Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Merawat Mobil yang Jarang Dipakai Gara-gara Pandemi

Rulli Rachman oleh Rulli Rachman
26 Mei 2020
A A
panduan merawat mobil selama pandemi bengkel mojok.co

panduan merawat mobil selama pandemi bengkel mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi Covid-19 ini memang cukup banyak efeknya. Salah satunya adalah pola kerja. Hampir seluruh perusahaan kini menerapkan sistem work from home (WFH). Seluruh pekerjaan yang tadinya dilakukan di kantor seperti mengirim email, membuat laporan bulanan, komunikasi dengan pelanggan, bikin kopi dan rokokan tiap satu jam, Facebook-an & YouTube-an, sekarang semuanya dilakukan dari rumah. Tidak perlu pergi ke mana-mana, cukup duduk manis depan laptop. Terserah lokasi kerjanya di mana, bisa di depan kolam ikan (kalau punya), atau di taman belakang yang luas dengan hamparan rumput hijau sambil pamer foto sistem hidroponik dengan caption dahsyat “siap revolusi pangan mandiri” (kalau punya juga).

Otomatis biaya transportasi akan menurun drastis karena si karyawan tidak perlu pergi ngantor. Yang perlu diwaspadai adalah penggunaan kendaraan seperti mobil. Konsumsi bahan bakar (bensin) memang akan lebih hemat karena mobil jarang digunakan. Tapi ada beberapa hal yang perlu dilakukan terkait dengan perawatan mobil. Berikut saya jelaskan panduan merawat mobil yang jarang digunakan karena imbauan #dirumahaja.

Panduan merawat mobil selama pandemi #1 Rutin dipanasin

Yang utama adalah jaga kondisi mobil Anda tetap dalam kondisi aktif. Walaupun tidak digunakan untuk bepergian, nyalakan mesinnya minimal tiap 2-3 hari sekali. Apa pun jenis mobilnya; mobil bekas, mobil baru, mobil-mobil yang disebutkan oleh Nazan si petugas kebersihan dalam cerpen karya Selahattin Demirtas, politikus Turki yang sedang ditahan di Penjara Keamanan Tertinggi tipe F oleh rezim Erdogan dan dituntut dengan hukuman 183 tahun penjara (ya, Anda tidak salah baca. Seratus delapan puluh tiga tahun!), atau mobil yang digunakan youtuber begundal tukang nge-prank, semuanya harus dipanaskan kalau sudah lama tidak digunakan.

Catatan: Tidak perlu manasin mobil tiap hari karena tentu saja akan membuang bahan bakar. Meskipun saat ini harga minyak dunia nyungsep sampai negatif, bukan berarti Anda boleh boros bensin. Kecuali Anda anak sultan, bebas.

Dengan teknologi sekarang, mobil tidak perlu dipanaskan tiap hari. Tujuan dari memanaskan mesin salah satunya adalah supaya oli bersirkulasi dengan baik. Mobil tahun ’90-an ke atas biasanya sudah dilengkapi dengan valve adjuster sehingga oli dari atas tidak akan turun ke bak penampungan saat mesin dalam keadaan off.

Panduan merawat mobil selama pandemi #2 Sesekali buka kap mobil

Selain untuk periksa level oli, sebaiknya memang sesekali kita buka kap mesin. Tujuannya ya untuk memeriksa kondisi dalam kap mesin, apakah ada kebocoran oli yang terjadi, atau air radiator kurang, dan sebagainya. Termasuk juga untuk cek apakah bagian dalam kap mesin sudah jadi sarang makhluk tertentu. Banyak kasus ditemukan tikus bersarang dalam kap mesin. Rutin memanaskan mobil niscaya bisa mengusir hewan yang hanya terlihat lucu di film Ratatouille tersebut.

Ada hal lain yang perlu Anda lakukan ketika membuka kap mesin. Yakni memeriksa kondisi accu (aki). Kalau Anda menggunakan aki basah, pastikan kandungan airnya masih berada dalam batas normal. Selain itu pastikan aki Anda masih dalam rentang umur operasi yang aman. Umur aki basah biasanya sekitar 2 tahun, tergantung pemakaian. Jangan sampai kejadian seperti yang saya alami.

Saat PSBB resmi diterapkan di kota Bandung, mobil saya nongkrong di garasi selama hampir dua minggu. Selain itu, umur aki mobil saya sudah lewat dari 2 tahun. Apes. Ketika istri minta diantar pergi ke supermarket (untuk membeli sembako yang menipis, bukan untuk membuktikan kalau supermarket justru tambah ramai ketika PSBB diterapkan), mesin mobil tidak bisa di-start. Wajah saya pucat seketika. Bukan karena istri yang cemberut menunggu, tapi karena membayangkan bahwa saya harus merogoh kocek demi aki mobil baru ketika jatah THR masih belum jelas penampakan hilalnya.

Baca Juga:

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

Panduan merawat mobil selama pandemi #3 Ingat-ingat kapan terakhir nyervis AC

Hal yang penting lainnya adalah selalu ingat-ingat betul kapan terakhir Anda servis AC mobil. Kalau sirkulasi udara di dalam kabin sudah mulai kurang dingin, itu pertanda AC mobil Anda harus diperiksa.

