Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Motor Honda Spacy: Performa Tak Bisa Dianggap Sepele, tapi Penjualannya Benar-benar Memble

Nazhira Khairunnisa oleh Nazhira Khairunnisa
9 Februari 2025
A A
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF (Shutterstock,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Performanya pedas

Sebenarnya saya lumayan takut saat mengulas motor Honda Spacy milikku ini. Maklum, perempuan. Seringnya dianggap asal ngglinding kalau pakai motor. Namun dengan kebersamaan yang lebih dari satu dekade ini agaknya sudah cukup untuk diriku mengulasnya.

Sekali lagi performanya cukup pedas, alias oke banget. Seperti keunggulan yang sudah aku jabarkan di atas, ada beberapa aspek lain yang membuat motor ini kuanggap pedas. Aku tidaklah terlalu mengerti tentang mesin, maka akan aku jabarkan dengan jujur pengalamanku.

Selain jok yang punya mode muat apa saja, motorku ini punya spion yang lebar, sehingga semua yang ada di belakang bisa terlihat dengan jelas. Terdengar sepele namun keberadaan spion ini agaknya sedikit terasa ketika aku pindah haluan ke motorku yang sekarang, yaitu Scoopy. Semenjak berganti Scoopy, aku tak begitu nyaman saat menggunakan spion. Spion motor Scoopy yang bundar cenderung sempit dan menyulitkan pandanganku melihat ke belakang. Inilah alasan spion Spacy masih lebih unggul.

Motor Honda Spacy ini tidak rewel-rewel amat perawatannya. Aku cukup pergi ke bengkel atau AHASS setiap Bapak memerintahkan menservis motor. Cukup dengan perawatan yang sederhana ini, Spacy-ku sudah siap mengantarkan ke mana aku mau.  

Kuat meskipun berkali-kali melantai

Selain sudah malang melintang ke berbagai kota dan provinsi, motor ini juga sudah berkali-kali melantai di aspal alias jatuh. Setelah kuingat-ingat mungkin sekitar 8 kali aku jatuh, mulai dari jatuh ringan hingga terserempet mobil pun sudah dilalui. Namun tidak ada kerusakan yang berarti, paling-paling hanya lecet saja. Melihat kenyataan bahwa motor baruku yang hanya ambruk sudah patah handel remnya dan motor Beat temanku yang hanya ambruk saja sudah bikin bodinya bolong, membuatku berpikir bahwa motor Spacy-ku punya build quality yang bagus juga.

Bodinya yang nggak besar-besar amat menjadikan motor ini masih sangat bersahabat untuk meliuk-liuk dalam kemacetan. Pun karena bodi yang pas ini menjadikannya enak untuk dipakai bepergian jauh dan jauh sekali, contohnya PP Semarang-Jakarta. Satu hal lagi yang penting bodi motor ini fit sekali dengan diriku, nggak kebesaran dan tidak pula kekecilan, perfect.

Bersama motor ini pula untuk pertama kalinya aku melancong jauh ke Jakarta. Segala macam bentuk panas, hujan, badai kulalui sampai Jakarta, tak sekalipun ada kendala di jalan. Sepulang perjalanan PP Semarang-Jakarta itupun motor Spacy-ku ini tak ada rewel-rewelnya. Perjalanan lebih dari 15 jam, pulang-pergi, dengan umurnya saat itu yang sudah 8 tahun, standing applause layak sekali diberikan padanya.

Motor Honda Spacy sepi peminat, sampai terharu jika berpapasan di jalan

Ya meskipun menurutku performanya cukup oke, tak membuat motor Spacy ini ramai dibeli. Aku sampai cari berapa penjualan motor Spacy saat menulis tulisan ini. Dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (16/11/2017), data penjualan wholesales yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) mencatat Astra Honda Motor (AHM) hanya berhasil menjual 4.223 unit Spacy, dan akhirnya produksi dihentikan pada 2018.

