Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nasi Pecel Bukan Milik Madiun Saja, Kota Lain di Jawa Timur Juga Punya

Faiz Al Ghiffary oleh Faiz Al Ghiffary
23 April 2024
A A
Nasi Pecel Bukan Milik Madiun Saja, Kota Lain di Jawa Timur Juga Punya

Nasi Pecel Bukan Milik Madiun Saja, Kota Lain di Jawa Timur Juga Punya (Satelit BM via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Nasi pecel bukan cuma dari Madiun, lho. Kota lain di Jawa Timur juga punya varian nasi pecel yang berbeda.

Jika Prancis bangga dengan salad nicoise-nya, sebagai warga negara Indonesia kita juga mestinya bangga dengan nasi pecel. Jangan salah, tahun 2022 kemarin, pecel dan gado-gado masuk dalam daftar 50 salad terbaik di dunia versi TasteAtlas. Selain masuk dalam daftar 50 salad terbaik dunia, menurut beberapa literatur, pecel merupakan makanan khas Jawa bagian timur yang sudah ada sejak zaman dulu, bahkan tercatat dalam serat centhini yang ditulis sejak ratusan tahun lalu.

Tapi sebetulnya sebagai rakyat asli Jawa Timur yang bisa dibuktikan melalui KTP (((jaga-jaga kalau ada yang bertanya pada saya “KTP-mu ndi, bos?”))), saya merasa ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan dalam dunia per-pecel-an asli Indonesia tersebut.

Nama nasi pecel Madiun masyhur

Ketika membicarakan tentang pecel, apa yang terlintas dalam benak kalian? Sayuran, bumbu kacang, atau Madiun? Oke, itu semua nggak salah karena pada dasarnya sebagian besar pecel ya berkutat dengan hal-hal demikian. Tapi, ada satu hal yang perlu kita bicarakan bersama, yakni tentang “Madiun”nya.

Saya tidak ingin mengajak kalian untuk mengulas tentang sejarah kota ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa tidak semua nasi pecel itu asli Madiun. Paham, ya?

Gini-gini, Dab, suatu hari di Jogja saya pernah diajak makan oleh seorang kawan yang katanya makan di warung nasi pecel Madiun. Ternyata sesampainya di lokasi, yang saya jumpai bukanlah pecel pincuk Madiun, melainkan pecel tumpang khas Kediri. Woah, kapusan aku.

Ada lagi yang lebih parah. Kalau kesalahpahaman tadi berasal dari pembeli, kali ini datang dari si penjual. Suatu ketika saat melintas di jalan, saya melihat ada warung kecil bertuliskan “Sego Pecel Tumpang” dalam selembar banner lusuh. Pas saya mampir, ternyata hanya pecel bumbu kacang tidak ada sambel tumpangnya. Ugal-ugalan tenan, pikir saya.

Meskipun sebetulnya di daerah asal saya sendiri Bojonegoro, Jawa Timur, kami tidak pernah mendapat pelajaran resmi tentang sejarah nasi pecel dan perbedaan nasi pecel dari masing-masing daerah. Namun karena maraknya penjual nasi pecel di sana, maka kami mendapat wawasan baru bahwa pecel memiliki perbedaan, tergantung dari mana asalnya.

Baca Juga:

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Pecel Pincuk Madiun

Kalau tadi kalian membayangkan Madiun saat makan nasi pecel, itu tidak salah. Tapi juga bisa menjadi salah jika ternyata yang kalian makan adalah pecel sambel tumpang. Ya, pecel pincuk Madiun sejauh yang saya tahu tidak menggunakan sambel tumpang.

Pecel pincuk Madiun selalu identik dengan bumbu kacangnya yang halus dan kental. Bumbu-bumbunya disangrai, sehingga memberikan kesan tidak berminyak. Selain itu pecel Madiun memiliki sayuran yang wajib ada yaitu daun pepaya, dan kemangi.

Kemudian yang menonjol dari pecel ini adalah cara penyajiannya. Sesuai namanya, nasi pecel pincuk Madiun selalu disajikan di atas pincuk godong gedang (daun pisang).

Pecel Tumpang

Selanjutnya ada pecel tumpang, pecel tumpang ini bukan berasal dari daerah Madiun ya, Gaes, melainkan dari daerah Nganjuk dan Kediri. Sebenarnya secara umum, pecel pincuk dan pecel tumpang itu sama, sama-sama menggunakan sayuran. Yang membedakan keduanya adalah sambal tumpangnya.

