Brand wisata duren yang terlalu kuat
Selain itu, branding Wonosalam sebagai tempat wisata duren terlalu kuat. Memang, branding itu menguntungkan ketika musim durian. Orang-orang langsung plesir ke kawasan ini saat musimnya tiba.
Akan tetapi, bak pisau belati yang punya dua sisi, banyak orang mengira tempat ini sebatas tempat cari duren saja. Potensi lain seperti pemandangan asri dan hawa sejuk jadi tenggelam.
Diluar musim durian, wisata Wonosalam kurang digemari oleh masyarakat. Inilah salah satu alasan yang menyebabkan Wonosalam sulit bersaing dengan wisata di tempat-tempat meskipun tempat tersebut memiliki kondisi alam yang serupa dengan Wonosalam.
Baca juga Depok dan Jombang, Dua Daerah Terpisah Jarak, tapi Disatukan oleh Keanehan.
Aksesnya ke Wonosalam repot karena infrastrukturnya kurang diperhatikan
Akses ke Wonosalam sekarang ini sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, tetap saja, aksesnya masih bisa ditingkatkan karena banyak orang masih kebingungan kalau mau ke sana. Saya salah satunya, saya dan rombongan sempat tersesat beberapa kali padahal sudah lihat maps.
Akses ke Wonosalam belak-belok dan sempit. Selain itu spot-spot indah sepanjang jalan terasa kurang maksimal karena banyaknya rumput liar dan lumut. Kebersihannya dan perawatannya tampak kurang diperhatikan.
Sangat disayangkan sebenarnya.
Wonosalam sebenarnya potensi emas yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang. Karakter lingkungannya yang asri dan indah tak kalah saing jika dibandingkan tempat tempat dataran tinggi lainnya di Jawa Timur. Akan tetapi, supaya tempat ini tidak hanya diminati masyarakat pada saat musim durian saja perlu perhatian serius oleh pemerintah setempat, investor, dan masyarakat.
Penulis: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













