Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nasi Goreng Palembang Nggak Cocok di Lidah Orang Jogja: Hambar!

Muhammad Ubaidillah Hanan oleh Muhammad Ubaidillah Hanan
1 Desember 2025
A A
Nasi Goreng Palembang Nggak Cocok di Lidah Orang Jogja: Hambar!

Nasi Goreng Palembang Nggak Cocok di Lidah Orang Jogja: Hambar! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya saya kira penjual nasi goreng di Palembang kurang memberikan bumbu, eh, ternyata memang rasanya hambar!

Lantaran lama tinggal di Jogja, lidah saya jadi terbiasa dengan masakan Jawa, atau masakan yang bercita rasa dominan manis. Selain itu, masakan yang kaya akan rempah lokal, bumbunya tak terlalu pedas juga familier di lidah. Bagi saya, rasa masakan Jogja memiliki ciri khas tersendiri.

Akan tetapi di Palembang saya merasakan hal berbeda, terutama dalam hal cita rasa masakan. Ini sedikit membuat saya gegar budaya. Kalau bahasa kerennya sih culture shock.

Berhubung nasi goreng adalah makanan favorit saya, maka makanan yang sering saya beli ya nasi goreng. Sudah berkali-kali saya mencicipi hidangan ini di Palembang. Tentunya di warung makan yang berbeda-beda. Ternyata saya menemukan fakta terdapat perbedaan antara nasi goreng di Jawa dengan di Palembang.

Nasi goreng di Palembang rasanya hambar seperti kurang bumbu

Saat pertama kali mencoba nasi goreng di Palembang, saya kira penjual kurang memberikan bumbu. Soalnya rasa nasinya hambar. Namun ketika mencoba makan di tempat lain, ternyata rasanya sama saja. Sama-sama hambar dan bumbu rempahnya kurang kuat.

Bumbu bawangnya tak terasa. Dari segi aroma pun tak tercium aroma bawang. Padahal bawang adalah bumbu wajib nasgor. Memasak nasi goreng tanpa bawang rasanya kurang sempurna.

Entah memang ciri khas nasgor di Palembang hambar begitu atau gimana, saya kurang tahu persis. Yang jelas rasanya kurang cocok di lidah Jogja saya.

Telur disajikan terpisah

Umumya, telur dalam nasi goreng dicampur bersama bumbu. Namun di Palembang tidak demikian. Di sini telur disajikan secara terpisah sebagai pelengkap. Biasanya dibuat telur dadar, tapi ada juga sebagian yang dibuat telur ceplok.

Baca Juga:

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

Bagi saya ini unik. Tanpa kita request secara khusus, telur sudah disajikan terpisah. Berbeda dengan di Jogja, Anda perlu memberi tahu penjual jika menginginkan telur dan nasi goreng disajikan terpisah.

Nasi goreng di Palembang diberi tambahan topping teri

Bagi saya ini sulit ditemui di Jogja: nasi goreng dengan topping teri. Soalnya nasgor di Jogja umumnya menggunakan topping ayam, kadang juga sosis, bakso, dan lain-lain.

Sementara itu di Palembang, mayoritas nasgor diberi topping ikan teri. Ini jelas menambah cita rasa yang unik. Di setiap suapan, Anda akan mendapatkan rasa asin dari teri. Bagi saya, rasa asin ini lumayan bisa menetralkan rasa hambar hidangan ini.

Kerupuknya beda

Kerupuk adalah pelengkap wajib makanan Indonesia. Rasanya ada yang kurang kalau makan tanpa kerupuk. Nasi goreng pun biasanya disajikan dengan kerupuk agar lebih sempurna.

Awalnya saya mengira kerupuk untuk hidangan nasgor di semua daerah itu sama. Sama-sama menggunakan kerupuk bawang kecil itu, lho. Tapi saya salah. Soalnya nasgor di Palembang ternyata tidak menggunakan kerupuk bawang seperti di Jawa, melainkan kerupuk kemplang.

Kerupuk kemplang adalah kerupuk ikan khas Palembang. Kerupuk ini terbuat dari campuran ikan tenggiri atau ikan gabus. Rasanya gurih dan renyah. Ditambah ada rasa dan aroma ikan yang kuat. Jadi, kerupuk kemplang ini kurang cocok bagi Anda yang tidak doyan ikan.

Itulah pengalaman saya makan nasi goreng di Palembang. Apa yang saya bagikan di sini adalah sudut pandang pribadi saya sebagai orang Jogja. Tidak cocok di saya belum tentu juga tidak cocok buat Anda, begitu pun sebaliknya. Bisa jadi saya belum menemukan nasgor yang cocok di lidah.

Maka saya sarankan Anda tetap mencicipi hidangan ini kalau datang ke Palembang. Siapa tahu Anda malah menyukainya.

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal Sepele tapi Sukses Membuat Penjual Nasi Goreng Sedih

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2025 oleh

Muhammad Ubaidillah Hanan

Muhammad Ubaidillah Hanan

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggiat studi keislaman. Hobi jalan-jalan dan wisata kuliner. Menulis hanya di kala senggang.

ArtikelTerkait

propaganda malaysia nasi kandar FAM Malaysia PSSI sepak bola Mojok

Nasi Kandar, Hidden Gem Kuliner Malaysia

26 Februari 2021
Sate 02, Kuliner Olahan Bekicot Khas Kediri yang Bikin Ketagihan sate bekicot

Sate 02, Kuliner Olahan Bekicot Khas Kediri yang Kalah Pamor, padahal Rasanya Bikin Ketagihan

2 Juli 2024
Salah Kaprah Soal Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB): Dituduh Klenik Sampai Diplesetin Jadi Fakultas Ilmu Berpesta mahasiswa FIB

Mahasiswa FIB Memang Terlihat Santai, tapi Bukan Berarti Mereka Manusia Tak Berguna dan Pantas Dicap Tak Punya Masa Depan

18 Juni 2025
Melihat Kesuksesan BTS dan Kecerdikan ARMY dalam Comeback Terbaru ‘Butter’ terminal mojok

Melihat Kesuksesan dan Kecerdikan ARMY dalam Comeback Terbaru BTS ‘Butter’

25 Mei 2021
tren sepeda MOJOK.CO

Sepeda dan Bike to Work Tidak Akan Pernah Menjadi Gaya Hidup di Indonesia

12 Agustus 2020
Warteg, Pilihan Terbaik untuk Sahur Dibanding Tempat Makan Lain

Warteg, Pilihan Terbaik untuk Sahur Dibanding Tempat Makan Lain

9 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026
7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup Terminal

7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup

10 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.