswa Magister Islamic Studies yang tengah menempuh jalan pulang menuju pemikiran yang autentik. Setelah melewati fase dialektika liberal, ia kini sampai pada kesadaran kritis untuk mendekonstruksi narasi-narasi Barat yang selama ini dianggap sebagai kebenaran mutlak

ArtikelTerkait

bisnis kontrakan

Orang Bisnis Kontrakan kok Disuruh Ikhlas, Memangnya Lagi Buka Pengungsian?

5 November 2021
doa anak yatim diijabah menyantuni mengasihi merawat anak yatim kewajiban muslim mojok.co

Menyantuni Anak Yatim agar Doa Pribadi Terkabul, kok Terasa Salah ya?

31 Maret 2020
Hidup Bahagia ala K.H. Anwar Zahid: Bahagia Bukan Hanya Milik Orang Kaya

Hidup Bahagia ala K.H. Anwar Zahid: Bahagia Bukan Hanya Milik Orang Kaya

31 Maret 2023
berbenah

Belajar Ikhlas dari Berbenah ala Marie Kondo

3 Mei 2019
Penyakit Orang Berbuat Baik menurut K.H. Anwar Zahid

Penyakit Orang Berbuat Baik menurut K.H. Anwar Zahid

4 April 2023
Ternyata, Sedekah Berpotensi Menunjukkan Keegoisan Kita

Ternyata, Sedekah Berpotensi Menunjukkan Keegoisan Kita

27 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.