Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Motor Bodong, Tetap Diminati meski Bahaya Menanti, tapi, Mengapa?

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
5 Agustus 2023
A A
Motor Bodong, Tetap Diminati meski Bahaya Menanti, tapi, Mengapa?

Motor Bodong, Tetap Diminati meski Bahaya Menanti, tapi, Mengapa? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Benda apa yang pintar? Betul, jawabannya BPKB. Karena dokumen bukti kepemilikan kendaraan ini sering sekolah. Kalau bukan di BRI, Pegadaian, koperasi, ya teman. Maka wajar jika dokumen ini jadi nilai jual motor bekas. Kalau surat komplit, harga pasti lebih mahal. Tapi bagaimana dengan motor bodong tanpa surat? Mereka tetap punya peminat, bahkan tetap berharga.

Meskipun ilegal, tapi motor bodong memang punya tempat tersendiri. Bahkan ketika motor ini kemungkinan hasil curanmor, tetap saja ada peminatnya. Tapi, mengapa?

Mengapa ada orang yang mau berjudi nasib memakai motor ilegal?

Motor bodong kadang lebih mahal

Saya akan mulai dari motor bodong yang bernilai. Yaitu motor klasik dan langka. Sudah jadi rahasia umum jika motor klasik sering tanpa surat alias NP (no paper). Wajar, karena dokumen kepemilikan ini bisa saja hilang dan rusak setelah puluhan tahun. Apalagi ketika motor ini tidak direncanakan untuk dijual dan hanya dipajang. Maka surat kepemilikan kendaraan bermotor dirasa tidak penting.

Tapi jangan salah. Meskipun bodong, motor ini kadang lebih mahal daripada mobil sekalipun. Tentu karena langka dan collectible. Memang, akan lebih mahal jika motor klasik punya surat lengkap. Tapi tanpa surat, motor ini tetap bisa jadi klangenan dan barang koleksi. Motor butut dan bodong ini seringkali bernilai ratusan juta, dan tetap ada peminatnya!

Tapi bagaimana dengan motor bodong yang biasa saja, alias motor yang tidak punya nilai collectible? Tetap saja, ada peminatnya.

Penggerak ekonomi desa

Salah satu konsumen motor bodong adalah warga pedesaan. Tanpa berniat menjelek-jelekkan mereka, tapi ini realitasnya. Saya sering menemui motor ilegal yang melenggang kangkung di jalanan kampung dan dekat sawah. Dan diam-diam motor ilegal ini ikut menggerakkan ekonomi desa.

Untuk motor bodong “reguler”, harga jualnya jelas lebih murah daripada motor dengan surat lengkap. Tentu ini lebih menarik minat warga desa. Karena pemakaian motor ini kadang tidak jauh-jauh dari rumah-kebun-rumah-balai desa. Alias hanya dipakai mengitari desa itu saja. Oleh karena jarang ada razia di pedesaan, motor ilegal tidak membawa ancaman bagi pemiliknya.

Baca Juga:

Facebook Marketplace, Pasar Paling Aneh di Dunia, dari Jual Motor Ilegal sampai Keris!

Pati Bukan Sarang Penjahat dan Plat K Bukan Berarti Kriminal, Ada Hal Baik yang Bisa Diapresiasi di Sini

Motor ilegal memang tidak dituntut lebih. Yang penting bisa jadi moda transportasi dan pengangkut hasil tani atau rumput. Fungsi sederhana ini jelas tidak menuntut adanya legalitas. Bahkan jika motor tersebut hanya terdiri dari rangka, mesin, dan jok sekalipun, tetap saja dibeli. Kalau cuma ngarit, fitur canggih buat apa?

Yang penting punya kendaraan

Selain di pedesaan, motor bodong juga ada di perkotaan. Kebutuhan transportasi murah biasanya jadi alasan utama. Dengan harga di bawah pasaran, motor ini jadi pilihan terbaik kelompok ekonomi menengah ke bawah. Baik warga lokal maupun perantau dan mahasiswa.

Demi motor bodong, mereka rela memutar akal. Menghapalkan jalur minim razia, rela colong-colongan dengan aparat. Bahkan mereka bisa hapal jalan tikus yang jarang diketahui. Salah satu teman saya buktinya. Dia bisa naik motor dari daerah Godean sampai kampus UGM tanpa bertemu polisi bahkan lampu merah. Karena dia terbiasa kucing-kucingan sambil naik motor ilegal.

Untung sekarang dia bisa beli motor legal. Jadi tidak perlu bingung cari jalur kalau mau nongkrong bareng.

Tapi apakah solusi transportasi murah itu motor bodong? Kan ada transportasi umum?

Ya gimana ya.

Motor bodong, tumbal terbaik

Selain digunakan, motor bodong juga jadi korban “kekejian” bengkel. Motor tanpa surat ini sering jadi bahan untuk dikanibal pada motor lain. Biasanya sih untuk mengganti sparepart yang cukup mahal. Tentu harga yang murah jadi alasan. Setidaknya, Anda bisa mendapat sparepart orisinal yang lebih murah dari harga pasaran.

Motor bodong juga dikanibal untuk restorasi. Biasanya untuk motor klasik dan bernilai, karena sparepart motor ini sudah langka dan tidak diproduksi lagi. Kadang-kadang juga untuk merestorasi motor bodong lain. Bahkan untuk membangun satu motor klasik, bisa “memakan” dua sampai tiga motor lain.

Selain untuk memperbaiki motor lain, sparepart motor bodong juga dipakai untuk modifikasi. Bahkan sampai satu gelondong mesin utuh. Entah untuk balap liar atau keren-kerenan semata. Maka jangan kaget kalau nemu motor tua tapi ngebutnya seperti dikejar penagih utang. Sudah pasti motor tua itu ditenagai mesin motor baru. Dan kadangkala, mesin dari motor ilegal.

Yah mau dipandang apa pun, motor bodong tetap punya peminat. Bahkan ketika ada ancaman hukum, orang masih punya ratusan alasan memilih motor ilegal. Murah sudah pasti. Legalitas pikir nanti.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA TPST Piyungan Ditutup Lagi, Kapan Jogja akan Benar-benar Menemukan Solusi untuk Sampah yang Makin Melimpah?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2023 oleh

Tags: Kriminallegalitasmotor bodongsurat kendaraan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

laptop hilang

Kenapa Sih Laptop Hilang Sering Dialami Mahasiswa yang Lagi Skripsi?

28 Agustus 2019
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Solusi Parkir Ilegal Itu Bukan dengan Cara Dilegalkan, Malah Jadi Masalah Baru yang Lebih Besar

9 Desember 2023
poso

Poso dan Pengalaman Menjadi Terduga Teroris

23 Oktober 2019
figur publik konferensi pers permintaan maaf kasus mojok

Publik Figur Minta Maaf karena Terjerat Kasus Itu Nggak Perlu Dilakukan

11 Juli 2021
Tolak Penjara Anak, Apa pun Alasannya!

Tolak Penjara Anak, Apa pun Alasannya!

21 November 2022
penimbun tabung oksigen mojok

Mencari Hukuman yang Paling Pas untuk Penimbun Tabung Oksigen

14 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Biaya Merawatnya Sama Sekali Tak Murah

25 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.