Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Normalisasi Upah Rendah sebagai Jalan Terjal Karier Guru Honorer Adalah Sesat Pikir yang Dibangga-banggakan

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
13 Agustus 2024
A A
Bajingan! Gaji Guru Honorer Jauh di Bawah Tukang Parkir Liar! (Unsplash) finlandia sekolah swasta

Bajingan! Gaji Guru Honorer Jauh di Bawah Tukang Parkir Liar! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Upah rendah guru honorer itu bukan bagian dari karier, itu sesat pikir. “Kebijakan” aneh yang muncul dari pemikiran aneh ini wajib dibinasakan

Beberapa hari yang lalu, ada video viral di Instagram yang menampilkan truk dengan muatan overload. Video tersebut menuai pro-kontra di kalangan warganet. Ada yang menganggap hal itu sebagai peristiwa wajar. Tidak sedikit pula yang mempersoalkannya sebagai tindakan yang berbahaya. 

Hanya saja, yang menjadikan video tersebut semakin viral adalah respons dari akun sopir bus yang marah-marah, lantaran framing dari akun pengunggah bus yang overload dianggap menyudutkan para sopir truk. Menurut sopir bus tersebut, kalau barang yang diangkut nggak overload, maka para sopir hanya akan mendapat upah kecil. Jadi, muatan overload adalah hal yang memang wajar dilakukan para sopir agar dapat upah yang setimpal dengan kerja beratnya. 

Hal ini lantas menghasilkan perdebatan yang lebih panjang. Para warganet justru menyayangkan normalisasi muatan overload para pekerja truk, karena alasan upah. Seharusnya, sistem upahnya diperbaiki, sehingga tidak menormalisasi muatan overload. 

Melihat fenomena ini, saya jadi teringat akan normalisasi upah di profesi kecintaan saya, yaitu guru honorer. Ya, saya rasa nggak perlu dijelaskan terlalu panjang lah ya mirisnya upah guru honorer dan nggak masuk akalnya sistem pengupahannya. Namun, yang menjadi sorotan saya dalam kasus ini adalah normalisasi upah rendah itu sebagai jalan terjal yang memang harus dilewati para guru honorer. 

Para guru ASN senior, sering kali menjadikan upah rendah guru honorer sebagai jalan terjal karier seorang guru. Mereka menganggap kalau setiap guru memang harus dapat upah rendah terlebih dahulu selama honorer. Barulah setelah itu kalau beruntung, bisa diangkat menjadi ASN dan mendapat upah yang cukup sejahtera.

Bagi saya, hal ini adalah sesat pikir yang dinormalisasi. Nggak jauh beda dengan menganggap muatan overload sebagai cara mendapat upah layak. Padahal, di balik tindakan itu ada nyawa pengguna jalan lain yang terancam. 

Guru selayaknya diberi upah yang terpuji

Menganggap kalau guru layak mendapat gaji rendah saja sudah sesat pikir, apalagi menganggapnya normal sebagai bagian dari jalan terjal perjalanan karier. Makin sesat, blok. 

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

PPG dan Dapodik, Kombo Maut Penentu Nasib Guru Honorer yang Meresahkan dan Menakutkan 

Seharusnya, yang dinormalisasi adalah upah guru yang terpuji, selayaknya marwah profesinya yang juga terpuji. Bukan justru sebaliknya, profesinya terpuji, tapi upahnya rendahan seperti tak bertaji. 

Sering kali, para pejabat pemangku kebijakan pendidikan menyimpan suudzon tak berdasar. Mereka merasa kalau guru honorer belum teruji kompetensinya. Sehingga, memang selayaknya mendapat upah rendah, karena belum tentu menjadi pendidik profesional. 

Anggapan ini tentulah sesat pikir yang makin ngawur. Pertama, jika tak percaya pada kualitas guru honorer, harusnya diberhentikan saja. Pendidikan bukan ladang main-main dan uji coba sembarangan. Kedua, jika pun memang kualitas gurunya masih rendah, logikanya harus diberi perlakuan peningkatan kualitas. Bukan malah merendahkan upahnya. Salah satu jalan paling masuk akal dalam meningkatkan kualitas guru adalah meningkatkan kesejahteraan hidupnya dulu. Dengan cara apa? Yaa berikan upah yang layak, ndul. 

