Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Menggunakan Tinder dan Aplikasi Sejenis untuk Pemula

Riyanto oleh Riyanto
11 Desember 2020
A A
Panduan Menggunakan Tinder dan Aplikasi Sejenis untuk Pemula terminal mojok.co

Panduan Menggunakan Tinder dan Aplikasi Sejenis untuk Pemula terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu pas zaman saya SMP, saya mbribik cemceman itu pakai surat cinta dan puisi-puisi sok romantis. Oh, nggak kelupaan pakai tukeran biodata juga, lengkap dengan makanan favorit, minuman favorit, bahkan band favorit.

Mentok kalau mau agak romantis ya kirim-kirim salam lewat program radio, sambil tak lupa ngucapin semoga PR-nya cepat selesai, cepat bobok, dan tak lupa mimpiin aku.

Iya, dulu tampak sangat simpel dan mudah. Akan tetapi, semuanya berubah saat tahun demi tahun berganti. Bagi muda-mudi yang gampang insekyur dan nggak percaya diri, mbribik lawan jenis itu adalah petaka. Makanya banyak yang mencoba mencari cara gimana caranya mbribik yang paling efektif.

Acara TV Take Me Out Indonesia hadir menjawab keresahan muda-mudi untuk urusan cari mencari jodoh. Sayangnya, acara tersebut hanya menjangkau kalangan menengah ke atas. Klan pemuja angkringan dan hidup di kos-kosan dengan ruangan 3×3 nggak bakal bisa ikutan Take Me Out.

Ada satu alternatif lainnya yaitu ngirim iklan di koran. Iya, ada rubrik khusus yang isinya cari jodoh. Minimal kalau nggak ada rubrik khusus, ya, bakal nyempil di bagian iklan baris. Biasanya menyertakan nama, usia, agama, pekerjaan, nomor HP, kadang foto juga. Harapannya ada pembaca iklan itu dan iseng menghubungi, ngobrol-ngobrol, kopi daratan, terus jadian. Apakah cara ini efektif? Saya punya teman yang justru ketipu karena menghubungi iklan cari jodoh. Pas udah kopi daratan, eh malah ditawarin MLM.

Namun itu dulu, saat segalanya masih primitif. Sekarang segala-galanya berubah digital, pun dengan urusan cari jodoh. Saat ini banyak platform yang bisa bantu nyari jodoh. Di Twitter, setiap malam minggu pasti ada biro jodoh, meski saya kok ragu mereka yang ikutan beneran nyari jodoh. Saya lebih yakin mereka ngejar hadiah saldo GO-PAY, OVO, atau entah apa itu lagi jenis dompet digital lainnya.

MiChat juga datang untuk urusan hubungan lelaki dan perempuan. Meski aplikasi ini justru kerap dimanfaatkan buat para perempuan pemuas nafsu menjajakan dirinya. Saya sempat nginstall MiChat, nyari-nyari, ngechat, dan langsung saya hapus itu aplikasi karena khawatir terjadi hal-hal yang diinginkan. Iya, diinginkan.

Platform yang lantas populer saat ini adalah Tinder. Itu loh, yang nampilin banyak foto mas-mas dan mbak-mbak yang nyari pasangan. Kalau di-swipe kanan artinya tertarik, kalau swipe kiri artinya nggak tertarik. Iya, mencari jodoh udah kayak nyari video bokep, yang penting fisiknya oke, maka dicomot. Kalau kebetulan yang di-swipe kanan itu swipe kanan foto kita juga, terjadilah match. Kalau udah match, bisa lanjut ngobrol, haha hihi, ketemuan, ngedate, terus ngedot. Eh, nggak, ding.

Baca Juga:

5 Destinasi di Semarang yang Cocok untuk Jomblo buat Menangis

Stop Komersialisasi Perselingkuhan, Kasihan Para Jomblo!

Saya sendiri pernah iseng meng-install Bumble, semacam Tinder tapi masih kurang populer dan mencoba menyelami dunia per-swipe-swipe-an itu. Pertama, saya bikin akun dulu dan pasang foto (yang menurut saya) terbaik, barulah saya mulai nyari mbak-mbak di aplikasi itu. Seorang teman merekomendasikan agar asal swipe kanan semuanya tanpa pandang bulu biar peluang match-nya juga banyak. Setelah terjadi match, barulah diseleksi mana yang terlihat oke. Akan tetapi, saya menolak keras saran itu, karena sama saja memberi harapan palsu kepada siapa saja yang sudah swipe kanan ke saya. Biarlah urusan swipe kanan memang karena tertarik. Supaya kalau match ya sudah nggak perlu nyeleksi lagi, tinggal ngobrol dan mbribik saja.

