Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
26 Juni 2024
A A
Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa museum Surabaya seharusnya nggak menyepelekan teks deskripsi. Alih-alih informatif malah malu-maluin, lho.

Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya memiliki banyak peninggalan bersejarah. Mulai dari nama daerah seperti Jembatan Merah, Kampung Arab, Kawasan Pecinan, sampai peninggalan bangunan seperti SMA Komplek dan gedung Internatio. Nggak hanya itu, banyak juga benda peninggalan lain di kota ini seperti perlengkapan sekolah serta alat kesehatan yang digunakan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Saking banyaknya sisa sejarah yang tersimpan di Surabaya, pemerintah berinisiatif untuk membangun museum supaya barang-barang bersejarah di kota ini dapat tersimpan dengan baik. Selain itu, kehadiran museum tentu diselipi harapan agar warga Surabaya mengerti dan menghormati jasa para pahlawan yang dulu berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Sayangnya, museum di Surabaya abai soal pembenahan teks deskripsi. Padahal teks deskripsi yang kurang jelas berpotensi bikin pengunjung gagal paham.

Surabaya punya lebih banyak museum

Museum di Surabaya memang terbilang sangat banyak. Menurut sumber, ada yang mengatakan kalau Surabaya punya 10 museum yang cukup hits. Misalnya Museum Sepuluh Nopember yang terletak di Tugu Pahlawan. Lalu ada juga De Javasche Bank yang berlokasi di Krembangan dan Museum Surabaya yang terletak di gedung Siola.

Akan tetapi saya cukup yakin bahwa museum di Surabaya jumlahnya melampaui angka tersebut. Masih banyak museum yang luput disebutkan dalam sumber tersebut. Bahkan seingat saya, sejak tahun 2019 lalu, pemerintah Kota Surabaya mulai rajin membangun museum baru.

Pada tahun 2019, pemerintah meresmikan Museum Pendidikan yang terletak di Kecamatan Genteng, tepat pada Hari Guru Nasional 25 November. Selain itu, ada pula Museum Olahraga yang diresmikan pada tahun 2021 dan Museum Pusat TNI AL yang dibuka awal tahun ini.

Teks deskripsi dalam museum yang disepelekan

Dibukanya museum-museum baru di Surabaya tentu memberikan banyak dampak positif. Selain untuk tujuan edukasi, maraknya museum ini sejalan dengan tren anak muda yang kini doyan melakukan museum date. Di sisi lain, tren foto estetik juga menjadi faktor tambahan ramainya wisata museum saat ini.

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Tren-tren seperti ini memang bukanlah masalah karena justru mendorong warga untuk meramaikan wisata dalam kota. Yang jadi masalah adalah ketika museum juga ikut-ikutan mengikuti tren, utamanya tren estetik, sampai lupa akan fungsi primer dibangunnya museum itu sendiri.

Saya perhatikan beberapa museum di Surabaya yang pernah saya kunjungi cenderung hanya mementingkan layouting dan estetika, sementara teks deskripsi seolah hanya menjadi pemanis belaka. Banyak sekali teks deskripsi di dalam museum yang bikin saya geleng-geleng kepala membacanya. Tentu ini mengherankan. Bagaimana bisa museum sebagus ini malah mengabaikan salah satu properti yang penting?

Teks deskripsi di dalam museum saat ini memiliki ejaan yang nggak karuan. Misalnya kata “di” sebagai imbuhan dan preposisi saja nggak tahu bedanya. Banyak juga kalimat yang nggak punya kata kerja, nggak efektif, dan boros kata. Ada beberapa teks yang masih mampu saya pahami, tapi nggak jarang ada teks yang bikin saya bingung. Ini tentu bisa membuat orang-orang jadi kesulitan memperoleh informasi.

Teks deskripsi di salah satu museum di Surabaya (Dokumentasi Pribadi)
Teks deskripsi di salah satu museum di Surabaya (Dokumentasi Pribadi)

Terjemahan yang nggak karuan

Soal teks deskripsi yang nggak jelas dalam beberapa museum di Surabaya ini dampaknya menurut saya cukup fatal. Bahkan bisa sampai di level malu-maluin kota sendiri. Apalagi kalau museum-museum tersebut ditargetkan menjadi destinasi wisata untuk wisatawan mancangera, jelas ini memalukan.

Jadi gini ya, soal teks deskripsi yang nggak jelas ini mungkin masih dimaafkan karena kita sebagai penutur asli masih paham apa yang dimaksud teks tersebut. Tapi kalau kita bicara soal terjemahan, teks deskripsi bahasa asal dengan struktur kalimat yang benar itu sangat dibutuhkan. Apalagi kita tahu pemerintah juga ingin bekerja secara efisien dengan menggunakan mesin penerjemah daring. Jadi, kalau teks deskripsinya asal-asalan, ya terjemahannya nggak usah ditanya. Jelas hancur!

Teks deskripsi di salah satu museum di Surabaya (Dokumentasi Pribadi)
Teks deskripsi di salah satu museum di Surabaya (Dokumentasi Pribadi)
(Dokumentasi Pribadi)
(Dokumentasi Pribadi)

Nah, yang jadi masalah adalah ketika wisatawan mancanegara, yang kita tahu biasanya suka baca, tiba-tiba berkunjung ke museum untuk mencari informasi. Pas tahu teks deskripsi di museum Surabaya kayak gitu, apa mereka nggak kebingungan? Saya saja yang baca bingung dan heran. Kalaupun terjemahannya benar, bahasanya terasa kurang luwes dan terkesan seperti mesin.

Sekali lagi, museum di Surabaya memang banyak. Tapi sayangnya, fungsi museum kini lebih ke estetika belaka lantaran properti seperti teks deskripsi cenderung diabaikan. Padahal teks deskripsi ini berperan penting dalam menyalurkan informasi sejarah kepada masyarakat.

Saran saya, pemkot dan pengelola museum bisa bekerja sama dengan kampus. Toh di Surabaya banyak kampus bagus. Bisa lah kerja sama dalam hal penulisan teks deskripsi, mulai dari perumusan hingga penerjemahannya. Yang jelas biar nggak malu-maluin!

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Wisata Surabaya Nggak Cuma Mal, Ada Juga Tempat-tempat Bersejarah yang Menarik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2024 oleh

Tags: jawa timurKota Surabayamuseummuseum surabayaSurabayawisata sejarah
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

Surabaya Belum Butuh Kereta Tanpa Rel, Mending Perbaiki Dulu Transportasi Umum yang Sudah Ada Mojok.co

Surabaya Belum Butuh Kereta Tanpa Rel, Mending Perbaiki Dulu Transportasi Umum yang Sudah Ada

10 Juni 2024
Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Mojokerto yang Menawarkan Keindahan Alam namun Wajib Diwaspadai

Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Mojokerto yang Menawarkan Keindahan Alam namun Wajib Diwaspadai

25 November 2023
7 Pantai di Pacitan yang Cocok Didatangi di Akhir Pekan

7 Pantai di Pacitan yang Cocok Didatangi di Akhir Pekan

29 April 2023
Delta Plaza Surabaya, Mall Sejuta Umat di Surabaya Mengalahkan Royal Plaza dan BG Junction

Delta Plaza Surabaya, Mall Sejuta Umat di Surabaya Mengalahkan Royal Plaza dan BG Junction

30 November 2023
Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

16 Januari 2024
Bondowoso Tape, Kopi, dan Konser Dangdut di Tengah Sawah (Unsplash)

Bondowoso dalam 3 Rupa: Tape, Kopi, dan Konser Dangdut di Tengah Sawah

5 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.