Jika memang serius, lakukan supervisi besar-besaran pada guru honorer. Lihat langsung kualitas mengajarnya. Kalau nggak layak, evaluasi dan beri satu kesempatan. Kesempatannya nggak dimaksimalkan, singkirkan. Jangan terus terjebak pada sesat pikir dengan membiarkan upah guru rendah atas asumsi kecurigaan kualitas guru honorer yang rendah. Saya sebagai guru honorer, berani dan siap diuji kualitasnya. Bahkan siap tempur jika harus diadu dengan guru ASN yang mengaku sudah sertifikasi. 

Tumpukan sesat pikir tentang gaji guru honorer

Jadi, biar saya simpulkan sesat pikir yang fatal tentang normalisasi upah rendah guru honorer. Pertama, menganggap seorang guru layak mendapat upah rendah adalah sesat pikir yang jelas parah. Kedua, menganggap semua guru honorer berkualitas rendah, sehingga seluruh guru honorer layak digaji rendah, adalah kesimpulan sesat yang nyata. Kalau dalam bahasa logikanya dikenal dengan sesat pikir hasty generalization. Menyimpulkan sesuatu yang luas atas data dan cara pandang yang sempit.

Ketiga, normalisasi gaji guru honorer rendah sebagai bagian dari jalan terjal karier seorang guru adalah sesat pikir yang tak layak dimiliki manusia. Jelas-jelas fungsi otak tak terpakai sama sekali dari kesimpulan itu. Kacau. Bagaimana mungkin kecacatan sistem pengupahan dianggap normal sebagai perjalanan karier, aneh. Harusnya segera berbenah dan diperbaiki. Bukan malah dinormalisasi, ndul. 

Saya sebagai guru honorer berkualitas dan berdedikasi, siap beradu dan diuji. Maka dari itu, dari tulisan ini saya ingin menarasikan dengan lantang, ubah sistem pengupahan guru honorer. Paling tidak, gaji sebulan jangan diukur berdasarkan hitungan jam seminggu. Itu jelas kekacauan matematis pengupahan yang dinormalisasi. Padahal, jelas-jelas sesat dan tak masuk akal. 

Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cleansing Guru Honorer, Kado Pahit Guru pada Awal Tahun Ajaran Baru, “Dibasmi” Seakan Bukan Manusia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2024 oleh

Tags: asnGuru Honorerkarierupah rendah
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

5 Tipe ASN Kesayangan Atasan, Ternyata Bukan yang Paling Pintar!

5 Tipe ASN Kesayangan Atasan, Ternyata Bukan yang Paling Pintar!

1 Juni 2023
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

ASN Boleh Mengkritik Negara, karena Digaji oleh Rakyat dan Diminta Setia pada Negara

25 Agustus 2024
Repotnya Jadi ASN di Tahun Politik, Pose Foto Nggak Leluasa Seperti Dulu Mojok.co

Repotnya Jadi ASN di Tahun Politik, Pose Foto Nggak Leluasa Seperti Dulu

17 November 2023
Kalau Mau Bahagia, Jadilah Guru PNS. Kalau Mau Jadi Filsuf, Jadilah Guru Honorer

Kalau Mau Bahagia, Jadilah Guru PNS. Kalau Mau Jadi Filsuf, Jadilah Guru Honorer

11 Februari 2023
ASN Dipaksa Diam dan Dilarang Menunjukkan Pilihan Politik, tapi Menteri Terang-terangan Menunjukkan Dukungan, kok Pilih Kasih?

ASN Dipaksa Diam dan Dilarang Menunjukkan Pilihan Capres, tapi Menteri Terang-terangan Menunjukkan Dukungan, kok Pilih Kasih?

22 Januari 2024
7 sifat atasan ASN yang nggak disukai (Onyengradar/Shutterstock.com)

7 Karakter Pimpinan ASN yang Paling Dibenci

14 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026
Apa yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

Apa sih yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

11 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif
  • Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas
  • Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan
  • Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.