Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Paiton Probolinggo Memang Aneh: Desa Bukan, Kota Juga Bukan

Moh. Mudhoffar Abdul Hadi oleh Moh. Mudhoffar Abdul Hadi
24 Desember 2024
A A
Paiton Probolinggo Memang Aneh Desa Bukan, Kota Juga Bukan (Unsplash)

Paiton Probolinggo Memang Aneh Desa Bukan, Kota Juga Bukan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Cara bicara orang Paiton Probolinggo yang unik

Satu hal lagi yang unik dari Paiton Probolinggo adalah cara mereka bicara. Dialek Paiton itu unik, kayak campuran antara Bahasa Jawa, Madura, sama “apa aja yang penting nyambung.” 

Mereka bisa ngobrol serius tentang harga cabai sambil selipin punchline yang bikin ketawa. Jadi kalau kalian lagi sedih, main ke Paiton aja. Dijamin nggak cuma hati kalian yang cerah, tapi juga mood kalian langsung 180 derajat membaik. Insyaallah.

Oh iya, ngomongin soal cinta, di Paiton ini ada semacam “aturan tak tertulis”. Kalau cowok Paiton jatuh cinta sama cewek luar kota, mereka harus bisa masak nasi tanpa rice cooker. Nggak tau kenapa, tapi ini kayak semacam tradisi yang bikin mereka tambah charming. 

Mungkin karena cowok yang bisa masak itu selalu punya nilai plus, apalagi kalau hasilnya nggak gosong. Sebaliknya, cewek Paiton Probolinggo yang mau dinikahin sama cowok luar kota, biasanya harus bisa nari remo dulu. Nggak peduli kalau cowoknya nggak ngerti tarian tradisional, yang penting mereka kagum.

Punya seni budaya yang nggak kalah keren

Di acara-acara tertentu, mereka suka gelar pagelaran ludruk. Tapi ludruknya versi upgrade, ada elemen stand-up comedy-nya. Jadi, kalian nggak cuma nonton cerita wayang, tapi juga dengerin jokes yang bikin perut kalian mules karena ketawa. Meskipun sekarang sudah punah.

Buat yang suka wisata kuliner, Paiton Probolinggo ini surganya makanan lokal. Ada nasi jagung yang legendaris, tahu campur yang bumbunya nggak pelit, sampai es degan yang ukurannya kayak ember kecil. Dan ini nggak cuma soal rasa, tapi juga soal suasana. Makan di pinggir jalan sambil liat sunset di Paiton itu pengalaman spiritual yang nggak bisa digantikan sama fine dining.

Tapi jangan lupa, Paiton juga dikenal punya beberapa pesantren besar. Di sini, nilai-nilai agama diajarkan dengan sangat serius. Ironisnya, kelakuan sebagian anak mudanya malah bikin geleng-geleng kepala. Kalau dibilang taat, ya pasti banyak yang taat. Tapi kalau dilihat dari sisi “bebas berekspresi,” naudzubillah. Kadang mereka bisa bikin ulah yang bikin orang tua istighfar panjang, sambil senyum kecut, “Ya namanya juga anak muda.”

Identitas orang Paiton

Ngomongin identitas, orang Paiton Probolinggo ini juga punya teka-teki seru. Dibilang Madura, mereka bukan dari Pulau Madura. Dibilang Jawa, mereka sering nggak bisa Bahasa Jawa dengan lancar. Orang-orang menyebutnya “Madura Swasta”. Jadi mereka ini kayak campuran budaya yang menciptakan warna unik tersendiri. Mungkin itulah kenapa mereka selalu pede dengan gaya hidup mereka.

Baca Juga:

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

Jadi, kalau ada yang nanya, “Paiton itu desa apa kota?” Jawabannya gampang: Paiton itu ya Paiton. Tempat yang punya karakter sendiri, yang nggak bisa dibandingin sama yang lain. 

Ini wilayah yang ngajarin kita buat nggak perlu overthinking soal identitas. Yang penting enjoy the moment, menikmati kopi, dan jangan lupa senyum. Karena di Paiton, hidup itu nggak cuma soal listrik dari PLTU, tapi juga soal energi positif dari penduduknya.

Penulis: Moh. Mudhoffar Abdul Hadi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nestapa Hidup di Kecamatan Besuki, Dekat PLTU tapi Sering Mati Lampu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2024 oleh

Tags: jawa timurKecamatan Paitonmaduramadura swastaPaiton ProbolinggoPLTU Paitonprobolinggo
Moh. Mudhoffar Abdul Hadi

Moh. Mudhoffar Abdul Hadi

Freelancer yang menyelesaikan S1 dalam 13 semester. Mulai menekuni dunia penulisan kreatif secara profesional sejak masa patah hati. saat ini menjadi Aktivis muda. Arsitek dunia literasi.

ArtikelTerkait

4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

6 Juni 2022
Dilema Nama Daerah Purwodadi

Dilema Nama Daerah Purwodadi

12 April 2023
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

25 Agustus 2023
Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

Anomali Lumajang: Punya Banyak Tempat Wisata, tapi Banyak yang Nggak Tahu Lumajang di Mana

2 Juli 2024
Kediri Mencekam di Kala Malam Teror Pembacokan Meresahkan! (Unsplash)

Mencekamnya Jalanan Malam di Kediri: Mulai dari Pelemparan Batu Hingga Pembacokan

9 September 2023
Malang dan Batu Bertetangga, tapi Nyatanya Berlawanan (Unsplash)

Malang dan Batu: Dua Kota yang Bertetangga, tapi Nyatanya Saling Berlawanan karena Berbeda Karakter

3 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.