Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
28 Maret 2026
A A
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak semua oleh-oleh Salatiga pas dijadikan buah tangan.

Salatiga mungkin lebih dikenal sebagai kota impian di masa tua. Namun, jangan salah, pariwisatanya kini juga semakin berkembang. Daerah ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari kesejukan dan ketenangan.

Sebagaimana daerah yang dikunjungi wisatawan, Salatiga punya banyak pilihan oleh-oleh. Wisatawan yang kalap bukan tidak mungkin memboyong semua pilihan buah tangan yang ditawarkan. Semua disikat tanpa pikir panjang. Padahal, nggak semua kudapan khas kota sejuk ini diciptakan tangguh untuk menempuh perjalanan jauh. 

Memilah dan memilih oleh-oleh di sini bukan lagi sekadar urusan memanjakan lidah, melainkan sebuah tantangan serius. Kalau asal angkut, boleh jadi usaha membawa buah tangan itu akan berakhir sia-sia dan berujung di tempat sampah.

#1 Enting-enting gepuk, oleh-oleh Salatiga berupa camilan manis yang rapuh

Jajanan ikonik Salatiga ini memang juara membahagiakan lidah. Rasanya yang manis, renyah, dan sedikit lengket memberi impresi unik yang menyenangkan di rongga mulut. Sialnya, untuk meminang enting-enting gepuk dari etalase toko oleh-oleh itu cukup tricky.

Pasalnya, kudapan ini sangat rapuh. Terkena guncangan jalanan bergelombang sedikit saja, bentuknya rentan ambyar. Alhasil, bukannya menikmati makanan manis berwujud prisma yang cantik, pembeli malah mesti puas menyuap serbuk kacang yang lebih cocok buat bumbu gado-gado.

#2 Singkong keju D-9 matang berpeluang kehilangan harga diri saat dihadapkan durasi panjang

Singkong Salatiga itu beda dari buatan kota lain, apalagi kalau disandingkan dengan buatan pabrik. Singkongnya empuk dan bumbunya meresap sempurna. Namun, kalau dipaksakan menempuh perjalanan lebih dari lima jam, sebaiknya niat membawa pulang jajanan ini diurungkan.

Sebab, teksturnya bakal berubah jadi lembek. Belum lagi, minyaknya akan keluar dan keju parutnya ikut layu. Kalau sudah berubah seperti ini, selera makan bisa pergi. Cara mengakalinya, bisa dengan membeli varian frozen. Asal, jangan lupa penyimpanan juga kudu tepat dan disisipkan ice gel di dalamnya.

Baca Juga:

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

#3 Kerupuk godril adalah musuh utama ruang bagasi

Kerupuk ini memang teman ideal buat pendamping makanan utama apapun. Dilihat dari segi nilai tukarnya, membeli oleh-oleh renyah tersebut sangat menguntungkan karena punya peran serba guna. Namun, percayalah, mengangkut kerupuk godril adalah cara instan memicu konflik di dalam mobil.

Masalahnya, bentuknya yang mengembang dan bungkus plastiknya yang menggembung bakal menjajah ruang bagasi yang seharusnya muat diisi koper. Nekat memboyongnya pulang, artinya wisatawan kudu memilih antara dua opsi sulit. Mau menikmati gurih kerupuk godril di rumah atau ingin duduk nyaman sepanjang perjalanan tanpa resah.

#4 Pahitnya kopi biji salak sanggup mengalahkan kenangan pahit bersama mantan

Biarpun visualnya mirip kopi kemasan pada umumnya, oleh-oleh Salatiga ini bukan terbuat dari biji kopi. Sebagaimana namanya, oleh-oleh tersebut berasal dari biji salak yang diproses sehingga bisa diseduh dan dikonsumsi. Sedihnya, walaupun inovasi ini terbilang jempolan, tapi profil rasanya bukan untuk semua orang.

Kalau terbiasa menyesap manis kekinian ala kafe, mending pendam saja hasrat buat menjajal kopi biji salak ini. Sebab, alih-alih mendapatkan sensasi kopi yang creamy, lidah justru akan dihantam rasa pahit kuat. Bahkan, lebih pahir daripada kopi americano yang biasa dijual di kafe-kafe. Membeli kopi biji salak untuk penikmat kopi basic dan kasual jelas bukan keputusan bijak. 

#5 Keripik paru, oleh-oleh Salatiga yang butuh perjuangan

Sejatinya, keripik paru adalah salah satu kasta tertinggi oleh-oleh Salatiga. Bentuknya yang tipis dan digoreng kering menghasilkan rasa gurih yang lezat luar biasa. Namun, teksturnya yang kada kelewat kokoh, menuntut perjuangan ekstra dari rahang dan gigi supaya bisa dikonsumsi.

Alangkah melelahkan kalau dalam satu kemasan, hampir seluruh keripik paru di dalamnya seakan mengajak perang sebelum berhasil ditelan. Belum lagi, harganya terhitung lumayan. Satu bungkus keripik paru kecil berukuran 50 gram saja, bisa dipatok nyaris Rp20.000.m

Daftar di atas bukan dimaksudkan untuk menyebar teror, melainkan pengingat agar wisatawan nggak sembrono saat berbelanja oleh-oleh. Toh, esensi dari buah tangan adalah kegembiraan saat dinikmati bersama, bukan tumpukan tragedi yang berakhir di pojok dapur karena teksturnya sudah lebur.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2026 oleh

Tags: Oleh-Oleholeh-oleh khas salatigaoleh-oleh salatigapariwisataSalatigawisatawa
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Mencari Toko Oleh-oleh di Purbalingga bagaikan Ketemu Setan di Siang Bolong: Susah dan Hampir Mustahil

Mencari Toko Oleh-oleh di Purbalingga bagaikan Ketemu Setan di Siang Bolong: Susah dan Hampir Mustahil

13 November 2023
Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan terminal mojok.co

Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan

30 Mei 2023
Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

12 September 2023
Ketika Jogja Nggak Ramah bagi Orang yang Buta Arah Mata Angin, Google Maps Adalah Penyelamat Mojok.co

Ketika Jogja Nggak Ramah bagi Orang Buta Arah Mata Angin, Google Maps Adalah Penyelamat

11 Mei 2024
Bukit FTI, Kelebihan UKSW Salatiga yang Tak Tercatat di Brosur Kampus

Bukit FTI, Kelebihan UKSW Salatiga yang Tak Tercatat di Brosur Kampus

17 Juni 2025
3 Oleh-oleh yang Bisa Kamu Bawa Pulang dari Bekasi

3 Oleh-oleh yang Bisa Kamu Bawa Pulang dari Bekasi

10 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

22 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
Lirik Lagu Narsis Sheila on 7 Perisai Terbaik dari Patah Hati (sheilaon7.com)

Mendengarkan Lirik Narsistik Sheila on 7 Adalah Cara Terbaik Menghibur Diri Setelah Berkali-kali Ditolak Cinta

22 Maret 2026
Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

24 Maret 2026
Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

22 Maret 2026
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga
  • Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan
  • 5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta
  • ‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan
  • Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok
  • Ibu Jadi Sayang Kucing padahal Awalnya Benci: Dirawat Seperti Anak Sendiri, Terpukul dan Trauma saat Anabul Mati dalam Dekapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.