Saya lebih suka nyeleksi di awal dan tinggal nunggu hasilnya apakah ada yang match atau nggak. Kalau ada, eksekusi. Kalau nggak ada, ya cari yang lain lagi.

Saran dari teman saya yang lain lebih nggateli lagi. Dia, sebut saja Kampret, menyarankan buat masang foto pria tampan buat menarik perhatian. Kampret sendiri pernah melakukannya, dan berhasil mbribik banyak perempuan dan sampai lama berhubungan. Kampret menggunakan foto pria tampan yang didapatnya entah di Google atau Instagram atau mbuh dari mana, lantas banyak yang match. Setelah itu, dia bakal menggunakan skill mbribiknya yang luar biasa biar si cewek nyaman. Setelah terlanjur nyaman dengan obrolan, barulah beberapa hari atau minggu kemudian Kampret ngaku kalau foto yang dia pasang itu palsu. Hasilnya apa? Ada yang kecewa dan cabut. Ada juga yang bertahan karena kadung nyaman.

Akan tetapi, saya menolak menggunakan trik itu karena lagi-lagi pasti bikin kecewa. Dan saya yakin, banyak dari kubu cewek juga kerap melakukan hal yang sama. Mereka menggunakan foto cewek cakep nan glowing buat menarik perhatian biar banyak yang match. Sayangnya, kadang ada yang kurang lihai melakukannya. Saya banyak menemui cewek dengan foto artis Korea, bahkan ada yang menggunakan foto Hinata Hyuga. Anjeeeng, siapa pula yang bakal swipe kanan akun yang fotonya Hinata Hyuga? Naruto Uzumaki? Yakali Naruto juga mainan Tinder. Lagian bisa geger kalau Naruto nemuin foto istrinya di platform Tinder. Bisa berantakan rumah tangga mereka.

Makanya, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya memilih menggunakan foto saya apa adanya saja dan biarkan para cewek menentukan mau swipe kanan atau kiri. Saya sendiri pasang foto lebih dari satu karena saya sendiri sering ragu kalau nemu cewek yang fotonya cuma satu. Kayak… meragukan gitu.

Kalau fotonya lebih dari satu dan memang terbukti menarik, barulah di-swipe kanan. Urusan dianya swipe balik apa nggak, sih, bodo amat, ya. Yang penting milih dulu. Kalau ternyata berhasil match, ya giliran saya menggunakan skill mbribik yang lumayan mumpuni.

Yang pasti untuk urusan Tinder dan aplikasi sejenis, hanya dibutuhkan salah satu dari dua hal berikut, yaitu paras bagus atau skill mbribik yang bagus. Lebih geger kalau punya kedua-duanya. Jadi bagi yang terlahir memang nggak terlalu berparas oke kayak saya, sudah waktunya untuk mendalami skill mbribik agar urusan jodoh menjadi lancar.

BACA JUGA Kenapa sih kok Harus Malu Kalo Kepergok Main Tinder? dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2020 oleh

Tags: biro jodohJombloTinder
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

mak comblang

Berkurangnya Fungsi dan Peran Mak Comblang Pada Masa Kini

13 Juni 2019
Buku ‘Men Are From Mars, Women Are From Venus’ Menyadarkan Kesalahan Para Jomblo terminal mojok

Buku ‘Men Are From Mars, Women Are From Venus’ Menyadarkan Kesalahan Para Jomblo

11 Maret 2021
witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Wajar Saya Bucin, wong Saya Lama Jadi Jomblo

2 Februari 2021
Cara Menghindari Masalah Selama Pacaran Adalah Tidak Usah Pacaran

Cara Menghindari Masalah Selama Pacaran Adalah Tidak Usah Pacaran

7 Maret 2020
Menjustifikasi Jones pada Para Pengguna Aplikasi Pencari Jodoh adalah Tindakan Naif Belaka

Menjustifikasi Jones pada para Pengguna Aplikasi Pencari Jodoh Adalah Tindakan Naif Belaka

9 Desember 2019
membuli jomblo

Suka Membuli Jomblo, Padahal Hubungannya Sendiri Toksik dan Bikin Melongo

3 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Malas dan Tidak Punya Uang Mojok.co

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.