Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

13 Pamali yang Masih Dipercaya Orang Jawa hingga Kini

Dynea Indria Putri oleh Dynea Indria Putri
25 Oktober 2023
A A
13 Pamali yang Masih Dipercaya Orang Jawa hingga Kini

13 Pamali yang Masih Dipercaya Orang Jawa hingga Kini (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian yang pernah tinggal di Jawa atau asli orang Jawa, pasti kalian sudah familier ketika buyut, simbah, ibu, atau bapak mengatakan, “Mangan ojo karo turu, mengko dadi ulo!” Nah, perkataan seperti itu disebut wewaler atau pamali. Jadi, dalam kebudayaan orang Jawa, wewaler atau pamali merupakan nasihat tapi dalam bentuk larangan.

Hingga kini, ada beberapa pamali yang masih dipercayai orang Jawa dan kerap dikatakan turun temurun. Misalnya seperti beberapa pamali berikut ini:

#1 Cah wedok aja lungguh ning ngarep lawang, mengko angel golek jodoh

Ini adalah salah satu pamali orang Jawa yang masih diyakini hingga sekarang. Artinya, anak gadis dilarang berdiri di depan pintu karena nanti akan sulit mendapatkan jodoh. Padahal kalau diamati, nasihat tersebut bertujuan melarang orang duduk di depan pintu karena menghalangi jalan orang lain yang lewat.

#2 Aja lungguh ning bantal mengko ndak bisulen

Pamali orang Jawa selanjutnya memiliki arti jangan duduk di atas bantal, nanti akan bisulan. Sebenarnya larangan duduk di atas bantal ini bertujuan baik. Kita tahu kalau bantal digunakan untuk kepala, jadi sangat nggak sopan kalau justru digunakan untuk alas duduk.

#3 Mangan aja karo turu mengko ndak dadi ulo

Artinya makan jangan sambil tidur nanti akan jadi ular. Sebenarnya kalau ditelisik lebih dalam, makan sambil tidur berbahaya bagi kesehatan. Selain bikin tersedak, makan sambil tidur juga mengotori kasur.

#4 Wes wayahe magrib aja metu omah, mengko malah digondol wewe

Artinya sudah waktunya magrib jangan keluar rumah, nanti diculik wewe gombel. Sebetulnya pamali ini memiliki pesan bahwa magrib merupakan waktu beristirahat di rumah dan waktu yang digunakan untuk berkumpul dengan keluarga, apalagi kalau orang tuanya bekerja seharian.

#5 Yen nyapu sing resik, mengko bojomu ndak brewoken

Ini adalah salah satu pamali yang masih diyakini orang Jawa hingga saat ini. Yen nyapu sing resik mengko bojomu ndak brewoken memiliki arti ketika menyapu harus bersih agar suaminya nggak brewokan. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya nasihat ini menyuruh kita agar kalau menyapu nggak setengah-setengah melainkan harus menyeluruh dengan bersih karena kebersihan merupakan sebagian dari iman.

#6 Aja nganggo klambi ijo ning pante, mengko ndak keseret ombak

Artinya jangan pakai baju hijau ke pantai, nanti bisa keseret ombak. Sebenarnya pamali satu ini memiliki pesan begini: warna hijau tampak menyatu dengan laut, takutnya ketika terjadi hal yang nggak diinginkan tim SAR akan kesulitan menolong/melakukan evakuasi.

Baca Juga:

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

#7 Yen mangan buah isine ojo melu dilek, mengko ndak tukul ning njero awak

Artinya ketika makan buah jangan beserta isinya, nanti akan tumbuh di dalam tubuh. Sebenarnya pamali ini bertujuan mengingatkan agar kita makan secukupnya, nggak rakus, dan biji buahnya bisa ditanam agar berbuah lagi.

