Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Orang Batu Nggak Suka Disamakan dengan Orang Malang. Keduanya Memang Serupa, tapi Tak Sama!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
18 April 2024
A A
Orang Batu Nggak Suka Disamakan dengan Orang Malang. Keduanya Memang Serupa, tapi Tak Sama! Mojok.co

Orang Batu Nggak Suka Disamakan dengan Orang Malang. Keduanya Memang Serupa, tapi Tak Sama! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur, saya sebenarnya sudah capek dengan permasalahan ini. Saya sudah capek dengan perdebatan apakah orang Batu itu sama dengan orang Malang, apakah Batu itu masih jadi bagian dari Malang, atau apa bedanya Batu dengan Malang. Namun meskipun capek, saya nggak mau meninggalkan perdebatan ini begitu saja tanpa konklusi. Maka dari itu, tulisan ini semoga bisa jadi penutup perdebatan ini. Oke, mari kita mulai.

Apakah orang Batu itu bisa disebut dengan sebutan orang Malang? Apakah orang Batu sama dengan orang Malang?

Pertanyaan di atas setidaknya bisa dijawab dengan dua jawaban. Orang Batu bisa dianggap sebagai orang Malang kalau kita bicara dalam spektrum Karesidenan Malang (yang mencakup Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dsb) atau spektrum kawasan metropolitan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). Di spektrum ini, kita bisa saja menyamaratakan semuanya dengan sebutan orang Malang.

Tapi jawaban dari pertanyaan di atas akan menjadi “tidak” jika kita bicara dalam spektrum administratif wilayah dan identitas kiwari. Kalau dalam spektrum administratif wilayah, orang Batu ya disebut orang Batu, orang Malang ya orang Malang. Keduanya tidak bisa disamakan dan digabungkan, karena Batu dan Malang (Kabupaten Malang atau Kota Malang) adalah entitas yang berbeda.

Kota Batu sudah bukan bagian dari Kabupaten Malang lagi

Sebelum 17 Oktober 2001, Batu masih menjadi bagian dari Kabupaten Malang sebagai sebuah kecamatan. Sebelum itu, tepatnya pada 6 Maret 1993, Batu sebenarnya sudah ditetapkan sebagai kota administratif, yang mana ini menjadi salah satu awal Batu akan memisahkan diri dari Kabupaten Malang.

Sebagai sebuah kecamatan hingga menjadi kota administratif, Batu sebenarnya sudah punya modal-modal untuk berdiri sendiri sebagai kota otonom. Batu sudah punya sumber daya untuk mandiri. Faktor geografi, agrikultural, bahkan sampai faktor masyarakatnya sudah sangat menunjang bagi Batu untuk menjadi kota sendiri.

Barulah pada 17 Oktober 2001, setelah perjuangan panjang yang dilakukan oleh Pokja Pendiri Kota Batu, berbulan-bulan bolak-balik Batu-Jakarta untuk menjalani sidang, rapat, dan berbagai macam advokasi, Batu resmi menjadi kota yang otonom, dan berpisah baik-baik dari Kabupaten Malang. Makanya 17 Oktober diresmikan sebagai hari jadi Kota Batu.

Nah, dari sejarah berdirinya dan spektrum administratifnya, sudah tidak seharusnya Kota Batu itu disamakan atau disebut bagian dari Malang lagi. Kota Batu adalah kota sendiri, Kabupaten Malang dan Kota Malang adalah daerah tersendiri. Sebutannya pun harusnya “Batu, Jawa Timur”, bukan “Batu-Malang, Jawa Timur” seperti yang selama ini kerap terjadi. Pun dengan orang-orangnya.

Baca Juga:

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

Orang Batu lebih senang disebut orang Batu, bukan orang Malang

Berangkat dari spektrum administratif dan sejarahnya, sudah seharusnya orang Batu nggak bisa disamakan atau dikelompokkan dengan sebutan orang Malang. Nama kotanya saja sudah beda, apalagi sebutan orangnya. Menyebut orang Batu dengan sebutan orang Malang justru akan mengikis identitas warga Kota Apel itu sendiri.