Gejala kerusakan AC mobil Avanza kesayangan saya muncul nyaris bersamaan dengan munculnya pasien pertama positif terinfeksi corona di Indonesia. Bedanya, saya cemas, menanggapi serius gejala yang muncul tersebut dan tahu bahwa AC mobil saya tidak akan (((sembuh dengan sendirinya))).

Saat itu, saya tengah menempuh perjalanan pulang dari Jakarta menuju ke Bandung. Selepas istirahat di rest area KM 72, tiba-tiba AC mobil menghembuskan hawa panas. Padahal sebelumnya baik-baik saja. Setelah memastikan bahwa rest area tersebut bukan termasuk daerah mistis yang sering dibicarakan orang, saya langsung paham kalau AC saya rusak.

Esok harinya saya bawa mobil ke bengkel. Setelah dicek, kompresor AC divonis rusak dan harus diganti. Teknisi bengkel mengatakan kalau oli kompresor sudah mengering. Berbekal ijazah sarjana teknik mesin yang saya sandang, ditambah dengan nada suara yang dibuat berwibawa penuh prasangka, saya minta si teknisi untuk membongkar kompresor AC tersebut.

Benar saja, oli dalam kompresor terlihat mengering dan beberapa spot permukaannya sudah tergerus (aus). Apalagi ditambah sisa-sisa oli menunjukkan partikel-partikel kecil (geram) sebagai penanda keausan sudah cukup parah. Seketika perut saya mual. Saya cuma bisa terdiam. Sebagai informasi, pekerjaan saya saat ini salah satunya adalah menganalisis hasil pengujian pelumas mesin-mesin industri, mesin kapal, dan alat berat. Dalam laporan teknis, saya sering menulis, “Keausan logam sudah melewati batas normal, indikasi telah terjadi keausan pada komponen gear, bearing, shaft. Rekomendasi: periksa komponen yang terindikasi mengalami kerusakan.”

Saya shock. Saya tak menyangka kalau kasus yang sering saya analisis ternyata menimpa diri saya sendiri.

“Lamun AC mah, da emang kudu rutin dicek, Kang. Oh ya, ari si akang gawe di mana kitu?” (Kalau AC sih, memang harus rutin dicek, Mas. Oh ya, Mas-nya kerja di mana sih?) tanya si teknisi memecah keheningan.

“Oh … saya kerja di Jakarta, Kang, di Laboratorium. Laboratorium buat tes oli. Tapi oli mesin-mesin gede sih, bukan mesin mobil biasa,” jawab saya lirih. Saking lirihnya, mungkin kalah dengan deru suara jalanan depan bengkel.

Saat ini kondisi mobil saya dalam keadaan prima. Aki baru ganti, AC sudah diperbaiki. Sangat ideal untuk pulang kampung mudik. Sayangnya, hal itu tak mungkin diwujudkan dalam waktu dekat. Padahal, yang saya suka dari perjalanan mudik adalah merayakan kesunyian ketika seluruh anggota keluarga lelap tertidur, saat mobil memasuki perbatasan antarprovinsi di pagi hari, kemudian radio sedang memutar genre campursari sebagai penanda pergantian kode telepon antarwilayah. Lalu terdengar sayup-sayup suara vokal yang tak asing di telinga,

“Sewo kuto uwis tak liwati, sewu ati tak takoni….”

Ah, saya jadi sedih lagi…. 🙁

BACA JUGA All-New Nissan Terra: Lebih Murah dari Pajero Sport dan Fortuner, Fitur Tetap Lengkap dan Wah dan tulisan Rulli Rachman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2020 oleh

Tags: mobilwabah corona
Rulli Rachman

Rulli Rachman

Konsultan strategi perawatan mesin dan suka meracik hal itu jadi bahan tulisan.

ArtikelTerkait

Betapa Nggak Tahu Dirinya Orang yang Belajar Nyetir Mobil di Jalan Raya Jam 7 Pagi. Udah Bahaya, Bikin Pengendara Lain Emosi pula!

Betapa Nggak Tahu Dirinya Orang yang Belajar Nyetir Mobil di Jalan Raya Jam 7 Pagi. Udah Bahaya, Bikin Pengendara Lain Emosi pula!

25 Oktober 2023
8 Kendaraan yang Paling Cucok untuk Dijadikan Food Truck terminal mojok.co

8 Kendaraan yang Paling Cucok untuk Dijadikan Food Truck

4 November 2021
indonesia di jurang resesi kuartal 3 2020 mojok.co

Maaf, Ada Kabar Buruk: Indonesia Diprediksi Alami Resesi pada Kuartal 3 Ini

26 Juli 2020
petasan mercon ramadan rindu cara main anak kompleks beli dilarang mojok

Cara Anak Kompleks Mengadakan Pesta Mercon selama Ramadan

27 April 2020
Tak Hanya Nmax, Pengendara Mobil LCGC Tak Kalah Menyebalkan di Jalanan terminal mojok.co

Pengalaman Ikut Kursus Mengemudi Mobil, Antara Perlu dan Nggak Perlu-Perlu Amat

19 November 2020
isi bahan bakar kendaraan mojok

Menggoyang Kendaraan Saat Isi Bahan Bakar Itu Berbahaya dan Nggak Berguna, Bos!

20 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.