Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan

Mola TV vs Vidio: Platform Mana yang Lebih Unggul?

Kevin Winanda Eka Putra oleh Kevin Winanda Eka Putra
3 November 2021
A A
Mola TV vs Vidio
Share on FacebookShare on Twitter

Mana yang lebih bagus, Mola TV atau Vidio?

Bisa dibilang, 24 Oktober adalah salah satu waktu terbaik buat pencinta sepak bola. Bagaimana tidak, mulai dari El Clasico, kemudian North West Derby di Inggris, Derby Italia sampai big match papan atas Ligue 1, semua tersaji di hadapan mata, tinggal memilih mau menonton yang mana. Bagi saya jelas El Clasico dan MU-Liverpool adalah tontonan wajib. Sayangnya mereka bermain hampir bersamaan dan sialnya mereka ditayangkan di dua platform streaming yang berbeda. MU-Liverpool di Mola TV dan El Clasico di Vidio.

Keduanya adalah platform yang tidak asing bagi saya setahun terakhir ini. Sebagai fans Liverpool, berlangganan Mola TV sudah menjadi kewajiban. Sementara untuk Vidio hanya saya langgani saat playoff NBA dan badminton yang ada atlet Indonesianya.

Akan tetapi karena jadwal akhir pekan kemarin yang sangat seru itu, jadilah saya berlangganan keduanya. Sekaligus saya tipis-tipis lah membandingkan kedua platform yang saat ini mungkin paling banyak pelanggannya untuk siaran olahraga. Sampai saya split bill screen saat kedua laga yang saya nantikan itu bermain hanya agar bisa saya nilai sendiri.

Disclaimer dulu, ini review pribadi saya, tidak ada atensi apa-apa untuk menyudutkan satu pihak atau melambungkan pihak yang lain. Murni ini adalah pengalaman pribadi saya. Jadi kalau ke depannya ada perbaikan ya anggap mereka membaca tulisan saya huehehe. Dan satu lagi, saya di sini menggunakan paket data seluler, jadi mungkin kalau memakai Wi-Fi hasilnya bisa jadi berbeda. Oke kita mulai.

Saya mungkin akan memulai dari harga dan apa yang bisa kita dapat dari kedua platform ini. Untuk Mola TV, saya kemarin berlangganan yang harganya 60 ribu/bulan. Dari harga tersebut saya sudah bisa akses semua pertandingan yang tersedia di sana. Kemudian untuk penggunaan hanya bisa dipakai oleh satu user di laptop maupun mobile. Jadi kalau saya sudah nyalakan di salah satunya dengan akun saya, di gadget yang lain sudah tidak bisa digunakan lagi. Bagi saya untuk harga tersebut cukup lumayan lah karena artinya sepekan saya keluar 15rb. Sebanding dengan harga ketika saya nonbar.

Kemudian untuk Vidio, saya berlangganan paket platinum yang mereka hargai 29 ribu/bulan. Berbeda dengan Mola TV yang hanya bisa dipakai di satu gadget, di Vidio kita bisa menyetel bersamaan di mobile dan di desktop (kalau tidak salah dulu begitu). Ini saya rasa cukup murah, sangat murah bahkan. Sebab, tayangan di Vidio ini juga tak kalah ramainya dengan Mola TV. Bahkan lebih variatif dengan adanya badminton sampai NBA. Jadi dari segi harga saya rasa Vidio lebih menguntungkan untuk dilanggani.

Tapi, dari akhir pekan kemarin saya mulai sadar akan satu hal. Ternyata di balik harga yang nyaman di kantong, tidak dibarengi kenyamanan ketika menonton. Ungkapan ada harga ada kualitas itu benar terjadi, setidaknya di akhir pekan kemarin dan saya memakai data seluler, saya tekankan sekali lagi.

Baca Juga:

Mengutuk Jeda Internasional Sebagai Pelanggan Vidio Bulanan

7 Rekomendasi Drama Korea yang Aman Ditonton Selama Bulan Puasa, Bebas Adegan Ciuman dan Seks!

Kemarin, pas saya sedang menonton El Clasico di Vidio ketidaknyamanan itu muncul. Ketika baru berselang beberapa detik laga dimulai, buffering terjadi. Saya pikir awalnya karena internet saya sedang down atau kuota internet habis. Tapi, ketika saya cek semua aman-aman saja. untuk membuka YouTube dengan resolusi tinggi pun masih bisa lancar. Nah ini di Vidio dengan kualitas gambar sampai saya rendahkan mentok pun layar hitam terus yang terpampang.