Saya dan banyak orang Batu lainnya tentu akan lebih senang jika disebut sebagai orang Batu. Entah mengapa itu jadi semacam penegasan identitas dan kebanggaan tersendiri. Ya meskipun ada saja orang-orang yang “malas” mengaku dari kota ini dan lebih memilih mengaku sebagai orang Malang. Mirip dengan orang Bekasi, Tangerang atau Depok yang lebih memilih mengaku sebagai orang Jakarta gitu, lah. Tidak apa-apa, sih, bebas saja.

Akan tetapi, kembali lagi ke faktanya, Batu sudah menjadi kota sendiri dan orang Batu adalah entitas tersendiri. Sebagian besar orangnya tidak terlalu suka jika disebut sebagai orang Malang. Alasannya jelas, keduanya berbeda, meski perbedaannya baru terlihat sama kalau belum tahu seluk-beluknya. Serupa tapi tak sama, lah, istilahnya.

Ada kebanggaan yang harus dijaga

Selain itu, alasan lain mengapa warga Batu tidak suka dianggap sebagai orang Malang karena ada kebanggaan atau pride yang dijaga. Batu harus melalui perjuangan yang tidak mudah untuk menjadi sebuah kota otonom. Kota  ini harus melalui penolakan yang muncul di awal, sidang demi sidang, dan rapat demi rapat. 

Saya akui, dahulu Kota Batu memang selalu dikaitkan dengan Malang karena usianya masih muda dan belum terlalu terkenal. Jadi masih perlu dipertegas dengan entitas Malang yang menyertai. Namun, sekarang semua sudah berubah. Batu ya Batu, Malang ya Malang. Orang Batu sebaiknya dipanggil orang Batu, bukan orang Malang.

Orang Batu yang tidak suka dianggap sebagai orang Malang bukan berarti kita musuhan dengan Kota Malang atau Kabupaten Malang ya. Hubungan kami baik-baik saja, kok. Kami bahkan bersinergi satu sama lain dalam berbagai macam bidang, mulai dari diplomasi hingga industri kreatif. Kami cukup kompak, kok. Bahkan di tahun 2018, Walikota Batu Eddy Rumpoko, Walikota Malang Mochamad Anton, dan Bupati Malang Rendra Kresna ditangkap KPK dalam kurun waktu yang berdekatan. Kompak, kan?

Intinya begini, kalau ada orang yang menyebut orang Batu sebagai orang Malang karena tidak tahu, saya masih bisa memaklumi. Tapi, kalau ada orang yang sudah dikasih tahu, eh masih aja ngotot menyebut orang Batu sebagai orang Malang, ya kebangetan bebalnya. Mungkin kepalanya perlu dilempar dengan pentol besar. Sudah, ya, jangan ada perdebatan dan polemik macam ini lagi. Sudah selesai. Saya sebagai warga Batu capek menjelaskan terus.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Bumiaji Kota Batu Memang Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal, Asal Bisa Berdamai dengan Sisi Gelapnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2024 oleh

Tags: BatuMalangMalang Rayaorang batuorang malang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kabupaten Lamongan Bikin Warganya Cuma Bisa Gibah (Unsplash)

Susahnya Menjadi Anak Kabupaten Lamongan: Bikin Iri sama Anak Surabaya, Malang, dan Jogja

9 September 2023
5 Titik Kemacetan di Malang Raya yang Bikin Kepala Pusing dan Naik Darah terminal mojok.co

5 Titik Kemacetan di Malang Raya yang Bikin Kepala Pusing dan Naik Darah

7 April 2021
Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Dua Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa Mojok.co

Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa

3 Juli 2024
4 Alasan Malang Nggak Perlu Bangun Mall Baru

4 Alasan Malang Nggak Perlu Bangun Mall Baru

18 Januari 2025
Bahasa Mahasiswa Plat AG yang Bikin Orang Malang Bingung Sekaligus Ketawa

Bahasa Mahasiswa Plat AG yang Bikin Orang Malang Bingung Sekaligus Ketawa

7 November 2023
UIN Malang Punya 3 Keistimewaan yang Tak Dimiliki Kampus Lain (Unsplash)

UIN Malang Adalah Kampus Istimewa, Tidak Ada Kampus Lain di Malang yang se-Istimewa Kampus yang Punya 2 Masjid Ini

1 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.