Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

Akhmad Yunus Vixroni oleh Akhmad Yunus Vixroni
24 Februari 2026
A A
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Mudik artinya antre demi sebuah nostalgia bernama Gudeg Sagan

Malam harinya di Jogja, istri mengajak makan malam nostalgia. “Ke Gudeg Sagan yuk, Mas. Kangen nih,” ajaknya dengan mata berbinar.

Sebagai suami yang baik, saya mengangguk. Ekspektasi saya tentang makan malam di kampung halaman adalah: Masuk warung sederhana, ibu-ibu penjual menyambut dengan ramah, duduk santai, makan dengan tenang.

Realitanya? Kami harus mengambil nomor antrean. Ya, makan gudeg pakai nomor antrean, persis seperti mau mengurus paspor di kantor imigrasi.

Resto itu penuh sesak. Orang-orang berdiri gelisah menunggu meja kosong. Suara riuh rendah percakapan bercampur dengan denting sendok garpu.

Ketika akhirnya makanan datang, saya melihat istri saya makan dengan bahagia. Tapi bagi saya, kenikmatan itu berkurang drastis. Gudegnya memang enak (meski manisnya masih bikin lidah Lamongan saya culture shock), tapi suasananya? Nol besar.

Tidak ada keintiman. Tidak ada obrolan santai karena kami sadar ada orang lain yang berdiri di samping meja dengan tatapan, “Cepat selesaikan makanmu, giliran kami duduk”.

Di Lamongan, makan di warung pecel lele adalah momen sakral. Penjualnya kenal nama bapak kita. Kita bisa ngobrol ngalor-ngidul soal harga pupuk kandang atau gosip pilkada. Di Jogja, makan adalah transaksi cepat di tengah hiruk-pikuk industri pariwisata.

Jebakan “healing” di HeHa Mountain View

Puncak dari “hilangnya rasa mudik” ini terjadi besoknya, ketika kami pergi ke Heha Mountain View, yang terkenal akan keindahannya. Kami menempuh perjalanan menanjak ke arah Patuk yang padat merayap. 

Baca Juga:

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

Sesampainya di sana, definisi “healing” saya hancur lebur. HeHa bukanlah tempat menikmati alam. Ia adalah sebuah Studio Foto Outdoor Raksasa.

Jujur saja, pemandangannya memang indah sekali. Lampu kota Jogja kelap-kelip di kejauhan. Tapi bisakah kita menikmatinya? Tidak.

Mata pengunjung tidak tertuju ke horizon, tapi ke layar hape. Di setiap sudut ada antrean manusia yang ingin berfoto di spot-spot buatan: Balon udara palsu, teras kaca, atau bingkai-bingkai neon.

Saya mengamati sekeliling. Tidak ada yang duduk diam meresapi angin gunung. Semua sibuk dengan pose, angle, dan pencahayaan.

Saya melihat fenomena ini bukan sebagai liburan, tapi sebagai Kerja Rodi Digital. Kita bayar tiket masuk, bayar parkir, macet-macetan, hanya untuk bekerja menjadi model dan fotografer bagi akun media sosial kita sendiri.

Mudik ke Jogja adalah soal kebahagiaan istri

“Mas, sini foto aku udah pasang tripod,” kata istri saya memanggil dari salah satu spot. “Oke gass, Dik!” jawab saya semangat. (Dalam hati saya mengakui: Pemandangannya bagus juga, kan sayang kalau nggak foto).

Akhirnya, saya yang niatnya mau mudik dan istirahat dari pekerjaan di Bekasi, malah beralih profesi menjadi tukang foto dadakan. Satu jepretan, 10 jepretan, 50 jepretan, keringat bercucuran. Tapi, melihat dia tersenyum puas saat melihat hasil fotonya, ya sudahlah. Itulah healing versi saya hari itu: melihatnya bahagia (dan tidak ngomel).”

