Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh 

Nuri Ikhwana oleh Nuri Ikhwana
9 Mei 2025
A A
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sedikit-sedikit ada seremoni

Saya rasa Ngawi cocok punya julukan baru yakni Kota Seremoni. Entah kenapa seremoni resmi di daerah ini banyak sekali. Itu mengapa jangan heran kalau tenda acara, lengkap dengan snack kardusnya, sering sekali terlihat di Ngawi. Dua hal itu sudah seperti template wajib yang nggak bisa ditinggal. Mau itu acara besar seperti pembukaan gedung baru hingga acara receh macam launching palang kereta api, template-nya sama, ada terop, kursi berjajar, sambutan yang panjang, dan tentu saja, snack kardusan isi air gelas, roti, sama kue bolu mini.

Rasanya hampir semua hal di tempat ini harus dirayakan dengan seremoni. Bahkan, kadang acaranya belum benar-benar siap, tapi seremoni udah jalan duluan. Pokoknya yang penting ada dokumentasi, pita yang bisa digunting, dan sepatah dua patah kata dari pejabat setempat. Setelah itu? Ya, kadang proyeknya jalan, kadang juga mandek, yang penting sudah diresmikan.

Warga Ngawi lambat beradaptasi dengan hal baru

Orang Ngawi tergolong lama dalam hal adaptasi teknologi. Transportasi online seperti Gojek dan Grab benar-benar masuk sekitar 2–3 tahun yang lalu. Itu pun awalnya masih banyak yang ragu. Bukan karena aplikasinya susah, tapi karena bingung: “Nanti kalau drivernya orang nggak dikenal gimana?” atau “Lha terus kita naik motor sama orang asing, aman po?”

Jadi jangan heran kalau di beberapa titik, kamu pesan ojek online, drivernya malah nelpon dulu sambil bisik-bisik, “Ini beneran mau diantar sekarang, Mbak?” Seolah masih nggak percaya kalau ada yang memesan pakai aplikasi. Kebanyakan warga masih nyaman dengan cara lama: naik becak, ojek pangkalan yang udah langganan, atau paling banter nebeng saudara.

Hal yang sama juga berlaku untuk belanja online. Kalau di kota besar, kurir datang itu rutinitas. Di Ngawi? Masih jadi tontonan. Begitu ada suara motor kurir berhenti di depan rumah, tetangga langsung nengok dari balik tirai atau pura-pura nyapu. Bahkan ada yang langsung keluar dengan pertanyaan sakti, “Paket opo to, Mbak?”

Ya begitulah Ngawi, berkembang dengan caranya sendiri hingga membuatnya seperti daerah yang aneh di mata orang lain, terutama di mata orang yang terbiasa tinggal di kota. Hidup di daerah seperti ini kadang memang pahit. Saya tidak bisa merasakan pengalaman-pengalaman “modern” yang banyak disajikan di televisi atau media sosial. Walau begitu, Ngawi tetap punya pesonanya sendiri yang membuat saya nyaman. Saya jadi belajar hidup secara penuh dan puas pada hal-hal kecil dan sederhana. 

Penulis: Nuri Ikhwana
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Derita Menjadi Orang yang Lahir di Madura dan Memikul Citra Buruk, tapi Saya Tidak Pernah Menyesal

Baca Juga:

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2025 oleh

Tags: hidup di ngawijawa tengahjawa timurngawipilihan redaksi
Nuri Ikhwana

Nuri Ikhwana

ArtikelTerkait

MPKT, Mata Kuliah Paling Nggak Jelas dan Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

MPKT Adalah Mata Kuliah Paling Nggak Jelas yang Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

3 April 2024
Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui (Unsplash)

Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui

13 Maret 2023
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

12 Januari 2024
4 Tempat Ngopi Antimainstream di Magelang yang Bisa Jadi Tempat Healing Terminal Mojok

4 Tempat Ngopi di Magelang yang Bisa Jadi Tempat Healing

13 Januari 2022
Citayam Fashion Week: Bergaya Adalah Hak Setiap Orang, Bukan Cuma Mereka yang Beralas Kaki Nike Atau Berparfum Bvlgari Terminal Mojok

Citayam Fashion Week: Bergaya Adalah Hak Setiap Orang, Bukan Cuma Mereka yang Beralas Kaki Nike Atau Berparfum Bvlgari

12 Juli 2022
Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

3 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

Âİ 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

Âİ 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.