Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Orang Jepang dan Kepercayaan Golongan Darah Menentukan Kepribadian Seseorang

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
7 Juni 2022
A A
Orang Jepang dan Kepercayaan Golongan Darah Menentukan Kepribadian Seseorang Terminal Mojok

Orang Jepang dan Kepercayaan Golongan Darah Menentukan Kepribadian Seseorang (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah mendengar bahwa sifat dan kepribadian seseorang bisa ditebak dari golongan darahnya? Konon, orang dengan golongan darah A adalah orang yang rajin, B berarti easy going, O punya jiwa kepemimpinan tinggi, dan AB adalah orang kreatif. Di Jepang, pembicaraan seperti ini sudah ada sejak awal tahun 1990-an dan masih dipercayai sampai hari ini. Bahkan, sampai ada orang Jepang yang mencari pasangan hidup dan merekrut karyawan di perusahaan berdasarkan golongan darahnya, lho.

Sejarah mitos golongan darah di Jepang

Diagnosis kepribadian seseorang berdasarkan golongan darahnya muncul pertama kali pada Juli 1916 oleh dua orang dokter Jepang bernama Kimata Hara dan Sakae Kobayashi. Dokter Hara dan Kobayashi mengembangkan teori yang menghubungkan golongan darah dengan kepribadian dan fisik seseorang. Pada tahun 1925, dokter Angkatan Darat Jepang, Hirano Hayashi dan Tomita Yajima juga turut meneliti dan mengembangkan golongan darah para jenderal, aspek fisiknya, pengalaman hukuman, dll.

Pada tahun 1927, Takeji Furukawa, seorang profesor, juga gencar mengembangkan diagnosis kepribadian golongan darah. Penelitian Furukawa ini mulai ditampilkan di surat kabar dan majalah, bahkan ia menerbitkan buku berjudul Golongan Darah dan Temperamen. Buku Prof. Furukawa juga bisa diterima oleh Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang pada masa itu, lho.

Setelah ditentang oleh psikolog lainnya, pembicaraan soal golongan darah dan kepribadian sempat memudar. Namun, hal tersebut dihidupkan kembali oleh Masahiko Nomi pada tahun 1970-an. Nomi merupakan seorang jurnalis tanpa latar belakang medis. Sejak saat itu, diagnosis kepribadian golongan darah menjadi sangat booming di TV, buku, lagu populer, dll. dari tahun 1970-an hingga awal 2000-an di Jepang.

Akan tetapi, pada tahun 2004, BPO (Broadcasting Ethics and Program Improvement Organization) mencoba untuk tidak mendorong pandangan bahwa golongan darah berkaitan dengan kepribadian seseorang. Diagnosis tersebut dinilai hanya karena “efek Barnum”. Memang ada unsur-unsur kepribadian yang sama dan berlaku untuk banyak orang, dan orang lain juga akan merasa sama secara keseluruhan.

Namun tetap saja, kepercayaan ini semakin meluas lantaran sifat masyarakat Jepang yang homogen dan komunikasi massa yang hebat di sana. Sampai hari ini, perihal kepribadian seseorang dan golongan darahnya masih ramai dibicarakan.

Mitos golongan darah dan dampaknya terhadap orang Jepang

Sejak booming mitos golongan darah yang bisa “menentukan” kepribadian seseorang, orang Jepang menjadi percaya pada hal tersebut. Kalau ditanya, percaya atau nggak, mungkin sebagian besar orang Jepang akan bilang percaya.

