Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nilai TWK CPNS Jeblok Bukan Berarti Bodoh, tapi Beda Pendapat Sama Pembuat Soal Saja!

David Aji Pangestu oleh David Aji Pangestu
9 November 2024
A A
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns

Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nilai soal TWK CPNS milikmu jeblok? Tenang, bukan berarti kalian bodoh kok, cuma beda pendapat aja sama pemilik soal!

Beberapa bulan terakhir, lini masa saya dipenuhi dengan postingan seputar CPNS. Mulai dari pendaftaran, iklan bimbel online, hingga meme lucu seputar orang yang lagi daftar CPNS. Ini baru bagi saya, soalnya memang baru pertama kali daftar. Maklum, first timer, alias fresh graduate yang lagi mencoba peruntungan sebagai pelayan publik.

Dulu ketika masa-masa pendaftaran, sempat gaduh ketentuan pendaftaran yang mengharuskan peserta menggunakan e-meterai yang dibubuhkan pada surat pertanyaan. Masalahnya, web untuk beli e-meterai aja banyak yang error. Bisa beli, tetapi nggak bisa dibubuhkan ke dokumen yang dibutuhkan. Fenomena unik lain muncul: joki e-meterai. Kayaknya, semua hal di Indonesia itu bisa dijoki.

Tidak berhenti sampai di situ, ketika Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dasar dimulai, muncul huru-hara lagi di berbagai platform media sosial. Mulai dari yang ngeluh kesulitan soal TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) yang di luar nalar, sampai ada yang nyumpahin pembuat soal karena dinilai nggak objektif dan terkesan suka-suka.

Tes Wawasan Kebangsaan, tapi opsi jawaban sangat subjektif

Saya tahu, membuat soal yang bagus itu memang nggak mudah. Apalagi sekelas soal TWK yang diujikan di CPNS, pasti bebannya dobel. Namun, sesulit-sulitnya bikin soal TWK, kalau tingkatannya “event nasional” yang diadakan hampir setiap tahun, masa nggak dipersiapkan dengan matang, sih?

Dari yang saya tahu, jenis soal yang diujikan itu sesuai latar pendidikan pendaftar. Misalnya, karena saya lulusan strata satu, maka saat mengerjakan soal SKD, maka di layar ada tulisan kecil S1-S3. Dari situ, saya asumsikan bahwa soal yang ada itu diujikan untuk lulusan S1-S3.

Namun, dari kualitas soal yang ada, saya malah jadi bertanya-tanya. Ini yang buat soal siapa sih? Dengan latar pendidikan peserta yang tentunya beragam, kok bisa bikin soal yang jawabannya rancu? Dari 30 soal TWK yang ada, saya bisa bilang, kalau lebih dari setengahnya, opsi jawaban tiap soal sangat bisa diperdebatkan.

Ada yang bilang kalau mau menjawab dengan benar, perlu mengamati setiap kata kunci yang ada dalam soal. Misalnya, pada tema bela negara, baik saat tes maupun try out, sering muncul kata globalisasi dan teknologi. Namun, ketika menjawab dengan opsi jawaban yang mengandung implementasi dari dua kata tersebut, bisa aja salah. Kayak… ini yang paling benar memang cuman perspektif dari pembuat soal ya?

Baca Juga:

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

Ngerjain TWK aman, tapi begitu dinilai, zonk!

Alhasil, meskipun saya sudah terbiasa dengan bacaan dan merasa sudah menjadi warga negara yang baik di masyarakat, belum tentu bisa dapat nilai TWK maksimal. Buktinya, ketika mengerjakan soal TWK, saya merasa tidak ada kesulitan sama sekali. Namun, ketika jawaban di-submit, nilainya zonk!

Mungkin saya memang belum mempunyai wawasan kebangsaan yang baik. Tapi kok banyak yang merasakan hal sama ya? Ketika curhat ini di media sosial, banyak yang reply dengan balasan senada,

“TWK mostly penalaran, tapi entah nalar siapa yang dipake!”

