Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nyatanya, Wisata Halal Belum Tentu Ramah Muslim

Dieny Permata Ainy oleh Dieny Permata Ainy
10 Desember 2023
A A
Nyatanya, Wisata Halal Belum Tentu Ramah Muslim

Nyatanya, Wisata Halal Belum Tentu Ramah Muslim (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya mulai mengenal istilah wisata halal baru-baru ini, ketika saya menjalani kuliah jurusan Pariwisata dan menginjak semester 3. Padahal sejak 2019, pemerintah sudah gencar sekali membranding wisata halal di Indonesia. Bahkan, Global Muslim Travel Index melaporkan predikat wisata halal terbaik pada 2023 diduduki oleh Indonesia.

Tapi, saya selalu tidak puas dengan definisi wisata halal. Sejauh yang saya tangkap, wisata halal merupakan konsep wisata yang ditawarkan oleh destinasi yang secara keseluruhan mulai dari fasilitas hingga pelayanan menerapkan syariat-syariat Islam. Namun dalam praktiknya, saya justru mempertanyakan kata ‘halal’ itu sendiri.

Halal ialah suatu hal yang tidak dilarang dalam agama. Jika dihubungkan dengan wisata, wisata halal artinya kegiatan suatu individu atau kelompok yang pergi ke destinasi di luar kebiasaan dengan tujuan tertentu dan dalam kurun waktu tertentu yang diperbolehkan agama. Pelabelan wisata halal menjadi layanan tambahan bagi wisatawan muslim, sehingga, sebagai pemeluk agama Islam, saya merasa begitu eksklusif.

Akan tetapi, di sini saya ingin mengeluh terkait kriteria layanan dan fasilitas yang ramah muslim pada wisata halal di Indonesia yang kurang diperhatikan. Ada 4 indikator menurut Global Muslim Travel Index (2016):

Pilihan makanan dan jaminan halalnya

Masih ingat, kan, bagaimana gegernya orang muslim saat Mixue belum terpasang label halal? Saya juga bukan tipe muslim yang strict. Sebenarnya tidak harus berlabel halal dari BPOM ataupun mendapat sertifikat halal dari MUI langsung. Makanan dapat dikatakan halal juga bisa dilihat dari bahan-bahan yang digunakan. Bahan tersebut haruslah tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Namun, Kota Yogyakarta yang menaungi banyak tempat wisata halal, malah menyediakan kerupuk kulit babi. Itu haram! Saya sempat kaget karena bentukan kerupuk kulit babi dan sapi sekilas tampak mirip. Saya hampir membeli produk berbahan kulit babi tersebut saking miripnya. Bagi wisatawan muslim yang awam seperti saya, sebelum beli kerupuk kulit lebih baik tanya dulu ke penjual untuk mengetahui apakah itu dari kulit sapi atau tidak.

Akses ibadah yang mudah dan baik

Saya tidak pernah kesulitan menemukan tempat untuk ibadah. Masjid-masjid di pinggir jalan, mushola-mushola di pedalaman, bahkan tempat khusus salat pun ada di dalam destinasi wisata. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali pihak pengelola destinasi turut memberikan akses ibadah semudah itu. Di sisi lain, saya juga miris dengan sistem peribadatan di beberapa destinasi yang tidak syar’i. Sering saya menjumpai tempat wudu yang tidak dipisah antara wanita dan laki-laki dan tidak ada hijab atau pembatas untuk jemaah wanita dan laki-laki. Masa iya, saya disuruh lepas jilbab di samping laki-laki bukan mahram?

“Jangan lebay kamu! Masih ada WC umum,” ucap kakak saya yang kala itu mengajak ke Pantai Indrayanti. WC umum pun belum tentu bersih. Saya harus mengguyur setiap bagian lantai hingga dinding agar terhindar dari najis. Ini bukan lebay. Memang begitulah aturan dalam Islam. Islam tidak memperbolehkan wanita muslim memperlihatkan aurat kepada yang bukan mahram. Ini demi mempertahankan syariat.

