Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Tobat

4 Tips agar Mayit Tidak Depresi dan Cepat Beradaptasi di Alam Kubur

Maulidya Fajrin oleh Maulidya Fajrin
21 Oktober 2023
A A
4 Tips agar Mayit Tidak Depresi dan Cepat Beradaptasi di Alam Kubur

4 Tips agar Mayit Tidak Depresi dan Cepat Beradaptasi di Alam Kubur (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mayit yang ada di alam kubur pun butuh ketenangan. Dalam artikel ini, akan saya beri beberapa cara agar mereka tenang dan bisa beradaptasi

Kita hanya punya dua pilihan, ditinggalkan atau meninggalkan. Tidak hanya yang ditinggalkan yang bisa merasakan kesusahan, kesedihan, bahkan depresi, yang meninggalkan pun demikian. Bahkan, yang dirasakan akan jauh lebih susah daripada kita yang ditinggalkan. Kita masih enak, masih banyak bertemu dengan orang di sekitar kita peluk dikala butuh tempat untuk meluapkan kesedihan.

Lain halnya dengan mereka yang meninggalkan. Mereka akan meninggalkan semuanya tanpa mengajak siapapun bahkan istri dan anak-anaknya. Ya, mereka benar-benar sendiri di tempat yang benar-benar gelap, sunyi, dan sepi tanpa bisa meluapkan hal baru yang dia rasakan kepada siapapun. Padahal perpindahan alam dari dunia ke akhirat itu tidak semudah itu.

Sama persis seperti di alam dunia, yang namanya pindah tempat itu pasti butuh penyesuaian. Kita akan mengalami masa-masa sulit pada awal pindah. Mulai dari tempat yang kurang nyaman atau dari kondisi sosial masyarakatnya yang berbeda dengan tempat tinggal kita sebelumnya. Di mana pun itu, kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Bahkan, di alam kubur sekalipun kita harus bisa beradaptasi.

Bagaimana rasanya pindah alam? Jelas, perbedaan kondisi alam antara alam dunia dan alam kubur membuat mayit sulit untuk beradaptasi. Masa-masa paling sulit yang dialami oleh mayit adalah pada saat dia dikuburkan. Terutama di jam yang sama selama 40 hari. Bagi kita, di dunia masih enak. Tidak kerasan di salah satu tempat bisa pindah lagi. Mereka yang berada di alam kubur sudah tidak bisa melakukan apa-apa meskipun hanya sekadar mengatur posisi agar tidurnya enak.

Terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka cepat beradaptasi dengan alam barunya. Bukan dengan mendengar keluh kesahnya, melainkan dengan cara seperti sebagai berikut:

Bacakan Surat Yasin sebanyak tiga kali setiap hari selama 40 hari

Saya nggak bercanda. Surat ini, bisa bikin mayit tak depresi dan cepat beradaptasi. Yang belum diketahui orang hanya, pastikan selalu baca surat Yasin di jam yang sama, setiap hari, selama 40 hari.

Surat Yasin adalah surat yang ampuh untuk mengatasi semua permasalahan. Yasin memang identik dengan orang yang meninggal. Caranya adalah dengan datang langsung ke pemakaman lalu duduk di sebeleah barat makam dengan menghadap ke timur kemudian bacakan surat Al-Fatihah tujukan untuk Kanjeng Nabi (tawassul) dan mayit yang ingin dituju. Lanjutkan dengan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dan tutup dengan do’a agar mayit diampuni dosanya dan dilapangkan kuburnya. Dengan demikian kita akan membantunya di alam kubur agar cepat bisa beradaptasi dengan kondisi.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Bacakan Fida’

Bacaan fida’ ada dua macam. Salah satunya yang sering dipakai adalah membaca surat Al-Ikhlas atau Qulhu sebanyak 100.000 kali. Hal ini sering dilakukan oleh warga desa. Mereka meyakini sesuai dengan keterangan dari guru mereka, membaca fida’ akan membebaskan mayit dari siksa kubur.

Fida’ dibaca bersama-sama agar bisa mencapai jumlah yang diinginkan. Pembacaan fida’ biasa dilakukan 7 hari setelah isya dilakukan bersama warga sekitar. Caranya hampir sama dengan cara baca surat Yasin, yakni diawali dengan tawasul kemudian fida’ dan diakhiri dengan do’a.

Bacakan Tahlil

Berbeda dengan bacaan fida’. Kalau tahlil biasanya dilakukan ketika 40 hari, 100 hari atau dalam budaya Jawa namanya pendak 1, 200 hari atau pendak 2, dan 1000 hari (sewon-sewon) setelah kematian. Karena bacaannya cukup panjang, kalian bisa cari di google dengan kata kunci “bacaan tahlil”. Sama seperti fida’ dan Yasin, tawassul dan doa tidak boleh tertinggal untuk mendoakan mayit. Tawassul itu sangat penting sebagai katrol untuk melangitkan do’a agar sampai tujuan dengan selamat.

Bawakan bunga

Tidak hanya orang yang masih hidup suka dibawakan bunga, mayit pun demikian. Filosofinya langsung dari kanjeng Nabi. Ceritanya, dulu Ketika kanjeng Nabi melewati salah satu pemakaman, Beliau mendengarkan suara jeritan tangisan dari dalam kubur. Seketika Nabi mengambil pelepah kurma lalu di letakkan di atas kubur tersebut. Tak lama kemudian jeritan tangisan yang tadi terdengar berangsur-angsur mereda. Karena di Indonesia tidak ada pelepah kurma, orang Indonesia menggantinya dengan bunga.

Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan ketika kita bingung apa yang harus kita lakukan ketika ditinggalkan oleh orang tersayang. Daripada sedih berkepanjangan lebih baik lakukan sesuatu yang bisa membantu mereka cepat beradaptasi di alam kubur.

Penulis: Maulidya Fajrin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tipe-tipe Orang yang Hadir dalam Tahlilan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2023 oleh

Tags: alam kuburmayitsurat yasin
Maulidya Fajrin

Maulidya Fajrin

Santri dari Malang. Tertarik dengan jurnalistik sejak menempuh S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah di Universitas Negeri Malang. Pemerhati islam dari sudut pandang pondok pesantren salaf.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.