“Kan… bukan aku aja yang ngerasa kan? Tatanan bahasanya tidak memenuhi kaidah bahasa yang baik dan benar wkwkwk”

“Sebagai lulusan ilmu hukum, saya juga pushinggg kak!”

Netizen sepakat, seharusnya sistem penilaian diubah, nggak cuma pakai TWK

Membaca puluhan jawaban dari netizen tentang sambatan perihal TWK, saya jadi ikut sepakat kalau sistem penilaiannya mending diubah kayak TKP (Tes Karakteristik Pribadi), yaitu dengan sistem nilai terendah sampai nilai tertinggi. Saya yakin, meskipun kualitas soal belum ada perubahan signifikan, penilaian ini lebih terasa fair.

Lagian, masalah implementasi wawasan kebangsaan itu memang subjektif ya. Ketika membaca beberapa opsi soal yang ada, kadang saya membatin kalau jenis soal seperti itu malah terkesan memberi label bahwa tindakan A benar, tindakan B salah. Padahal, keduanya sama-sama benar. Masalahnya, dengan latar belakang pendidikan yang berbeda serta pemahaman konteks yang ada, bisa aja ada perspektif yang debatable.

Apalagi bagi saya seorang sarjana ilmu sosial. Wawasan kebangsaan paling benar menurut saya ya yang paling menguntungkan masyarakat. Namun, tidak jarang saya menemukan bahwa opsi jawaban yang dinilai benar oleh pembuat soal itu terlalu negara-sentris. Terlalu berpusat pada negara, bukan kepentingan masyarakat. Duh.

Pesan untuk yang Ikut CPNS Tahun Depan

Saya nggak berharap lebih akan ada perubahan dari segi kualitas soal maupun sistem penilaian yang lebih fair bagi peserta. Namun, yang ingin saya katakan adalah kalau memang ingin lolos, posisikan diri sebagai pembuat soal yang berpihak pada negara. Runtuhkan idealisme yang menurutmu paling sesuai dan berpura-puralah menjadi aparatur negara yang maha benar.

Ya, itu tips kalau mau dapat nilai bagus dan bisa lolos, sih. Tapi yang jelas, kalau nilaimu nanti kurang bagus, jangan bersedih. Bukan kamu yang bodoh, tapi beda pendapat aja sama pembuat soal.

Tulisan ini sebenarnya penghiburan buat diri sendiri juga. Entah memang masih denial karena dapat nilai TWK yang mepet passing grade, atau memang kualitas soalnya yang jelek dan terkesan suka-suka pembuat soal. Apa pun itu, buat yang masih percaya jimat bisa bikin nilai SKD jadi bagus, semoga nilai TWK-nya di bawah passing grade!

Penulis: David Aji Pangestu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Buat Kamu yang Lulusan SMA, Peluang Lolos Tes CPNS 2024 Menjadi Lebih Besar Setelah Tahu 6 Cara Mudah Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2024 oleh

Tags: cpnspnssoal TWKtes masuk PNStwk
David Aji Pangestu

David Aji Pangestu

Penulis blasteran Jawa-Madura.

ArtikelTerkait

Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran kenaikan gaji asn single salary ASN

Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran

21 Mei 2023
5 Kiat Menolak Teman PNS yang Suka Ngemplang Utang (Pixabay)

5 Kiat Menolak Teman PNS yang Suka Ngemplang Utang

9 November 2022
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Guru Honorer: Gaji Tak Seberapa, Pekerjaan Berlipat Ganda

2 Juli 2020
uang tip terminal mojok

Tunjangan PNS Memang Gede, tapi Nggak Segede Itu

15 September 2021
8 Merek Mobil yang Biasa Jadi Kendaraan Dinas Pelat Merah terminal mojok.co

8 Merek Mobil yang Biasa Jadi Kendaraan Dinas Pelat Merah

10 Januari 2022
Kini Kita Tahu Alasan Anak Muda Ogah Menjadi PNS (Unsplash)

Kini Kita Tahu Alasan Anak Muda Ogah Menjadi PNS

10 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.