Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Orang Tua yang Memutuskan Nikah Lagi Setelah Bercerai Itu Nggak Seburuk Cerita FTV

Tazkia Royyan Hikmatiar oleh Tazkia Royyan Hikmatiar
1 September 2020
A A
konflik keluarga Apa yang Harus Kita Lakukan jika Orang Tua Nikah Lagi Setelah Bercerai? terminal mojok.co

Apa yang Harus Kita Lakukan jika Orang Tua Nikah Lagi Setelah Bercerai? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sepakat jika perceraian orang tua adalah sesuatu yang menyebalkan dan merugikan. Tapi saya nggak setuju kalau setelah serangkaian hal  menyebalkan itu kita akhirnya mesti mengesampingkan hal lain. Misalnya ketika orang tua yang sudah bercerai ingin nikah lagi. Jangan terlalu terbawa suasana FTV yang selalu menampilkan orang tua tiri sebagai tokoh jahat. Nggak semua begitu kok.

Meskipun nggak menyaksikan FTV langsung, omongan dari mulut ke mulut dari orang yang udah nonton itu menyebarkan anggapan yang tidak selalu benar tentang orang tua yang nikah lagi. Tahu sendiri kan gimana bapernya penonton Indonesia sama acara televisi? Aktris antagonis The World of Married aja habis dicaci maki.

Mindset yang dibangun terhadap orang tua tiri udah jelek aja dari awal. Kebanyakan dituduh telah merenggut kebahagiaan keluarga, dibilang perusak rumah tangga segala. Padahal nggak selamanya seburuk itu. Sayangnya orang-orang menutup mata sama kebaikan dan sisi positif dari orang tua yang nikah lagi setelah bercerai.

Makanya perlu diubah dulu mindset itu. Bahwa nggak semua orang tua tiri itu otomatis jahat. Nggak semua orang yang cerai itu karena mereka orang bejat dan disebabkan adanya orang ketiga. Dengan begitu, kita bisa mengidentifikasi dengan jelas gimana sifat sebenarnya orang tua tiri kita. Lagian nih, ya, dalam beberapa hal, perpisahan itu kadang jadi pilihan paling baik setelah semua cara untuk bersama sudah dilakukan, tapi tetap nggak membuahkan hubungan yang harmonis.

Sebab, bertahan dengan orang yang udah beda tujuan itu susah, loh. Kalau dipaksakan, untuk beberapa orang justru malah jadi beban, dan pelampiasannya bisa jadi hal-hal buruk. Dan bisa dipastikan dari pelampiasan itu anak bakal kena imbasnya. Katakanlah bentuk pelampiasannya adalah ayah jadi jarang di rumah karena nggak nyaman, si ibu curiga dong karena si ayah jarang pulang. Maka pas si ayah pulang, cekcoklah mereka berdua. Adu omong yang nggak sehat, cuma ribut doang.

Setelah itu si ibu jadi bete seharian, ngelampiasin betenya ke siapa? Ya, ke anaknya. Sudah pasti nggak ada pendidikan anak yang baik dari sana. Sudah ibu marah-marah, eh ayah nggak ada untuk anaknya. Untuk mengatasi itu, kadang pisah memang jadi pilihannya. Orang tua kita jelas paham itu. Ada risiko? Ya, tapi mereka tetap bersama juga resikonya lebih parah.

Pengalaman saya, setelah pisah justru orang tua saya lebih paham bahwa saat mereka bersama, sudah banyak waktu yang mereka buang tanpa kami anak-anaknya. Jadi setelah pisah bisa berpikir jernih. Meski sudah nggak serumah, mereka bisa lebih kasih waktu buat kami, ngajak ngobrol, diskusi, dan main-main.

Memang mindset tentang perceraian juga harus diubah sih. Maksud saya bukan jadi menghalalkan perceraian loh, ya, tapi ini kita berbicara pasca-perceraiannya. Kalau sudah terjadi begitu, maka kita juga harus melihat sisi-sisi baik dari perceraiannya. Daripada malah jadi anak broken home karena kejadian itu. Sudah cukup sial dengan hubungan orang tua yang nggak harmonis, maka janganlah dipraktikkan ke diri sendiri. Perceraian orang tua nggak otomatis bikin kita jadi anak yang broken home.

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Cukup dijadikan pelajaran, bahwa ternyata nikah itu bukan cuma tentang cinta. Ada juga komitmen yang harus terus tertanam, kepercayaan yang terus dipukuk, dan saling menerima yang terus harus sering ditumbuhkan.

Pada akhrinya, meski orang tua bercerai bahkan memutuskan nikah lagi, nggak ada yang namanya mantan anak. Perceraian itu cuma perpisahan antara suami dan istri, bukan perceraian orang tua dan anak. Setelah berpikir gitu, rasanya nggak akan terlalu sulit untuk menerima kalau orang tua nikah lagi dan kita punya orang tua tiri. Hanya yakinkan saja orang tua kita untuk memilih pasangan yang nggak cuma bisa terima mereka, tapi juga terima keadaan kita sebagai anaknya..

Setelah itu, yang perlu kita lakukan pada orang tua tiri adalah bersikap biasa aja. Ngobrol sama orang tua tiri itu bukan hal mustahil. Lama kelamaan, kita juga bisa terima mereka sebagai orang tua sendiri kalau sudah kenal betul. Bahkan, beberapa orang tua tiri justru terkadang secara materi lebih bisa bikin kita sejahtera loh, haha. Just enjoy it. Kalau ada sesuatu yang buruk sudah terjadi, itu nggak otomatis hal lainnya bakal buruk juga ke depannya.

BACA JUGA Preman Pensiun Kesempatan Kedua: Jawaban buat Ending Preman Pensiun 4 yang Gantung dan tulisan Tazkia Royyan Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 September 2020 oleh

Tags: KeluargaRumah Tangga
Tazkia Royyan Hikmatiar

Tazkia Royyan Hikmatiar

Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara, alhamdulilah lahirnya di bidan bukan sama orang pintar daerah Bandung. Setelah tahu bahwa kata ternyata bisa membuat dia bahagia, akhirnya saya memutuskan untuk mendalami sastra di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Sempat mengikuti banyak komunitas kepenulisan, namun sekarang lebih fokus bekerja untuk keabadian di Pers Mahasiswa Poros UAD. Saya bisa dihubungi lewat WA di 088216427712

ArtikelTerkait

Keluarga Somat, Keluarga Ideal Idaman Banyak Orang

Keluarga Somat, Keluarga Ideal Idaman Banyak Orang

23 Mei 2023
tanda-tanda puber kedua rumah tangga usia rawan selingkuh puber kedua selama mojok.co

Kata Ibu, Umur Rawan Selingkuh Usia 31, 35, dan 45 Tahun

30 Mei 2020
Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing

Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing

17 Juli 2022
Saatnya Berhenti Menyuruh Orang Lain untuk Tambah Anak, Donatur Juga Bukan, tapi Ngaturnya Kelewatan!

Saatnya Berhenti Menyuruh Orang Lain untuk Tambah Anak, Donatur Juga Bukan, tapi Ngaturnya Kelewatan!

8 April 2025
mas-mas kesal

Mas-Mas Kesal yang Menggugat Acara D’Star

27 Juni 2019
Grup WhatsApp Keluarga dan Alumni Sekolah Sebenernya Nggak Penting-penting Amat, Mending Nggak Usah Join

Grup WhatsApp Keluarga dan Alumni Sekolah Sebenernya Nggak Penting-penting Amat, Mending Nggak Usah Join

7 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.