Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Saking Problematik dan Tak Punya Prestasi, Kini Ormek Memilih Caper Berorasi untuk Jual Diri pada Maba

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
7 Agustus 2024
A A
Saking Problematik dan Tak Punya Prestasi, Kini Ormek Memilih Caper Berorasi untuk Jual Diri pada Maba

Saking Problematik dan Tak Punya Prestasi, Kini Ormek Memilih Caper Berorasi untuk Jual Diri pada Maba (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur, saya punya keresahan pada nasib mahasiswa angkatan setelah saya. Seperti saya ketika menjadi maba, mereka pasti masih punya jiwa idealis yang tinggi. Nah, hal ini sering kali dimanfaatkan oleh senior ormek untuk menjerumuskan mereka.

Saya tak asal bicara. Fenomena ini saya lihat sendiri di salah satu kampus terbaik di tempat tinggal saya. Tapi saya tak mau berterus terang, sebab ini akan sedikit membuat saya terancam, Hehehe. Pada intinya, saat ini semua ormek berlomba menjual diri mereka pada maba. Bahkan, sampai ada yang caper berorasi di kerumunan maba di tengah jalan.

Tapi menurut saya, cara jualan mereka ini tidak ada substansinya. Saya kasih tau ya, sebab mereka memang tak punya prestasi, Dik!

Gudang masalah

Di organisasi kampus, tak ada yang lebih problematik daripada ormek. Kondisi problematik ini terutama terjadi dalam kehidupan bersosial para anggotanya. Mengapa? Sebab lebih banyak anggota ormek yang memiliki sifat fanatik daripada pikiran kritis.

Mereka sering sekali adu rebut-rebutan antar organisasi. Kalau rebut-rebutan prestasi tidak masalah, lah ini rebut-rebutan maba. Padahal ini malah jadi bukti ketakutan mereka pada organisasi mereka sendiri. Takut nggak ada yang masuk. Hahaha. Woy! Kalau ormek kalian punya prestasi dan kontribusi, tak perlu rebutanpun mereka datang sendiri.

Rebutan suara saat pemilu mahasiswa juga jadi hal problematik di ormek. Bahkan, organisasi-organisasi ini kadang rela mengkhianati demokrasi di kampus. Mereka tak segan menjegal calon lain untuk ikut bersaing dalam pemilu, meskipun aslinya calon mereka sendiri tak berkualitas. Ya, tidak jauh dengan kondisi demokrasi di Indonesia.

Lagian ormek itu harusnya mikir. Kalau si calon memang berkualitas tak perlu ada jegal-jegalan pun pasti akan menang. Apa sebenarnya kalian sadar kalau calon kalian tak berkualitas?

Semua anggota ormek menjadi korban

Akibat sifat fanatik pada mayoritas ormek, sering kali anggota ormek yang memiliki sikap kritis juga turut menjadi korban dari perang dingin ini. Hal ini terutama dirasakan dalam pertemanan di kampus. Kondisi ini sudah saya alami sendiri.

Baca Juga:

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Ketika kalian sudah resmi menjadi anggota ormek, identitas ormek akan selalu melekat kemanapun kalian pergi. Dampaknya, kalian akan dianggap musuh karena fenomena rebut-rebutan antar anggota dan suara tadi. Makanya, jangan heran ketika kalian berormek tiba-tiba satu per satu teman kalian ada yang hilang.

Maba makin pinter, senior ormek masih melempem

Mungkin ini alasan yang membuat mereka takut para maba tidak masuk ormek. Mulai banyak maba yang memiliki pintar dan rasional, bahkan lebih rasional daripada senior ormek. Pendapat saya ini muncul setelah saya menemukan utas @rafiazzamy pada akun instagramnya yang merespon tayangan Clash of Champions atau CoC di kanal youtube.

Ia membandingkan senior ormek dengan para peserta CoC. Katanya, mana yang patut dikagumi, peserta CoC yang pwuinter-pwuinter, atau senior-senior ormek penjilat yang lulus lama? Ini bahasa dari Mas Rafi ya, bukan saya. Mas Rafi juga menanyakan hal yang sangat ngena, yakni memang mau gerakan masyarakat sipil dipimpin oleh para ormek penjilat ini?

Nah menurut saya, tayangan CoC dan respons Mas Rafi sangat mempengaruhi maba sekarang. Mereka bisa merenung mana yang patut dikagumi dan mana yang perlu dijauhi.

Mati-matian orasi untuk jual diri ke maba

Semakin rasionalnya maba tentu membuat para ormek kebakaran jenggot. Mereka takut sekali tak ada kader baru yang masuk ke ormek mereka. Terlebih, mereka juga tak memiliki prestasi yang bisa dibanggakan, kecuali jajaran pejabat mahasiswa hasil demokrasi yang tak demokratis.

Makanya, tak kaget jika mereka mau menahan malu berorasi untuk memikat hati maba. Sok paling oke, padahal baca buku saja mereka jarang. Hahaha.

Itu juga adik-adik yang akan kalian alami ketika ikut organisasi ini. Kalian juga harus menahan malu seperti mereka untuk memikat maba. Kecuali, kalian memang punya prestasi yang bisa dibanggakan. Tapi, kalian yakin bisa punya prestasi di tengah lingkungan ormek yang mengedepankan sikap fanatik? Saya sih kurang yakin.

Sebelum tulisan ini saya tutup, saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini bukan berarti melarang kalian masuk ormek ya. Tetapi, supaya kalian bisa memilih organisasi yang memang berkualitas. Kalau tak ada yang berkualitas, mending fokus belajar saja di kampus. Ingat! Berkuantitas belum tentu berkualitas. Hidup mahasiswa!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dear Maba, Berikut Kalimat yang Nggak Perlu Kalian Percaya tentang Ormek

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2024 oleh

Tags: kualitaskuantitasmabaorasiOrmek
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Ospek Itu Ajang Mengenalkan Kehidupan Kampus, Bukan Ladang Memeras Maba

Ospek Itu Ajang Mengenalkan Kehidupan Kampus, Bukan Ladang Memeras Maba

9 Agustus 2024
kelompok

Dear Maba: Jangan Jadi Temen Kelompok yang Menyebalkan

22 Agustus 2019
Adegan Tutup Mata di Sinetron: Romantis Kagak, Cringe Iya

Adegan Tutup Mata di Sinetron: Romantis Kagak, Cringe Iya

12 Juli 2022
Dear Maba, Berikut Kalimat yang Nggak Perlu Kalian Percaya tentang Ormek Mojok.co

Dear Maba, Berikut Kalimat yang Nggak Perlu Kalian Percaya tentang Ormek

4 Agustus 2024
Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Dua Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa Mojok.co

Wahai para Maba, Jangan Terlena dengan Dinginnya Malang, Itu Semua Cuma Pencitraan!

19 Juli 2024
purwokerto pesantren dekat kampus mojok

Buat para Maba, Ini 5 Rekomendasi Pesantren Dekat Kampus di Purwokerto

13 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026
Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA Mojok.co

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

9 Januari 2026
5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

9 Januari 2026
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.