Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Selamanya Orang yang Hobi Nulis Itu Lancar Ngerjain Skripsi

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
26 Desember 2020
A A
Nggak Selamanya Orang yang Hobi Nulis Itu Lancar Ngerjain Skripsi terminal mojok.co

Nggak Selamanya Orang yang Hobi Nulis Itu Lancar Ngerjain Skripsi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Orang-orang di tempat saya itu paling suka mencocok-cocokan. Dari hal-hal remeh, sampai yang sentimentil. Dari hal-hal yang lumrah sampai yang sama sekali sukar dinalar, semua bisa dihubung-hubungkan. Barangkali kalau ada perlombaan adu ilmu cocokologi, orang-orang di sekitar saya itu pasti akan jadi juara. Bahkan Anji dan Jerinx saya yakin bakal nangis darah. Saya akan cerita lebih lanjut tentang cocokologi aneh yang melabeli orang hobinulis pasti lancar ngerjain skripsi.

Sebenarnya lambat laun, kebiasaan main cocokologi ini mengusik kehidupan saya. Hidup saya yang semula tenang, tentram, dan senantiasa berbahagia, mendadak penuh dengan kemasygulan semenjak saya jadi korban cocokologi. Ironisnya, pelakunya bukan cuma teman saya, tapi juga orang tua saya sendiri.

Hal itu saya alami tatkala mulai menjabat sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yang sudah tak ada lagi perkuliahan, tapi masih harus berperang secara terbuka dengan skripsi. Itu semakin sulit lantaran saya mendapat perlawanan yang cukup sengit dari dua kubu.

Satu dari kubu rasa malas, yang kedua dari kubu orang-orang yang sukanya main cocokologi bahwa saya bisa ngerjain skripsi dengan mudah karena memiliki hobi menulis.

Saya nggak menampik bahwa saya memang punya hobi nulis. Tapi, saya juga harus mengakui bahwa saya adalah mahasiswa biasa. Sama seperti mahasiswa pada umumnya, saya juga kadang malas-malasan dan merasa kesulitan dalam menggarap skripsi. Meskipun baru tahap pembukaan alias proposalnya doang.

Ihwal kemalasan, mungkin semua orang mengalaminya dan nggak bisa diganggu gugat. Namun, kalau diukur-ukur secara sistemik dan empirik, teman saya yang tak punya hobi menulis justru lebih mampu dalam urusan ngerjain skripsi daripada saya. Buktinya mereka udah kelar duluan.

Tapi, ini penting saya utarakan, jujur saja selain urusan asmara, terkait pemahaman terhadap penulisan skripsi dan tetek-bengeknya, saya juga mengalami cukup ketertinggalan. Ibaratnya yang lain udah lima langkah menjelang finish, saya masih bersiap-siap lari.

Musababnya saya termasuk komplotan mahasiswa yang malas membaca panduan penulisan skripsi. Kalau boleh jujur, saya lebih suka dan tertarik membaca LKS daripada panduan penulisan skripsi. Bukan apa-apa, cuma terkadang kalimat-kalimat di buku panduan penulisan skripsi itu lebih sukar dipahami daripada jokes-nya Coki Pardede.

Baca Juga:

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Sudah kalimatnya disusun dengan gaya akademis tingkat tinggi, dipahami susah setengah mati, eh pada realitanya masih banyak beberapa bagian buku yang nggak sesuai, manakala dihadapkan dengan dosbing atau staf jurusan.

Walau sudah membaca bukunya cermat-cermat, pun nggak bisa menjamin apa yang ditulis sesuai. Salah-salah, mahasiswa yang justru diserang balik oleh dosen. Jika keliru, mahasiswa dianggap nggak baca buku panduannya.

Akhirnya, saya memilih bertanya ke teman untuk sekadar tahu sistematika menulis dan ngerjain skripsi. Itu baru soal sistematika penulisan, belum soal metodologi penelitian, variabel penelitian, dan judul. Nah judul ini yang terkadang bikin rumit.

