Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Apa Itu Fase Falik pada Anak dan Cara Menghadapinya

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
8 November 2022
A A
Mengenal Fase Falik pada Anak dan Tips Menghadapinya Terminal Mojok

Mengenal Fase Falik pada Anak dan Tips Menghadapinya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi orang tua memang nggak pernah mudah. Di setiap tahapan tumbuh kembang anak, pasti ada saja tantangannya. Hal ini sering kali bikin para orang tua yang kurang membekali diri dengan ilmu parenting jadi bingung. Tak jarang, orang tua malah ikutan sewot sendiri menghadapi rengekan buah hatinya yang nggak kunjung diam. Maka nggak heran kalau sampai muncul istilah “terrible two” atau “threenager” yang menggambarkan tingkat kesukaran mendidik anak yang mau nggak mau kudu dijalani orang tua di setiap fase pertumbuhan anak.

Mulai dari drama menyusui, lika-liku MPASI, hingga perkembangan motorik kasar dan halus kerap bikin orang dewasa—khususnya para orang tua baru—menjadi was-was. Eh, ternyata ada suatu masa lain yang juga bikin orang tua overthinking, lho. Tahapan perkembangan anak tersebut dinamakan dengan fase falik. Nah, supaya nggak terlampau panik dan salah menanganinya, alangkah baiknya kita mengenal apa itu fase falik dan bagaimana cara mengatasinya.

Sebagai manusia, tentu anak mengalami apa yang dinamakan perkembangan dan pertumbuhan. Hal tersebut tak lepas dari perkembangan psikoseksual yang wajar dialami oleh setiap manusia normal. Dalam teorinya, Sigmund Freud yang merupakan ahli dan pendiri aliran psikoanalisis dari Austria, membagi sejumlah tahap perkembangan anak. Secara garis besar, tahapan tersebut terdiri dari fase oral, fase anal, fase falik, fase laten, dan fase genital.

Fase falik ini terhitung jarang disinggung di Indonesia. Mungkin karena tahap perkembangan ini terlihat sebagai sesuatu yang nggak lazim lantaran pada beberapa anak ditemukan fakta bahwa mereka senang memainkan alat kelaminnya. Peristiwa ini biasanya terjadi ketika anak berusia sekitar 3 sampai 6 tahun.

Pada kisaran umur tersebut, anak mulai belajar bahwa ia menemukan kesenangan dari kegiatan menstimulasi alat kelaminnya. Hal ini biasa dilakukan anak dengan menyentuh ringan, menghimpit kedua kakinya, maupun menggesekkan alat kelamin miliknya dengan benda lain.

Sekilas, penjelasan tersebut terdengar menakutkan. Terlebih pendidikan seksual sejak dini masih belum banyak menjamah seluruh lapisan masyarakat sehingga tak sedikit yang masih menganggap pelajaran seksual tersebut tabu. Nyatanya, perilaku tersebut merupakan hal yang lumrah karena artinya seorang anak telah mampu mengerti perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari segi fisik. Namun, tentu saja orang tua tetap harus menaruh perhatian akan tindakan anak tersebut agar nggak berlanjut menjadi kebiasaan yang buruk.

Satu hal yang perlu menjadi catatan, bahwa perilaku anak tersebut bukan didasarkan pada hasrat seksual sebagaimana yang mungkin dialami oleh orang dewasa. Yang terjadi adalah anak tengah mengalami masa di mana mereka memiliki rasa ingin tahu serta mengeksplorasi tubuhnya.

Anak-anak membutuhkan nama untuk setiap bagian tubuhnya. Makanya penting bagi orang tua untuk menyebutkan nama alat kelamin yang benar seperti vagina untuk anak perempuan dan penis untuk anak laki-laki, bukannya mengganti dengan istilah yang aneh-aneh seperti titit atau burung. Di samping itu, cara lain untuk menghadapi anak yang tengah mengalami fase falik adalah sebagai berikut:

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

#1 Kulik dulu penyebabnya

Langkah pertama adalah cari dulu akar permasalahannya. Sebab, ada kemungkinan di mana si kecil bukan mencari rasa senang dari memainkan alat kelamin mereka. Bisa saja saat itu anak sedang merasa gatal di area tersebut yang bisa ditimbulkan karena ada benda asing, ruam, atau rasa tak nyaman akibat celana dalam yang bukan berbahan baku serat natural. Namun, apabila nggak ada keanehan secara kasat mata, akan lebih baik jika anak segera diperiksakan ke dokter untuk penanganan yang tepat jika ternyata rasa gatal tersebut dipicu oleh adanya infeksi jamur.

