Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan agar Berbuat Baik ke Orang Menyebalkan Terasa Mudah

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
20 Oktober 2020
A A
berbuat baik kepada orang menyebalkan damai mojok

berbuat baik kepada orang menyebalkan damai mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam hati, bisa jadi kita membayangkan alangkah indahnya hidup kalau tidak ada orang menyebalkan di dalamnya. Nggak ada yang nge-bully mau se-aneh apapun potongan rambut baru kita, nggak perlu kabur dari arisan keluarga demi menghindar pertanyaan “kapan kawin?”, pun tidak perlu kesel lagi karena ada orang jail yang ngumpetin barang-barang kita, dsb. Ah…Sungguh damai terasa jika dunia ini isinya orang baik semua.

Meski kata pepatah orang nyebelin diciptakan untuk mengajarkan kita tentang makna sabar, tetap saja, siapa sih yang betah bila harus ketemu mereka-mereka itu? Apalagi kalau kelakuannya sudah berulang-kali. Hih. Bikin jari gatel nyetatus “Lagi pengen makan orang, nih!”

Kepada mereka yang menyebalkan itu, kalau punya kesempatan untuk membalas, mungkin delapan dari sepuluh orang memilih untuk membalas. Kalau perlu, membalas beserta bunga-bunganya. Kapan lagi coba bisa membuat mereka merasakan seperti yang pernah kita rasa? Lagian, bukankah kesempatan itu tidak boleh dilewatkan? Bahkan kesempatan untuk balas dendam sekalipun. Hehehe…

Tapi, membalas kejahatan pada orang jahat itu hal yang biasa. Jadi, bagaimana kalau kita balik saja? Bagaimana kalau kita tetap berbuat baik pada mereka yang jahat bin menyebalkan itu? Tetap ramah, tetap senyum, tetap membantu sepenuh hati bila dia butuh bantuan.

Bisa kah? Kenapa nggak?! Untuk membuatnya lebih mudah, ini panduan yang bisa kalian ikuti.

Ingat-ingat kebaikannya

Mengingat kebaikan orang lain adalah cara paling adem yang bisa kita lakukan untuk meredam marah. Tak peduli sekecil apa pun, orang menyebalkan itu pasti pernah berbuat baik. Bisa jadi, waktu itu dia bersikap menyebalkan karena sedang tertekan. Kontrakan belum dibayar, baru diputus pacar, atau pengaruh beban pekerjaan yang sedang dia hadapi. Maka, sebagai orang yang indikator warasnya masih normal, tak ada salahnya kita berusaha memaklumi.

Bagaimana jika orang itu nggak ada baek-baeknya?

Duh. Gimana, ya? Kalau ini sih ada dua kemungkinan. Pertama, kamu belum kenal baik ini orang. Cuma tau luarnya aja trus asal nge-judge dia nyebelin. Padahal belum tentu dia itu nyebelin. Bisa jadi dia sebenarnya sosok yang baik, hangat dan suka bagi-bagi giveaway HP keluaran terbaru.

Baca Juga:

Mampukah Blora Bangkit dari Julukan Pelosok dan Daerah Tersepi?

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Kemungkinan keduanya adalah…kamunya yang nggak sadar atau peka. Ibarat ada titik hitam di kertas putih, kamu fokusnya sama titik hitamnya sampai lupa sama putihnya. Dia pernah berbuat baik, eh kamu lupakan. Giliran dia nyebelin diinget-inget sampai dikupas tuntas di warung Ceu Minah. Duh.

Dunia ini panggung sandiwara

Pernah dengar kan kalau dunia ini adalah panggung sandiwara? Dan di panggung sandiwara ini kita adalah aktornya? Nah, sebagai aktor, kenapa nggak kita total kan saja akting kita? Berhadapan dengan orang nyebelin, ayo akting jadi orang baik di depan mereka. Tapi, bukan akting baik di depan trus di belakang nusuk, loh, ya… Nggak gitu konsepnya. Baik ya baik aja. Di depan dia ataupun di belakangnya.

Susah?

Ya karena belum dicoba. Coba aja. Lagi-lagi, anggap aja kita ini sedang mendalami peran sebagai orang baik. Nanti saat kita berhasil melakukannya, kita akan kaget kalau ternyata kita bisa, kok. Ternyata tetap bersikap baik di depan orang yang nyebelin itu nggak sesusah itu.

Kalau aktor diganjar dengan penghargaan atas aktingnya yang mumpuni, kita dengan akting baik kita juga akan mendapat ganjaran. Dalam ajaran Islam, jelas ganjarannya adalah pahala. Jangan lupa bahwa perang terbesar itu bukanlah perang badar yang kemuliaannya tercatat dalam sejarah. Tapi, perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu. Salah satunya yaitu nafsu pengen membalas orang yang pernah nyebelin.

Kamu bukan dia

Ketika kita membalas perbuatan mereka yang pernah bersikap buruk, untuk beberapa saat mungkin kita merasa puas dan senang. Tapi, pasti akan ada suatu momen dimana kita menyesal. Kenapa? Ya karena kita aslinya nggak gitu.

Jadi, karena kita bukan dia, maka harusnya pantang dong bagi kita untuk bersikap seperti dia? Mungkin terdengar klise, tapi membalas perbuatan mereka yang pernah jahat tidak akan membuat kita menjadi lebih baik.

Awalnya mungkin terasa berat ketika harus tetap bersikap baik di depan mereka yang nyata-nyata nyebelin. Tapi berat bukan berarti ringan. Eh. Sulit, maksudnya. Artinya, kita sebetulnya bisa kok. Cuma butuh niat dengan sedikit dipaksakan agar terbiasa.

BACA JUGA 3 Cara yang Bisa Laki-laki Lakukan Saat Pasangan Mutung Nggak Mau Bonceng atau artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2020 oleh

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya

Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya

21 Mei 2025
Altis Jadi Air Minum Favorit Warga Karesidenan Banyumas, Aqua Minggir Dulu!

Altis Jadi Air Minum Favorit Warga Karesidenan Banyumas, Aqua Minggir Dulu!

27 Januari 2025
Angkringan Solo Bikin Syok Perantau Ponorogo: Menu Bakaran kok Nggak Pakai Bumbu Bakar? Ini sih Namanya Nget-ngetan Gorengan! bahasa jawa

Angkringan Adalah Sekolah Bahasa Jawa Terbaik dan Termurah bagi para Perantau

3 September 2025
Bimbel dan Les Privat, Pelarian dari Pendidikan Formal yang Kurangnya Efektif

Bimbel dan Les Privat, Pelarian dari Pendidikan Formal yang Kurangnya Efektif

12 Mei 2023
Pengalaman Saya Bersahabat dengan Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri terminal mojok.co

“I’m Done”, Gue Capek dan Mencoba Mengakhiri Ini

18 September 2019
CS Online Shop Menjelang Lebaran Adalah Romusha Berkedok Pekerjaan mojok.co

CS Online Shop Menjelang Lebaran Adalah Romusha Berkedok Pekerjaan

5 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.