Dalam pecel tumpang, sambal tersebut menjadi bahan utama saus pecel yang terbuat dari tempe busuk. Jangan salah, meski namanya tempe busuk, sambal ini memiliki bau khas yang wangi dan menggoda selera makan. Nah, sambal tumpang inilah yang tidak akan pernah kalian jumpai dalam pecel pincuk atau pecel mana pun.

Kalau kalian makan nasi pecel tapi menggunakan saus sambal tumpang, fix pasti kalian sedang makan pecel tumpang bukan pecel pincuk Madiun atau pecel lainnya.

Pecel Ponorogo

Secara geografis, Ponorogo berdekatan dengan Madiun. Mungkin kondisi inilah yang mempengaruhi penyebaran nasi pecel di dua wilayah tersebut. Meski begitu, pecel Ponorogo sangat berbeda dengan pecel pincuk Madiun atau pecel tumpang Kediri.

Perbedaan yang mudah dijumpai adalah sayur-sayuran yang digunakan. Jika pecel lainnya merebus sayuran terlebih dahulu sebelum dituang saus pecelnya, pecel Ponorogo identik dengan menyajikan sayur-sayuran dalam keadaan segar.

Untuk menjaga kesegaran sayuran tersebut, pencampuran bumbu pecel dilakukan dengan menggunakan air dingin. Maka secara kasat mata, bumbu pecel Ponorogo akan terlihat lebih terang dari bumbu pecel lainnya. Soal rasa, pecel Ponorogo sangat khas dengan bau daun jeruknya yang menambah aroma kesegaran dari pecel tersebut.

Kesimpulan: bukan cuma Madiun yang punya nasi pecel

Nah, itulah ketiga pecel yang sangat familier di lidah orang Jawa Timur. Sebenarnya selain nasi pecel dari Madiun, Ponorogo, dan Kediri di atas, di Jawa Timur juga masih ada banyak varian nasi pecel berdasarkan daerah masing-masing. Ada pecel Blitar, pecel Nganjuk, pecel Tulungagung, dll.

Terakhir, saya punya pesan untuk semua penjual nasi pecel di semua wilayah. Saya tidak bermaksud menggurui atau mengatur usaha kalian, ya, ini hanya sekadar masukan. Kalau kemarin Mojok menayangkan artikel soal angkringan yang keluar dari pakemnya dan kalio dianggap rendang oleh orang Jawa, pesan saya buat para penjual adalah tolong jaga nasi pecel sesuai pakemnya.

Kalau kalian jualan pecel tumpang, ya sesuai pakemnya. Atau kalau mau jualan nasi pecel Madiun ya sesuaikan juga dengan pakemnya. Jangan sampai ada yang beranggapan bahwa pecel Ponorogo adalah pecel pincuk, atau pecel tumpang sama seperti nasi pecel Madiun. Jiannn salah kaprah.

Penulis: Faiz Al Ghiffary
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Dosa Penjual Nasi Pecel yang Ngaku Asli Madiun.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2024 oleh

Tags: jawa timurmadiunNasi Pecelpecel tumpang kediripecel. madiunSego Pecel
Faiz Al Ghiffary

Faiz Al Ghiffary

Juru tulis perusahaan swasta. Hobi ngopi dan baca apa saja

ArtikelTerkait

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

16 Januari 2024
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Kebohongan Surabaya yang Bikin Sidoarjo Kelihatan Terbelakang Padahal Lebih Lengkap Sebagai Sebuah Daerah

21 Januari 2026
Bus Sugeng Rahayu, Si Lumba-lumba Jalanan Andalan Warga Nganjuk Utara yang Merantau ke Surabaya

Bus Sugeng Rahayu, “Si Lumba-lumba Jalanan” Andalan Warga Nganjuk Utara yang Merantau ke Surabaya

24 November 2023
8 Kebohongan tentang Kota Surabaya Terminal Mojok

8 Kebohongan tentang Kota Surabaya

16 Agustus 2022
3 Daerah Penghasil Sate Ayam Legendaris di Ponorogo

3 Daerah Penghasil Sate Ayam Legendaris di Ponorogo

17 Agustus 2023
Jember Bersatu Menolak Jalan Satu Arah yang Menyiksa Warga (Unsplash)

Sistem Satu Arah (SSA) 24 Jam di Jalanan Kota Jember TERBUKTI Menimbulkan Kontroversi dan Malah Menyusahkan Warga

31 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.