Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Orang Pakai Batik kok Dibully, Harusnya Diapresiasi!

Muhammad Arif N Hafidz oleh Muhammad Arif N Hafidz
11 Februari 2021
A A
Orang Pakai Batik kok Dibully, Harusnya Diapresiasi! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali saya pakai batik, entah untuk acara apa pun, pasti selalu ada yang nanya, “Ngapain sih pakai batik? Mau pergi kondangan?” Haaa ndiasmu! Memangnya setiap kali orang pakai batik itu—pasti—ke kondangan? Kan yo nggak selalu seperti itu.

Kebiasaan menghakimi seseorang yang memakai batik—pasti selalu pergi—ke kondangan bagi saya ra mashok blas! Bahkan sudah cacat sejak dalam pikiran. Anehnya, logika rumpang semacam ini dibiarkan liar oleh kita semua. Sebab, hal seperti ini sering terjadi bahkan hampir selalu terjadi. Sering kali saya menemui orang yang pakai batik mendapat bully-an kecil semacam ini.

Produk budaya yang dianggap luhur ini kesannya malah jadi “malu-maluin” ketika dipakai. Sebab, batik sudah dilabeli sebagai pakaian kondangan. Makanya setiap kali dipakai untuk acara non-formal rasanya aneh, wong nanti muncul reaksi untuk me-roasting si pemakai.

Padahal, perkembangan industri maupun fashion yang menggabungkan entitas lain dengan batik sudah sangat jauh. Batik terbukti bisa nge-blend ketika “dibawa” ke banyak hal seperti masker, jersey sepak bola, serta berbagai kreativitas lain. Tapi nyatanya, perkembangan itu nggak serta merta membuat mindset—batik pakaian kondangan—itu hilang.

Pun saat ini sedang marak mengombinasikan batik dengan pakaian kasual di kalangan remaja. Tren ini menggabungkan batik—dalam hal ini jarik—dengan atasan berupa pakaian kasual atau polos, bawahannya menggunakan jarik, beralaskan sneakers. Bagi saya, kombinasi tersebut sebuah bentuk kreativitas fashion yang unik.

Tapi nyatanya bagi polisi moral, hal tersebut sangat salah. Jari-jari kejam dengan mentalitas pembully warganet nyatanya harus segera disalurkan. Saya menemukan bermacam komentar jahat itu di Facebook, Twitter, bahkan TikTok. Padahal, saya yakin, kebanyakan di antara mereka hanya ikut-ikutan pun—bisa saja—minim edukasi. Tapi mulut warganet memang kepalang kejam. Ada cara mengingatkan yang jauh lebih sopan tapi lebih memilih jalan bully.

Pada akhirnya, jangan salahkan kalau banyak remaja yang nggak mau pakai batik. Jangan menganggap generasi penerus nggak mau melestarikan budaya. Sebab setiap kali pakai batik selalu ditanya hal nggak penting, pun ketika dikombinasi dan kebetulan salah malah dibully dengan kalimat dengan tendensi menyakiti. Nanti, kalau akhirnya di klaim Malaysia, nggak usah menyalahkan generasi muda!

Kita punya pilihan dan ruang seluas-luasnya untuk menciptakan tren inklusif ini mengarah ke hal positif, membuang sejauh mungkin bully itu ke orang yang “dianggap” salah. Saya saja malas jika saya salah, tapi diberi tahu dengan cara seperti itu. Lha ini, justru melakukannya dengan senang hati. Cen buajingan!

Baca Juga:

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

Pengin Tahu Cara Orang Problematik Bekerja? Lihat Saja Kasus PPDS dan Jet Pribadi

Memang, pakai batik itu memang ada tata caranya. Sebab, nggak semua pakaian batik itu bisa dipakai di sembarang acara. Ada aturan khusus tentang penggunaan batik seperti posisi kain, motif, warna yang digunakan, serta aturan lain yang lebih mengikat. Pun tergantung konteks mau dipakai ke mana, dengan tujuan apa batik itu dipakai.

Toh kalaupun—remaja yang mengikuti tren ini—salah, nggak perlu dijulid-in dengan dikirim ke base yang isinya banyak orang bermental pembully. Kan yo bisa dikasih tahu yang benar itu seperti apa, batik motif ini baiknya dipakai untuk acara apa, penggunaannya yang baik seperti apa. Cukup beri tahu dengan kalimat yang baik, tanpa harus dibully ramai-ramai di media sosial bukankah itu lebih bijak?

Bisa saja mereka ini memang murni nggak tahu, bukan karena ingin membuang pakem penggunaan batik yang benar. Anak muda mengikuti tren itu sangat normal. Alangkah lebih baiknya juga yang lebih mengerti memberi tahu. Bukan malah melakukan bullying yang bisa saja mengakibatkan remaja takut untuk mengkreasikan atau menggunakan batik lagi.

Cukup beri pengawasan dan pembenaran, bukan celaan. Wong mereka ini sedang melestarikan kebudayaan, tapi kebetulan sedang salah. Paling nggak diapresiasi lah, setidaknya mereka mau melestarikan budaya sendiri, eh malah dihujat. Kasih tahu kek yang benar, situ waras kan?

BACA JUGA Mengenal Arti Motif Batik dan Jarik, Biar Nggak Salah Pakai Motif Slobog di Acara Kawinan dan tulisan Muhammad Arif N Hafidz lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2021 oleh

Tags: batikbullyingpakai batik
Muhammad Arif N Hafidz

Muhammad Arif N Hafidz

Pria yang lahir di tanah Kasunanan Surakarta dan tumbuh di bumi Kasultanan Yogyakarta. Pernah menjajaki beberapa lapangan di Bantul bersama skuad Persiba Bantul era Ezequiel Gonzales.

ArtikelTerkait

Kecamatan Cimanggu Cilacap Bukan Hanya Daerah Penghasil Kasus Bullying Terviral Tahun Ini

Kecamatan Cimanggu Cilacap Bukan Hanya Daerah Penghasil Kasus Bullying Terviral Tahun Ini

6 Oktober 2023
Tidur Pakai Selimut Kain Jarik Itu Emang Nyaman Banget, Tapi Suka Bikin Horor Orang Lain MOJOK.CO

Tidur Pakai Selimut Kain Jarik Itu Emang Nyaman Banget, Tapi Suka Bikin Horor Orang Lain

7 Agustus 2020
omas wati pelawak obituari tribute inspirasi mojok.co

Terima Kasih, Mpok Omas! Mpok Adalah Salah Satu Role Model Saya

17 Juli 2020
Batik Terkenal, Lingkungan Tercemar: Kisah Warga Pekalongan yang Mulai Berdamai dengan Pencemaran Lingkungan hari batik

Batik Terkenal, Lingkungan Tercemar: Kisah Warga Pekalongan yang Mulai Berdamai dengan Pencemaran Lingkungan

31 Juli 2023
dibully

Apa yang Harusnya Orang Tua Lakukan kalau Anaknya Dibully?

20 September 2019
Wagub Jawa Barat Sebaiknya Belajar Lagi tentang Bullying biar Opininya Agak Mashok

Wagub Jawa Barat Sebaiknya Belajar Lagi tentang Bullying biar Opininya Agak Mashok

26 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.