#8 Wengi-wengi aja siulan, mengko setane ndak teko

Pamali orang Jawa selanjutnya kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya jangan bersiul di malam hari, nanti akan mendatangkan setan. Sebenarnya, pamali ini bertujuan mengingatkan kita bahwa malam hari adalah waktunya istirahat atau tidur, jika kita bersiul di malam hari itu akan mengganggu orang sekitar.

#9 Ono gagak sing ngubengi omah, mesti ono wong mati

Artinya jika ada burung gagak yang terbang mengitari rumah, nanti (di rumah tersebut) akan ada yang meninggal. Sebenarnya ini cuma mitos, tapi orang zaman dulu meyakini hal ini dan sampai sekarang masih ada yang mempercayainya.

#10 Uwong sing nabrak kucing, mengko mesti ciloko

Pamali yang diyakini orang Jawa hingga sekarang ini dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih begini: orang yang menabrak kucing nanti akan celaka. Maksud dari kalimat tersebut sebenarnya mengingatkan kita apabila tak sengaja menabrak kucing, kita harus bertanggung jawab dengan menguburkannya.

#11 Aja mangan brutu pitik, mengko ndak pikun

Dalam bahasa Indonesia, aja mangan brutu pitik mengko ndak pikun memiliki arti jangan makan pantat ayam nanti jadi pelupa. Sebenarnya nasihat ini dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa bagian pantat ayam (brutu) mengandung banyak lemak, sehingga jika kita memakannya berlebihan dapat meningkatkan risiko kesehatan.

#12 Mangan kudu dienthekke, mengko kutuk e ndak manti

Pamali yang diyakini kebanyakan orang Jawa hingga sekarang dan bahkan kerap dibicarakan kepada anak-anak memiliki arti makan harus dihabiskan supaya anak ayam nggak mati. Sebenarnya nasihat ini ingin mengingatkan bahwa kita nggak boleh membuang-buang makanan karena di luar sana masih banyak orang yang kesulitan untuk makan. Jadi, kita harus mensyukuri nikmat atau rezeki yang kita terima dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

#13 Aja nyapu tenga wengi, mengko ndak seret rejekine

Dalam bahasa Indonesia, aja nyapu tenga wengi mengko ndak seret rejekine memiliki arti jangan menyapu di malam hari karena bikin rezeki sulit. Pamali ini maksudnya mengingatkan kita bahwa menyapu di tengah malam akan mengganggu waktu istirahat orang sekitar.

Sebenarnya pamali di atas memiliki maksud baik yang bertujuan untuk mengingatkan kita agar menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik dan nggak mengganggu orang-orang di sekitar. Kalau kalian sering mendengar pamali yang mana?

Penulis: Dynea Indria Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tentang Pamali dan Nilai Filosofisnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2023 oleh

Tags: adat jawabudaya jawaJawaorang jawapamali
Dynea Indria Putri

Dynea Indria Putri

Anak sholehah ibu dan bapak

ArtikelTerkait

Begini Rasanya Jadi Orang Batak Keturunan Jawa Berwajah Timur terminal mojok

Begini Rasanya Jadi Orang Batak Keturunan Jawa Berwajah Timur

23 Maret 2021
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
Rasisme Jawa Itu Nyata Dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan (Pexels)

Mencermati Rasisme Sesama Orang Jawa dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan

27 Januari 2025
Budaya Pekewuh yang Hanya Mitos di Masyarakat Kita terminal mojok

Budaya Pekewuh yang Hanya Mitos di Masyarakat Kita

6 Agustus 2021
Dulu, Seorang Anak Perempuan Bisa Dinilai Cantik Jika Pernah Menjadi Pengapit Manten terminal mojok

Dulu, Seorang Anak Perempuan Dinilai Cantik Jika Pernah Menjadi Pengapit Manten

27 Agustus 2021
menikah secara rasional, orang sunda menikah dengan orang jawa

Teori Soal Kenapa Orang Sunda Tidak Menikah dengan Orang Jawa

8 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.