Baca Juga:

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

Begitu sedikit penjualannya memang sangat aku rasakan sebagai pengguna motor Spacy. Sangat jarang kutemui orang yang memiliki motor ini. Bahkan hanya sekedar berpapasan di jalan pun bisa dihitung jari. Jika sekali saja berpapasan di jalan aku merasa bertemu dengan saudara jauh, begitu terharu rasanya.

Ingat sekali ketika SMA, ada satu temanku yang motornya juga Spacy warna hijau, ketika ketemu di parkiran pasti aku reflek tersenyum dan menyapa. Hanya melihat kembarannya motorku bisa bikin bahagia dan excited, tak peduli dengan masalah yang sedang terjadi saat itu. Jadi semacam hiburan dan penyemangat hidup.

Yang bagus-bagus udah, kini bagian tragisnya

Sayangnya, konsumsi bahan bakar motor Honda Spacy ini lumayan boros bahan bakarnya. Dalam satu minggu aku perlu setidaknya mengisi penuh tanki motor ini, dan merogoh kocek sekitar 40-45 ribu. Itu pun hanya kugunakan bepergian sekitar kampus saja dan sesekali pergi ke Semarang Bawah. Jika pergi jauh seperti Semarang-Blora aku perlu mengisi penuh tangki di awal perjalanan, lalu perlu mengisi lagi pada tiga perempat perjalanannya. Ini menurutku cukup boros jika dibandingkan motorku yang sekarang yang cukup sekali isi tangki dan tak perlu mengisi lagi hingga sampai Blora.

Beberapa kali pernah blong, namun aku tak sepenuhnya menyalahkan Spacyku ini. Hal ini bisa saja terjadi karena perawatanku yang kurang bagus, bisa juga karena aku yang tak lihai mengatur penggunaan rem pada turunan yang curam. Sudah dua kali aku mengalami rem blong. Yang pertama pada jalan tembus antara Unnes dan Undip, dan yang kedua adalah pada sepanjang turunan Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Namun justru aku banyak belajar, bagaimana mengatur penggunaan rem pada turunan sehingga tak blong lagi.

Kehadiran motor Honda Spacy dalam kehidupanku banyak memberikan kebahagiaan, juga pembelajaran. Meskipun sepi sekali peminat motor Spacy, seperti sepinya hatiku. Tapi sungguh ramai sekali pengalaman yang kudapatkan bersamanya.

Penulis: Nazhira Khairunnisa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 7 Motor Honda yang Wajib Dibeli: Jelas Irit, Jelas Keren, dan Jelas Lebih Bagus ketimbang Yamaha!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2025 oleh

Tags: honda spacymotor hondareview pemakaian
Nazhira Khairunnisa

Nazhira Khairunnisa

Seorang guru sejarah dari Blora. Peduli dengan isu krisis iklim, anak-anak, pendidikan, dan tentunya sejarah. Hobi jalan-jalan. Akhir-akhir lagi suka membuat zine lucu dan gemas.

ArtikelTerkait

Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

14 Maret 2024
Genio Jadi Pilihan Kedua Setelah Scoopy, tapi Malah Jadi Motor Honda Terbaik yang Tidak Saya Sesali Pembeliannya

Genio Jadi Pilihan Kedua Setelah Scoopy, tapi Malah Jadi Motor Honda Terbaik yang Tidak Saya Sesali Pembeliannya

5 Agustus 2025
Motor Honda Supra X 125 Menolak Diisi Pertalite, Merepotkan dan Bikin Boros Aja! Mojok.co

Pengalaman Mengaspal Jadi Kurir Pakai Supra X 125, Motor Paling Kuat Sejagat Raya

24 Januari 2025
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

Kisah Pilu Motor Honda Blade 110 Repsol yang 3 Tahun Dihajar Pengemudi Biadab

12 Februari 2025
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo

25 Oktober 2023
4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!

4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!

23 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.