Di Lamongan, kalau mau lihat pemandangan, saya tinggal jalan ke pematang sawah atau duduk di tanggul Bengawan Solo, gratis, sepi. Hanya ada saya, angin, dan mungkin seekor kerbau. Itu baru namanya healing.

Baca juga: Begini Rasanya Nggak Pernah Mudik Lebaran Sejak Lahir

Jogja: Kampung halaman milik semua orang

Dalam perjalanan pulang dari HeHa, sambil menyetir menembus kemacetan Jalan Wonosari, saya merenung. Mungkin masalahnya bukan pada Jogja. Kota ini terlalu terkenal.

Akibatnya, Jogja bukan lagi milik warganya atau para pemudik seperti saya. Jogja sudah menjadi milik Indonesia. Milik semua orang yang butuh validasi liburan. Ketika sebuah kota menjadi “Kota Wisata”, ada harga mahal yang harus dibayar: Hilangnya privasi dan keheningan.

Bagi yang lain, ini mungkin tetap menyenangkan. Tapi bagi saya, pria Lamongan yang mendambakan definisi mudik yang purba, pulang ke sunyi, pulang ke lambat, Jogja terasa melelahkan.

Saya jadi sadar, mudik ke Jogja itu bukan liburan. Itu adalah kunjungan kerja. Kerja menahan emosi di jalan, kerja mengantre makanan, dan kerja menjadi fotografer dadakan.Mungkin tahun depan, kalau mau benar-benar merasakan “mudik” yang tenang, saya tidak akan mengajak istri pulang ke Jogja.

Saya akan ajak dia ke Lamongan saja. Kita duduk di pinggir tambak, makan pecel lele yang asin pedas, makan rujak petis, dan menikmati kemewahan hakiki: Jalanan yang sepi dan tidak ada bus pariwisata.

Penulis: Akhmad Yunus Vixroni

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Hal Normal di Lamongan tapi Susah Ditemukan di Jogja, Bikin Culture Shock Perantau

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2026 oleh

Tags: bekasigudeg saganheha mountain viewJogjalamonganlibur lebaranMudikPulang Kampung
Akhmad Yunus Vixroni

Akhmad Yunus Vixroni

Akhmad Yunus Vixroni. Seorang lulusan Psikologi yang suka keliling bareng istri. Tertarik dengan hal-hal kecil yang sering luput dari observasi.

ArtikelTerkait

Derita Mahasiswa Manado yang Tersiksa Kuliah di Kota Jogja (Unsplash)

Derita Mahasiswa Manado Penghuni Kosan Tanpa AC di Tengah Panasnya Kota Jogja yang Menusuk Sampai Lapisan Kulit Paling Dalam

20 April 2024
Trans Jogja Perlu Banyak Belajar dari Batik Solo Trans agar Semakin Baik Mojok.co

Trans Jogja Perlu Banyak Belajar dari Batik Solo Trans Supaya Semakin Nyaman

4 Januari 2025
Pengalaman Mudik Perdana dari Jogja ke Madura: Derita Menahan Kencing Berjam-jam

Pengalaman Mudik Perdana dari Jogja ke Madura: Derita Menahan Kencing Berjam-jam

14 April 2023
4 Alasan Saya Malas Belanja ke Transmart Maguwo Jogja yang Pernah Dipuja-puja Warga mojok.co

4 Alasan Saya Malas Belanja ke Transmart Maguwo Jogja yang Pernah Dipuja-puja Warga

5 Juli 2024
Penamaan Kampung di Jogja yang Terinspirasi dari Prajurit Keraton terminal mojok.co

Nggak Usahlah Ndakik-Ndakik Bicarain Romantisasi Jogja

30 November 2019
Jogja Bikin Betah, Mau Sukses Kerja ke Semarang (Unsplash)

Jogja Bikin Betah, tapi Kalau Mau Jadi Pekerja yang Tahan Banting dan Sukses, Mending Kerja di Semarang

15 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar
  • Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal
  • Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup
  • Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK
  • Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa
  • Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.