Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

Nabila Azhari oleh Nabila Azhari
15 Juli 2021
A A
Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Rumah, menurut Anda, definisi rumah itu apa, sih? Apakah sebatas bangunan tempat kita tinggal, tempat kita melepas penat dan lelah, tempat kita melepas beragam topeng atau lebih dari itu? Atau justru definisinya tergantung siapa yang memaknainya? Belakangan ini saya sedang mengikuti sebuah drama Korea bergenre komedi romantis, judulnya Monthly Magazine Home. Saya perhatikan di Twitter memang nggak terlalu banyak orang yang membahas layaknya drama Korea lain, seperti yang saat ini sudah masuk ke season 3 sampai mahasiswa seni si kupu-kupu. Padahal, tayangan ini nggak kalah menarik, lho. Dari drama ini saya jadi tahu ternyata makna rumah itu berbeda-beda dilihat dari kacamata yang berbeda pula.

Drama Korea Monthly Magazine Home menceritakan tentang Na Young-won (Jung So-min) yang berprofesi sebagai editor di sebuah majalah, ia berkeinginan untuk memiliki rumah dan Yu Ja-seong (Kim Ji-seok) sebagai atasannya yang juga seorang ahli di bidang properti. Nggak hanya tentang hubungan keduanya, Monthly Magazine Home juga mengisahkan tiap-tiap insan (sepaket dengan masalah dan keinginannya) yang ada di kantor majalah properti itu.

Nah, salah satu yang menarik dari drama Korea ini adalah penonton disuguhkan cara-cara yang dilakukan Na Young-won untuk bisa membeli rumah impian berdasarkan saran dari Yu Ja-seong, melalui kanal YouTube-nya. Setidaknya sudah ada 5 cara (dari 6 episode pertama) menabung yang juga bisa kita ikuti untuk beli rumah.

Langkah pertama, jangan boros

Rumah bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan selembar kertas, kecuali kalau kertas tersebut merupakan cek bernilai nominal uang yang besar. Maka dari itu, Yu Ja-seong menyarankan untuk jangan boros. Kalau makanan, minuman, atau barang apa pun yang nggak begitu kita perlukan, jangan dibeli. Misalnya, Young-won gemar minum secangkir kopi setiap hari untuk menghilangkan stresnya. Kalau gadis 30 tahun itu tinggal di Jakarta dan membeli kopi di sana, paling nggak uang Rp30.000 akan keluar dari dompet atau dompet digitalnya. Bayangkan jika itu terjadi setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, dan sepanjang tahun. Lumayan, kan, kalau uangnya disimpan demi mempercepat untuk beli rumah impian?

Selanjutnya, bergabung dengan komunitas untuk menemukan rekan

Saya pernah membaca entah di mana, yang pasti kata-kata ini tertanam kuat dalam pikiran saya, yang kurang lebih maksud dari tulisannya begini, “Kalau ingin berjalan cepat, maka jalanlah seorang diri, tapi kalau ingin berjalan jauh, maka jalanlah bersama rekan.” Bagi Young-won, untuk membeli rumah bukanlah sesuatu yang mudah, dia senang kalau ada orang yang mendukungnya meski hanya via komentar di laman situs web komunitas. Boleh jadi, hal yang sama bisa membantu kita-kita ini yang ingin membeli rumah. Lebih mudah lagi kalau ternyata rekannya sudah ada, hihihi.

Kontrol pengeluaran sehari-hari

Yu Ja-seong menyarankan penonton kanal YouTube-nya membuat kalender 10.000 won atau setara dengan kurang lebih Rp130.000 untuk kebutuhan hidup setiap harinya. Hal ini tentu perlu disesuaikan dengan kehidupan kita masing-masing, mengingat latar belakang, kewajiban, dan kebutuhan kita sebagai manusia pasti berbeda-beda.

Pisahkan rekening

Rasanya tips kali ini sudah cukup banyak kita lihat di beranda media sosial (setidaknya sekali) seperti Twitter, Instagram, sampai di TikTok. Kalau di sini, Yu Ja-seong memberi informasi bahwa pembagian rekening itu didasarkan kepada tujuannya. Yang pertama rekening untuk tabungan rumah impian (karena sejak awal semua ini merupakan tips untuk membeli rumah), diisi dengan separuh gajian. Yang kedua untuk biaya hidup, setorkan 30% dari gaji ke rekening ini. Yang terakhir untuk diri sendiri sebesar 20% dari gaji. Lagi-lagi harus digarisbawahi kalau semua ini tergantung latar belakang dan kebutuhan tiap-tiap individu. Na Young-won yang tinggal seorang diri belum tentu sama kebutuhan dan kewajibannya dengan kita, warga di negeri ber-flower yang masih harus membeli masker kala pandemi ini, belum lagi untuk para generasi sandwich. Harap disesuaikan, jangan memaksakan untuk sama persis dengan saran bos majalah properti di drama Korea ini, lho.

Tingkatkan pengetahuan dengan membaca buku

Untuk bisa membeli rumah, ternyata juga perlu pengetahuan seputar properti, caranya ialah dengan mempelajari buku properti. Jangan sampai saat target uang yang telah ditabung tercapai, kita justru salah membeli rumah karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Lokasi dan kondisi rumah hanya salah dua hal yang harus diperhatikan dari sekian banyak komponen lain yang mesti menjadi bahan pertimbangan. Jadi, jangan hanya mengumpulkan uang, tapi juga perlu mengumpulkan pengetahuan.

Baca Juga:

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Sedikit tambahan, akan lebih baik kalau sudah memilih rumah impian mana yang ingin dibeli (atau bisa juga gambaran rumah yang ingin dibangun) sebagai motivasi kita untuk berusaha lebih keras. Layaknya saat tahu ke mana tujuan kaki ini melangkah, tentu akan terasa lebih bersemangat ketika berjalannya agar bisa sampai ke sana. Saya pikir tips menabung ini juga bisa digunakan ketika kita ingin membeli sesuatu selain rumah. Ya, bisa disesuaikan dengan keinginan kita saja pokoknya.

Oh ya, saya rasa di episode lanjutan Monthly Magazine Home juga masih akan ada tips menabung lain yang bisa dilakukan untuk membeli rumah. Kalau tertarik untuk menyaksikan, drama ini tayang setiap Rabu dan Kamis. Kalau nggak tertarik untuk membeli rumah juga tidak apa-apa, kok, untuk ikutan nonton.

Sumber Gambar: YouTube iQIYI K-Drama

BACA JUGA Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: beli rumahdrama koreaKeuangan TerminalMenabungMonthly Magazine HomeTips
Nabila Azhari

Nabila Azhari

Mahasiswi (karena perempuan) Fikom Unpad.

ArtikelTerkait

Alasan Konyol dari Teman Bikin Saya Ogah Nonton Drakor 'Mr. Queen' sampai Sekarang terminal mojok.co

Alasan Konyol yang Bikin Saya Ogah Nonton Drakor ‘Mr. Queen’ sampai Sekarang

4 Maret 2021
5 Manfaat Kecanduan Drakor yang Tak Perlu Diperdebatkan terminal mojok

5 Manfaat Kecanduan Drakor yang Tak Perlu Diperdebatkan

1 Desember 2021
5 Pasutri yang Terjebak dalam Drama Korea yang Salah Terminal Mojok

5 Pasutri yang Terjebak dalam Drama Korea yang Salah

25 September 2022
Hi! School-Love On

Pelajaran Penting yang Bisa Kita Petik dari Drama Korea “Hi! School-Love On”

30 April 2020
Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

7 Februari 2022
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.