Terlebih ada anggapan bahwa sekitar 40% orang Jepang memiliki golongan darah A, sehingga mereka meyakini bahwa Jepang menjadi negara yang rajin, taat aturan, dan disiplin karena kepribadian golongan darahnya. FYI, konon, golongan darah orang Jepang terdiri dari 40% A, 20% B, 10% AB, dan 30% O.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Orang Jepang percaya, orang yang golongan darahnya A adalah orang yang rajin, bertanggung jawab, memiliki manajemen yang bagus, hati-hati, dan bisa dipercaya seperti Oda Nobunaga. Sementara orang-orang yang golongan darahnya B adalah mereka yang cenderung bebas, egois, ceria, optimis, mau berbeda, nggak bermuka dua, dan apa adanya seperti Date Masamune. Lain lagi dengan orang-orang yang golongan darahnya AB seperti Uesugi Kenshin. Mereka termasuk serius dan berhati-hati di tempat asing, acuh kalau nggak tertarik, antusias kalau menyukai seseuatu, suasana hatinya naik turun, kreatif, dan artistik. Terakhir, orang-orang yang golongan darahnya O dikatakan pintar berkomunikasi, pandai menjaga hubungan, punya jiwa kepemimpinan baik, dan membenci konflik seperti Toyotomi Hideyoshi.

Sebenarnya saya kurang paham bagaimana orang Jepang bisa tahu golongan darah para tokoh yang hidup di zaman Sengoku tersebut (zaman Sengoku dimulai sekitar tahun 1493). Memangnya zaman dulu sudah ada sistem golongan darah ini? Atau mereka melihat kepribadian tokoh zaman dulu tersebut baru ditentukan golongan darahnya? Bahkan tokoh anime saja dibuat golongan darahnya, kan?

Hingga kini, masih banyak buku, majalah, dan artikel online di Jepang yang membahas soal kepribadian seseorang dan golongan darahnya ini. Ada juga orang Jepang yang nggak percaya, namun bagi sebagian yang percaya, mereka bahkan mengaitkan kecocokan asmara antara laki-laki dan perempuan dengan golongan darahnya, lho. Menurut mereka yang percaya, laki-laki bergolongan darah A akan cocok dengan perempuan golongan darah tertentu, dst.

Berdasarkan survei online yang dilakukan oleh Match Alarm, sebuah situs dating online di Jepang, kepada 3.716 responden laki-laki dan perempuan pada September 2014 lalu, menyebutkan bahwa laki-laki idaman para perempuan Jepang adalah mereka yang bergolongan darah O (52,1%), disusul A (31%), B (11,3%), dan AB (5,6%). Sementara perempuan idaman para laki-laki di Jepang adalah mereka yang golongan darahnya A (41,3%), O (38,9%), B (13%), dan AB (6,7%). Wah, kasihan mereka yang golongan darahnya B dan AB kalau gitu ceritanya.

Gara-gara golongan darah ini banyak juga lho orang yang kena diskriminasi. Oleh karena itu, para ahli psikologi di Jepang juga membantah keterkaitan golongan darah dan kepribadian dengan melakukan banyak penelitian.

Nah, gimana dengan golongan darahmu, Gaes? Cocok nggak dengan sifat dan kepribadian yang disebutkan di atas tadi? Kalau cocok ya syukur, kalau nggak cocok ya nggak usah dipikir. Mungkin kalau di Indonesia bisa kita cocoklogikan lagi dengan weton lahir? Sabtu Kliwon O, Rabu Pahing AB, dst… Hehehe.

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nama Orang Jepang: Cukup Dua Kata, Tanpa Gelar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2022 oleh

Tags: golongan darah manusiajepangkepribadiansifat manusia
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Tipe-tipe Orang Berdasarkan Stiker Laptop Miliknya

Tipe-tipe Orang Berdasarkan Stiker Laptop Miliknya

23 April 2020
Seni Memulung Sampah di Jepang terminal mojok

Seni Memulung Sampah di Jepang

17 Desember 2021
9 Hal Menarik tentang Ninja di Jepang Terminal Mojok

9 Hal Menarik tentang Ninja di Jepang

7 Maret 2022
5 Kelakuan Pengendara Indonesia yang Bikin Orang Jepang Geleng-geleng

5 Kelakuan Pengendara Indonesia yang Bikin Orang Jepang Geleng-geleng

5 Agustus 2022
5 Hal yang Bikin Saya Ngiri dengan Jepang Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Saya Ngiri dengan Jepang

22 Desember 2020
Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

5 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.