Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pakuwon Mall Jogja: Mall Mewah, tapi Parkir Mobil Susah

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
4 Juni 2025
A A
Pakuwon Mall Jogja: Mall Mewah, tapi Parkir Mobil Susah Mojok.co

Pakuwon Mall Jogja: Mall Mewah, tapi Parkir Mobil Susah (www.pakuwon.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja, khususnya di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, memang punya banyak sekali mall. Mall-mall tersebut jadi tempat nongkrong paling asyik bagi muda-mudi maupun keluarga. Dan dari banyaknya mall yang ada di Jogja, mungkin bisa kita bilang bahwa Pakuwon Mall adalah yang paling besar dan populer.

Akses ke Pakuwon Mall sebenarnya mudah karena dekat dengan Jalan Ringroad Utara dan kampus-kampus besar. Namun, akses Pakuwon Mall sebenarnya malah paling enak lewat kendaraan umum atau kendaraan online. Sebab, parkiran Pakuwon Mall Jogja bisa benar-benar menguji kesabaran. Permasalahan parkiran sepeda motor mungkin bakal berkutat di sekitaran antrean keluar lama dan ada beberapa oknum yang parkir di jalan sehingga menutup akses keluar pengendara lain. Problem di parkiran mobil jauh lebih kompleks dan bikin emosi. Gara-gara itulah Pakuwon Mall Jogja pantas untuk mendapatkan titel sebagai mall yang paling nggak enak buat parkir mobil.

Banyak kelakukan ajaib pengendara mobil di Pakuwon Mall Jogja

Ini adalah problem klasik pengunjung Pakuwon Mall yang nyaris nggak akan kita temukan di mall lain di Jogja. Di Pakuwon Mall selalu saja ada pengendara mobil yang parkirnya ngawur. Biasanya mereka ini melanggar garis atau malah parkir di akses jalan keluar.

Ajaibnya, kelakuan menyebalkan mereka ini pasti terjadi di hari Sabtu dan Minggu. Kalau diperhatikan, postingan keluhan parkir bodoh pengunjung Pakuwon pasti diunggah saat weekend. Kebanyakan dari postingan macam ini selalu panen tanggapan yang serupa, atau dengan kata lain banyak juga orang yang pernah menjumpai perilaku seperti itu.

Akibatnya, pengunjung yang bawa mobil dan baru saja masuk ke parkiran harus  muter-muter dulu cari tempat yang kosong. Mereka harus menghabiskan paling nggak setengah jam cari tempat.

Saking banyaknya parkir tolol semacam itu, manajemen Pakuwon turun tangan. Pelanggar yang parkir nggak sesuai garis bakal didenda Rp100 ribu. Mobil yang melanggar juga bakal dikenai sanksi sosial dengan dipasang pemberitahuan dan rodanya akan digembok.

Garis dan rambu Pakuwon Mall membingungkan

Dari banyaknya postingan keluhan tentang parkir yang nggak sesuai tempatnya, beberapa orang mulai menduga-duga. Salah satu dugaannya adalah ada pengendara mobil yang kebingungan sama garis pembatas tiap kotak parkir.

Beberapa garis parkir di Pakuwon Mall sudah samar, bahkan ada garis yang dobel-dobel. Biasanya garis pembatas di Pakuwon Mall itu berwarna kuning. Tapi ada juga garis berwarna putih. Nah, inilah yang bikin pengendara mobil jadi bingung.

Baca Juga:

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Bukan hanya itu. Sebenarnya, nggak gampang buat mengikuti rambu di Pakuwon Mall Jogja bagi pengunjung yang baru pertama kali datang. Itu baru masuk ke parkiran. Nanti saat keluar parkiran juga kemungkinan besar bakal muter-muter karena bingung.

Solusinya, kalau memang belum mahir parkir atau masih bingung di Pakuwon Mall Jogja, mending pakai valet aja.

Tidak ada petugas yang mengarahkan

Pakuwon Mall ini sepertinya memang hobi menyusahkan pengunjung. Sudah akses masuk parkirannya ruwet, kualitas parkirannya masih minus, ditambah lagi nggak petugas yang membantu para pengunjung.

Di parkiran motor masih sering kali ada petugas yang mengarahkan pengunjung ke tempat parkir yang kosong. Selain memudahkan pengunjung, keberadaan petugas juga bikin parkiran lebih rapi. Di mal lain pun juga ada, tapi entahlah mengapa petugas parkir malah sering banget menghilang di parkiran mobil Pakuwon Mall.

Seperti yang sudah saya sebut di atas, pengendara mobil jadi mau nggak mau harus keliling dulu untuk cari tempat yang kosong. Selain menguras waktu, kondisi ini juga bikin sebal dan buang-buang bensin.

Dulu ketika mall tersebut masih pakai nama Hartono Mall, kondisi parkiran mobilnya masih jauh lebih baik. Tapi, semenjak berubah menjadi Pakuwon Mall, diduga vendor parkirnya ikut diganti sehingga manajemennya jadi berbeda.

Itu mengapa, dibandingkan ke Pakuwon Mall, saran saya mending main ke Ambarrukmo Plaza atau Jogja City Mall kalau bawa kendaraan pribadi. Kedua mal ini punya parkiran yang rapi sekalipun saat weekend.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2025 oleh

Tags: JogjaMall JogjaPakuwon MallPakuwon Mall Jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Misteri Sri Sultan HB VII dan Kutukannya pada Raja Jogja yang Makin Hari Makin Nyata

Misteri Sri Sultan HB VII dan Kutukannya pada Raja Jogja yang Makin Hari Makin Nyata

30 Januari 2024
4 Rekomendasi Sarapan Kurang dari Rp10 Ribu di Jogja biar Nggak Soto dan Gudeg Melulu

4 Rekomendasi Sarapan Kurang dari Rp10 Ribu di Jogja biar Nggak Soto dan Gudeg Melulu

12 Februari 2025
Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah terminal mojok.co

Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah

21 Januari 2022
Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri

Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri

1 September 2023
5 Derita Jadi Penglaju Muntilan-Jogja Mojok.co

5 Derita Jadi Penglaju Muntilan-Jogja

20 September 2024
4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya Mojok.cp

4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya

3 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.