#2 Jangan keburu teriak dan marah

Reaksi terkejut dengan berteriak mungkin adalah hal yang paling sering dijumpai. Akan tetapi, manakala melihat anak sedang menstimulasi alat kelaminnya, tahan dulu hasrat untuk menjerit dan marah-marah. Pasalnya, bukannya anak akan bercerita secara terbuka, malahan mereka akan diam seribu bahasa karena telanjur ketakutan. Hal ini disebabkan anak-anak membentuk persepsi bahwa kemarahan orang tua sama artinya dengan mereka melakukan kesalahan.

Lebih berbahaya lagi jika anak secara sembunyi-sembunyi tetap melakukan hal tersebut tanpa sepengetahuan orang tua karena takut dihukum. Lebih baik tanyakan dulu dengan lembut alasan mereka bermain-main dengan area sensitifnya itu.

#3 Jelaskan alat kelamin dengan bahasa yang ringan

Di samping menghindari penamaan alat kelamin dengan kata pengganti yang aneh-aneh, orang tua berperan untuk menjelaskan fungsi dari alat kelamin anak. Tentunya, orang tua harus menyesuaikan bahasa mereka dengan kosakata yang bisa dipahami oleh anak-anak dalam kisaran usia mereka.

Beri tahukan juga bahwa nggak semua orang boleh menyentuh area yang tertutup pakaian dalam untuk menghindari pelecehan seksual terhadap anak. Selain itu, paparkan risiko yang mungkin terjadi kepada diri anak apabila mempunyai kebiasaan menyentuh alat kelaminnya. Misalnya, bisa terkena penyakit kulit maupun kelamin karena tangan dan benda lain yang bersentuhan dengan alat kelamin mereka nggak bersih dan banyak kuman serta bakteri menempel yang tak terlihat oleh mata telanjang.

#4 Alihkan dengan kegiatan lainnya

Supaya nggak keterusan menjadi suatu kebiasaan, tips berikutnya yang dapat dijalankan orang tua adalah dengan mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang jauh lebih bermanfaat. Saat ini, banyak sekali event playdate yang diadakan di berbagai kota untuk mengasah kreativitas anak maupun membuka kesempatan untuk mendapat teman baru.

Akan tetapi, bukan artinya kegiatan tersebut nggak dapat diterapkan di rumah. Orang tua bisa saja membuat anak sibuk dengan melibatkan mereka dalam kegiatan domestik yang dibalut seperti permainan. Misalnya, mengajak anak mengaduk adonan roti seolah sedang mengikuti kelas memasak. Ide lainnya yakni dengan cara membujuk anak supaya bersedia membantu ayah mencuci kendaraan atau menolong ibu menyiram tanaman karena biasanya anak-anak paling suka bermain dengan air.

Itulah sedikit penjelasan mengenai fase falik pada anak dan cara menghadapinya. Menjadi orang tua dan mendidik anak adalah proses belajar seumur hidup. Semoga kita semua bisa melewati proses ini dengan baik. Semoga berhasil!

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Memahami Arti Tangisan Bayi, Calon Orang Tua Mesti Tahu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2022 oleh

Tags: alat kelaminAnakfase falikOrang Tuapendidikan seksual
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

gaya pengasuhan

Gaya Pengasuhan Orang Tua Punya Pengaruh Ke Kepribadian Kita

21 Oktober 2019
Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu terminal mojok.co

Kalau Jakarta Punya PSBB, Ayah Protektif Punya PABB: Pembatasan Asmara Berskala Besar

15 April 2020
podcast deddy corbuzier, Yang Keliru Deddy Corbuzier Soal Matematika dan Pengetahuan Dasar

Yang Keliru dari Deddy Corbuzier Soal Matematika dan Pengetahuan Dasar

22 November 2019
tukang listrik

Sebuah Kisah Anak Tukang Listrik

20 Mei 2019
5 Rekomendasi Drama Cina Bergenre Romance

Belajar Seksualitas Lewat 3 Drama Korea Ini, Jangan Bokep Terus!

4 Januari 2023
Mendidik Anak Nggak Cuma Soal Menyiapkan Uang, Bund! Terminal Mojok

Mendidik Anak Nggak Cuma Soal Menyiapkan Uang, Bund!

6 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.