Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Naik Lift: Dari Pura-Pura Sibuk Hingga Nahan Kentut

Novi Setya Ningrum oleh Novi Setya Ningrum
17 Oktober 2019
A A
naik lift

naik lift

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah mengalami menunggu lift tanpa teman yang bisa diajak ngobrol? Dan sekeliling adalah orang-orang baru. Rasa canggung saat itu tidak dapat dihindari atau istilahnya mati gaya. Banyak orang lebih memilih menunduk atau pura-pura sibuk dengan smartphone. Padahal kalau online di dalam lift itu tidak bisa, karena sinyal hilang, terhalang oleh tembok maupun dinding-dinding. Jadi dapat dipastikan jika melihat orang-orang sibuk dengan smartphone di lift ia 99% hanya pura-pura sibuk.

Bukan sesuatu yang baru di kalangan masyarakat Indonesia terlebih yang tinggal di perkotaan. Maka dapat dipastikan setiap gedung pencakar langit dilengkapi dengan lift. Baik itu mall, hotel, rumah sakit dan bahkan rumah pribadi. Kalau desa jangan ditanya, saya orang desa pertama kali mau naik lift harus buka google terlebih dahulu. Takut jika salah dan ditertawakan pengguna yang lain. Terlepas dari itu semua adanya lift (elevator) sebagai fasilitas umum memudahkan kehidupan sehari-hari.

Beberapa etika yang tidak tertulis saat naik lift, namun menjadi hal wajib untuk diketahui. Ini berguna untuk keamanan dan kenyamanan pengguna. Tidak ada salahnya juga untuk melakukannya karena etika ini mencerminkan kebiasaan yang baik dan masuk akal. Berikut beberapa hal unik dan jangan dilakukan saat naik lift.

Seperti uraian sebelumnya untuk membunuh rasa canggung atau mati gaya saat menunggu lift. Cara pura-pura sibuk adalah yang terbaik. Dari pada kita menatap satu per satu pengguna lift yang lain. Maka itu akan dianggap sangat tidak etis dan mengganggu privasi. Walaupun dalam situasi yang memungkinkan untuk menatap, jangan menatap lama-lama. Berikan senyum sekilas dan kembali menatap smartphone atau melihat barisan angka yang terdapat di dalam lift.

Selanjutnya, jika posisi berdiri berdekatan dengan tombol lift, jangan lupa untuk menutup kembali pintu.  Saat orang lain turun, dan tidak ada lagi pengguna yang ingin naik maka segera tekan tombol, agar pintu kembali menutup. Karena akan malu sekali dilihat dari luar dan sangat canggung dengan pengguna yang ada di dalam. Jika kondisi itu terjadi, dan tiba-tiba terdengar bunyi jangkrik maka akan cocok sekali

Lift sebagai tranportasi vertikal yang mengantarkan penumpangnya dari satu lantai ke lantai yang lain. Situasi kembali canggung ketika didalam lift hanya ada 2 orang yang tidak saling kenal. Maka hal unik yang tanpa sadar terjadi adalah berdiri saling bejauhan, antara pojok satu dengan pojok yang lain. Menerapkan teori prosemik, teori yang mempelajari tentang perlaku manusia pada saat berhubungan dengan ruang publik dan pribadi. Maka mereka akan cenderung berdiri berjauhan atas dasar takut melanggar prosemik yang berarti juga akan mengganggu privasi seseorang.

Jangan buru-buru masuk lift, meskipun sedang tergesa-gesa. Karena seperti halnya penumpang kereta, dan bus, di mana mereka harus mengutamakan penumpang yang akan turun. Baru setelahnya penumpang yang akan naik. Hal ini juga diterapkan pada penguna lift. Meskipun juga tidak tertulis secara jelas, namun ini menjadi adab yang harus dilakukan demi kenyamanan bersama. Ini penting untuk menghindari saling berebut pintu atau bahkan membuat kegaduhan.

Jangan membuat kegaduhan di dalam lift. Misalnya saja sedang merasa takut. Tetaplah mencoba tenang dan tunggu beberapa saat untuk sampai di tempat tujuan. Termasuk pula jangan membuat kegaduhan dengan berteleponan ketika sedang berada di lift. Karena pasti akan didengar oleh semua penumpang dengan bilik sekecil itu. Keadaan akan diperparah ketika saat berteleponan dengan kondisi tidak stabil atau marah.

Baca Juga:

Kasta Kentut dalam Hubungan Asmara

Ruangan balok tertutup, kedap suara. Sangat sulit dibayangkan jika terjadi peristiwa lift rusak dan pengguna terjebak di dalamya. Udara pasti sangat terbatas dan terasa pengap. Karena oksigen yang masuk terbatas. Kondisi yang tak kalah parah adalah kentut di dalam lift. Tentu ini akan mengganggu pengguna yang lain. Tidak dapat dibayangkan betapa parahnya kondisi tersebut. Namun jika itu terjadi pada anda, sebagai tersangka utama. Maka berpura-pura tidak tahu dan menikmati keadaan sebagai korban adalah pilihan terbaik.

Lift memang membantu untuk sampai lebih cepat dengan tenaga yang sedikit. Tapi sekali-kali pakailah tangga. Apalagi ketika hanya ingin naik satu lantai. Alternatif terbaik adalah menggunakan tangga darurat. Selain untuk kesehatan karena mampu membakar kalori dan menggerakkan sendi agar aktif. Juga sebagai bentuk menghargai pengguna lift yang lebih membutuhkan misal ibu hamil, mengendong anak, dan lansia. Setidaknya dengan tangga kita dapat mengurangi antrian lift yang berjubel. (*)

BACA JUGA Liverpool Jangan Jumawa: Segerakan Meraih Gelar Liga Inggris! atau tulisan Novi Setya Ningrum lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2019 oleh

Tags: nahan kentutnaik liftpura-pura sibuk
Novi Setya Ningrum

Novi Setya Ningrum

ArtikelTerkait

Kasta Kentut dalam Hubungan Asmara

Kasta Kentut dalam Hubungan Asmara

31 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.