Baca Juga:

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

3 Lagu Natal Paling Enak Versi Pendengar Muslim

Fasilitas di bandara yang ramah muslim

Dalam acara Halal in Travel-Global Summit 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga pernah mengatakan, bahwa halal merupakan servis tambahan dan bukan islamisasi wisatawan. Dari sini saya tidak berharap akan melihat semua pramugari memakai hijab. Selain itu, yang menjadi fokus di sini adalah fasilitas. Fasilitas dan servis atau pelayanan tentu dua hal yang berbeda. Setidaknya beberapa bandara internasional telah mengembangkan fasilitas ibadah ramah muslim. Ada tempat wudu dan tempat salat, meskipun tidak semua bandara mempunyai fasilitas tersebut.

Salah satu contohnya yaitu bandara terbesar ketiga di Indonesia yang berlokasi di Medan, Bandara Kualanamu. Penumpang mau tidak mau mengambil air wudu dari wastafel karena tidak ada tempat wudu. Hal itu bahkan belum mendapat perhatian dari pihak pengelola sejak musala dibangun tahun 2017 sampai sekarang. Gimana, sih, katanya ramah muslim sedunia?

Opsi akomodasi yang memadai

Apakah normal jika ada kamar khusus untuk merokok di hotel syariah? Saya mencari hotel-hotel syariah di situs web OTA. Banyak sekali pilihan hotel yang muncul dengan harga termurah sampai termahal beserta fasilitas hotel yang tentunya menyesuaikan budget. Sebagai muslim, saya sedih melihat beberapa hotel syariah menyediakan fasilitas khusus tempat merokok. Hotel syariah adalah hotel yang memperhatikan prinsip Islam dalam sistem operasionalnya. Tolong, lah, jangan setengah-setengah! Seharusnya hotel syariah bisa menerapkan prinsip Islam dalam menjalankan seluruh fasilitas dan pelayanan. Apalagi, rokok itu dipandang buruk oleh sebagian besar ulama, begitu pula di mata masyarakat.

Nah, itulah keluhan-keluhan saya semoga dapat mewakili secuil isi hati wisatawan muslim. Saya pikir wisata halal tidak pernah ditawarkan oleh sebuah destinasi wisata. Wisatawan muslim sendiri yang menjalankan konsep tersebut mulai dari niat keluar rumah, memilih tujuan destinasi, transportasi, apa yang dimakan, di mana akan salat, dan sebagainya. Saya harap, para wisatawan muslim tetap dan terus aware dengan syariat Islam setiap bepergian, ke mana pun itu.

Penulis: Dieny Permata Ainy
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ketika Wisata Halal Juga Menyasar Sampai Pendakian Gunung Rinjani

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2023 oleh

Tags: kriteriamuslimwisata halal
Dieny Permata Ainy

Dieny Permata Ainy

Mahasiswa S1 Pariwisata UGM.

ArtikelTerkait

Nama Membawa Cerita: Seorang Muslim yang Sering Dikira Kristen

Nama Membawa Cerita: Seorang Muslim yang Sering Dikira Kristen

13 Februari 2020
Orang Islam yang Nggak Shalat Bukan Musuh Terminal Mojok

Orang Islam yang Nggak Salat Bukan Musuh

25 Maret 2021
3 Lagu Natal Paling Enak Versi Pendengar Muslim Mojok.co

3 Lagu Natal Paling Enak Versi Pendengar Muslim

17 Desember 2023
syiah indonesia muslim sunni mojok

Begini Rasanya Jadi Orang Syiah di Indonesia

7 Oktober 2020
Tukang Ojek Bercadar: Progresif atau Salah Kaprah?

Tukang Ojek Bercadar: Progresif atau Salah Kaprah?

23 Desember 2019
Bukan Ibadah Salat Saya yang Kecepetan, tapi Salat Anda yang Kelamaan mojok.co/terminal

Muslim Nggak Usah Sensi sama Tempat Ramai Hanya karena Masjid Sepi

20 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.