Setiap mahasiswa mau lulus jalur skripsi wajib melewati fase-fase tertentu agar judul penelitian bisa ditekken dan mulai mengerjakan. Kalau nulis sembarang dan dikirimkan ke media itu gampang. Misalnya terdapat kekurangan di bagian judul, redaktur yang akan mengubahnya supaya lebih bagus. (Jangan ditiru, kalian juga harus belajar nulis judul bagus hahaha-red)

Kalau skripsi, mahasiswa mungkin akan dibimbing untuk menentukan judul. Sekadar membimbing sih nggak masalah. Tapi, masalahnya ketika terjadi perbedaan antara satu otoritas dengan otoritas lain, itu yang bakal jadi masalah.

Maksudnya gini, saat judul skripsi diterima oleh dosen pembimbing akademik, kemudian diajukan ke jurusan itu belum tentu di-acc. Buntutnya mahasiswa harus mengulang lagi mengajukan judul dari dosen pembimbing akademik. Beberapa mahasiswa mungkin juga akan mengalami kendala serupa. Mesti bolak-balik mengurus ke staf jurusan, dosen, dst. dst..

Ya mending kalau dosennya enak ditemui, jika tidak, tentu penyakit malas akan menyerang. Kayak saya ini, judul sudah lancar semua, di-acc dan dapat dosbing. Eh, lha kok, sampai dosbing suruh diubah judulnya. Yang itu artinya saya harus ke jurusan lagi.

Nggak akan lama kalau yang diminta ganti cuma judulnya. Tapi, lain ceritanya jika konteks yang akan diteliti yang disuruh ganti. Beruntung saya nggak begitu, tapi permasalahan saya terletak di variabel dan konten proposal.

Di mata orang lain, kendala-kendala tadi seolah nggak ada apa-apanya bagi saya. Saat saya dihubungi seorang teman, dan dia nanyain saya progres ngerjain skripsi, dia langsung mengklaim dengan statemen bahwa saya pasti mudah ngerjain skripsi karena hobi nulis. Atau teman saya itu bakalan bilang, orang yang biasa nulis pasti ngerjain skripsinya bakal lancar.

Sungguh saya membayangkan hal itu menjadi kenyataan. Seandainya memang hobi menulis ini bisa betul-betul mendukung kecepatan dan ketepatan saya dalam mengerjakan skripsi. Tapi seperti biasa, realita tak sesuai ekspektasi.

Saya justru lebih sering menulis artikel daripada merampungkan skripsi. Selain itu masalah berikutnya adalah protokoler penyusunan skripsi yang mau nggak mau harus saya ikuti. Kalau biasanya nulis nyantai, ini harus bisa menulis dengan aturan ketat akademik.

Sedangkan teman saya yang kurang hobi menulis malah cekatan merampungkan skripsi dan sukses membahagiakan orang tuanya. Saya ucapkan selamat. Sedangkan saya sendiri hanya sanggup untuk bungkam ketika orang tua ikut-ikutan mengira bahwa saya bisa dengan mudah menyelesaikan skripsi karena terbiasa menulis.

Pengin sekali saya bilang ke orang tua bahwa menulis artikel dan menulis skripsi merupakan dua hal yang berbeda. Namun, apalah hendak dikata, mulut saya seakan terkunci kala orang tua menodong pakai cocokologi begitu.

BACA JUGA Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2020 oleh

Tags: Mahasiswamengerjakan skripsi
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah!

26 November 2023
Bersyukurlah Jadi Maba Universitas Jember, Biaya Hidup Murah dan Wisatanya Banyak unej maba ospek madura jawa terminal mojok.co

Enaknya Jadi Mahasiswa UNEJ di Tengah Pandemi

29 April 2020
Kuliah di Sleman dan Rumah di Bantul, Ngekos adalah Jawabannya

Kuliah di Sleman dan Rumah di Bantul, Ngekos adalah Jawabannya

22 Mei 2019
Betapa Beruntungnya Mahasiswa ITB. Punya Kampus Estetik dan Adem. Institut Teknologi Bandung Punya Mata Kuliah Olahraga Juga. (Wikimedia Commons)

Sialan! ITB Itu Kampusnya Estetis, Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Bikin Iri Banget

1 Agustus 2023
Mahasiswa Kere Tak Harus Tampak Kere

Mahasiswa Kere Tak Harus Tampak Kere

29 Mei 2019
Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus Mojok.co

Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus

14 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.