Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panjang Umur untuk Senior yang Nggak Baper saat Diledek Balik

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
28 Mei 2020
A A
Panjang Umur untuk Senior yang Nggak Baper saat Diledek Balik maha benar senior

Panjang Umur untuk Senior yang Nggak Baper saat Diledek Balik maha benar senior

Share on FacebookShare on Twitter

Namanya pergaulan pasti akan selalu ada selama kita adalah makhluk sosial. Makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan manusia lainnya, saling menyapa, berbicara, berteman, dan saling meminta bantuan. Selama masih butuh bicara dengan orang lain, kita akan selalu bergaul di mana pun kita berada. Mau di rumah, di sekolah, kampus, sampai di tempat bekerja selalu akan ada pergaulan.

Begitupun dengan saya sebagai manusia yang juga melakukan hubungan sosial. Bergaul adalah cara saya menunjukkan diri sebagai makhluk sosial. Setiap saya menapaki tempat bertemu orang baru, maka saya akan mencoba untuk melakukan interaksi sosial ke setiap orang yang saya ajak kenalan. Bergaul juga menjadi salah satu cara untuk menambah wawasan dan jaringan, loh. 

Namun, yang namanya bergaul itu tetap harus tahu batasan dan sekat-sekat yang mengaturnya. Kita mesti paham dan tahu kalau bergaul itu harus melihat siapa yang kita aja bergaul. Tentu cara bergaul dengan teman yang sebaya berbeda dengan orang yang lebih tua, apalagi yang tuanya seperti orang tua kita atau lebih. Harus lebih sopan, menggunakan kalimat yang tidak kasar, dan harus bertutur kata yang baik. Ada norma yang mengatur. 

Tetapi saya sendiri sering menemui ada beberapa orang yang santai, dan merasa bergaul dengan yang lebih muda tidak perlu terlalu kaku-kaku amat. Berbicara santai dan casual oke saja, tapi kita sebagai yang muda tetap harus paham posisi bagaimana memperlakukan yang lebih tua umurnya. Bukannya apa-apa, selain karena ini masalah sopan santun di sisi lain sopan ke orang lain tidak salah karena membuat orang lain pun segan ke kita.

Saya juga termasuk orang yang santai dan biasa saja masalah pergaulan, nggak mesti tuh kalau ada adik tingkat yang ketemu saya terus salim-salim dan nunduk. Mau ngomong gua-lu juga boleh, nggak mesti juga kalau kumpul duduk lebih rendah dari saya. Saya bukan orang feodal, masih manusia biasa. Yang penting, bebas tapi santun saja. Kepada senior pun demikian, saya walaupun merasa dekat kalau senior itu juga baik saya akan sungkan untuk songong, wqwqwq. 

Saat bercanda pun seadanya saja, atau mau meledek yang batas wajar saja. Tahu tempat, situasi, dan kepada siapa dulu kita meledek. Kalau memang teman dekat, silahkan saja karena biasanya bisa saling balas tanpa sakit hati. Kalau senior bagaimana? Tergantung, kalau senior meledek duluan ya ledek balik. Kalau tidak, ya diam saja dong. 

Masalahnya, mohon maaf ini mah untuk para senior yang suka meledek tapi diledek balik sakit hati alias baper. Kalian nggak asyik, tahu!

Saya tahu, sebagai junior yang baik memang harus sopan dan harus manut saat ada perintah dari senior (ampun senior). Namun, ya harus ada timpal balik yang setara atuh, Bang. Bukannya ngelunjak, kadang-kadang yang suka melakukan hal-hal yang nyebelin dan meledek itu saat dibalikin baper dan ngancem bawa-bawa angkatan. Mohon maaf, kok cemen sih kaya orang kurang kerjaan saja. Sudah besar, lagian angkatan sendiri juga males kalau begitu, Bro. 

Baca Juga:

Kalau Mau Maju, 3 Hal ini Harus Dilakukan oleh Ormawa. Yang Pertama, Stop Dengerin Senior!

Mahasiswa Tua: DO Enggan, Skripsian Tak Mau

Mendingan deh kalau senior macam itu suka jajanin, traktir rokok dan kopi, sama royal saat nongkrong bareng. Masih asyik kalau begitu. Ini mah sudah banyak gaya, banyak lagak, sok pintar dan merasa paling jago (ampun bang jago), ngeremehin saran orang, eh dianya jarang jajanin, atau saat junior butuh bantuan nggak bisa bantuin. Hasshhhh, ari maneh tong loba gaya kehed.

Untuk senior-senior di luar sana yang masih seperti itu, tolonglah baca tulisan ini dan mikir atuh geura! Capek hati melihat kelakuan, bukannya mikir udah gede masih aja ego ditinggiin. Orang-orang bukannya hormat, nanti wibawa ente yang hilang. Jadi senior yang baik-baik saja, boleh tengil asal santun dan baik juga ke junior. Jangan banyak gaya tapi nggak kongkrit, eling sia teh! 

Teruntuk senior-senior yang baik di luar sana, yang tidak banyak gaya dan konkret, serta tahu cara bergaul dan memperlakukan junior dengan baik, jempol untuk kalian. Panjang umur untuk senior yang meledek, saat diledek balik tidak baper. Intinya, kalau tahu risiko berarti siap dengan konsekuensi. Yang penting mah tahu diri dan etis, euy.

Ampun, Bang. Siap salah. Apa perintah?

BACA JUGA Maha Benar Senior dengan Segala Firmannya dan tulisan Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2020 oleh

Tags: juniorkakak tingkatsenior
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Panjang Umur untuk Senior yang Nggak Baper saat Diledek Balik maha benar senior

Maha Benar Senior dengan Segala Firmannya

16 Agustus 2019
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Kalau Mau Maju, 3 Hal ini Harus Dilakukan oleh Ormawa. Yang Pertama, Stop Dengerin Senior!

19 Februari 2024
modus pdkt

Modus PDKT Ala Senior Kampus yang Harus Diperhatikan Mahasiswa Baru Ketika Ospek

15 Agustus 2019
Aliran-Aliran Senior Organisasi Eksternal yang Betul-Betul Harus Dihindari

Aliran-Aliran Senior Organisasi Eksternal yang Betul-Betul Harus Dihindari

22 Februari 2020
mahasiswa tua grup whatsapp MOJOK.CO

Mahasiswa Tua: DO Enggan, Skripsian Tak Mau

6 September 2022
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Kenapa Prestasi Tim Nasional Sepak Bola Junior Lebih Baik ketimbang Senior?

2 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut Terminal

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

10 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.