Saya kurang mengerti tentang IT, tapi dugaan saya kok karena jumlah penonton di Vidio rasa-rasanya overload, terutama di siaran El Clasico kemarin. Saya menduga apakah ini karena space yang ditawarkan di Vidio ini cukup terbatas, sehingga jikalau ada banyak yang menonton membuat tayangan lemot sendiri. Soalnya di tayangan yang lain, saya coba membuka final badminton Denmark Open kemarin cukup lancar, lancar sekali bahkan. Coba yang mengerti IT dan broadcasting bisa bantu dugaan saya ini hehehe.

Jadilah saya muring-muring kemarin itu karena sudah keluar duit tapi yang disuguhkan hanyalah layar hitam. Dari 90 menit laga berlangsung, mungkin saya hanya kebagian 90 detik tayangan langsungnya. Di titik ini mungkin jadi salah satu kelemahan dari Vidio. Yah harga murah juga, apa sih yang kalian harapkan darinya.

Tapi, kata satu teman saya di lini masa Twitter berujar kalau membuka Vidio di mobile itu cukup lancar. Ya Vidio nampaknya lebih menyasar ke mobile friendly tinimbang di desktop. Soalnya dulu saya mencoba menonton final NBA di mobile itu lancar sekali daripada di laptop. Tapi, saya sudah kadung emosi, jadinya saya skip sajalah nonton El Clasico-nya, toh bukan tim favorit saya hehe.

Sementara kendala Mola TV berbeda lagi. Di tengah kekalutan saya tidak bisa menonton El Clasico dan sambil menunggu laga MU-Liverpool yang overhyped kemarin, saya coba-coba untuk menonton laga-laga tim semenjana. Awalnya cukup lancar, dapatlah satu babak yang menarik. Tapi, tiba-tiba di tengah keseruan menonton, platform ini mendadak error. Parahnya lagi, ketika saya refresh, malah disuruh beli akses. Padahal jelas-jelas saya sudah berlangganan, baru juga satu minggu kemarin saya perbarui paket langganan itu. Lha mosok tuku sewulan mung isoh dinggo seminggu, kan taek ta.

Saya coba usaha refresh berkali-kali, sambil mencoba mengganti laga yang lain. Hasilnya nihil, tetap saja yang keluar adalah pesan untuk membeli akses. Wah sudah tadi tidak bisa menonton El Clasico sekarang diancam tidak bisa menonton Liverpool, jelas membikin emosi saya membuncah. Sialnya saya tidak tahu harus mengadukan masalah ke siapa, di website Mola TV CS-nya sedang offline. Saya lalu mencoba ke twitternya dan rupanya sedang ada pemeliharaan (maintenance). Bajingan, batin saya dalam hati, kenapa pemeliharaannya pas sedang matchday, hei, muhasabah diri antum, astagfirulloh.

Untungnya pemeliharaan itu tidak memakan waktu lama. Selang beberapa menit jelang laga MU-Liverpool sudah bisa kembali diakses. Ini yang saya suka dari Mola TV, kita masih bisa lancar menonton pertandingan tanpa gangguan dari pusatnya. Gangguan datang hanya dari sinyal internet saya yang kadang down. Tapi, overall itu cuman yah bisa dibilang 90 detik dari 90 menit laga berlangsung.

Nah dari perbandingan dua platform layanan streaming olahraga yang legal di Indonesia ini, bagi saya Mola TV lebih siap dan lebih nyaman untuk ditonton dibanding Vidio. Tentu ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi. Tapi, bagi pengguna data seluler seperti saya, Mola lebih memberikan pelayanan optimal, utamanya di desktop komputer. Saya belum mencoba versi mobilenya, katanya sering update jadi bikin males.

Sementara Vidio saya rasa dengan harga cukup murah juga memiliki keunggulannya sendiri yakni di mobile friendly-nya. Jadi untuk aksesibilitas Vidio lebih fleksibel daripada Mola TV. Jadi, gimana menurut kalian, lebih pilih mana? Silakan memilih sendiri, asal bukan memilih yang bajakan ya, hehehe.

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2021 oleh

Tags: mola tvplatformvidio
Kevin Winanda Eka Putra

Kevin Winanda Eka Putra

Bukan siapa-siapa dan tidak ingin jadi siapa-siapa.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Platform Konseling Online, Mudah dan Bisa Sesuai Bujet

4 Rekomendasi Platform Konseling Online, Mudah dan Bisa Sesuai Bujet

27 Juli 2022
Mengutuk Jeda Internasional Sebagai Pelanggan Vidio Bulanan (Unsplash)

Mengutuk Jeda Internasional Sebagai Pelanggan Vidio Bulanan

14 November 2024
Drama Ratu Drama dan 5 Fakta Menarik di Baliknya

5 Fakta Menarik di Balik Drama Ratu Drama, Series Terbaru Vidio yang Sayang Dilewatkan

29 September 2022
5 Strategi yang Bikin Duolingo Selalu di Puncak

5 Strategi yang Bikin Duolingo Selalu di Puncak

15 Juni 2022
Mumpung Gratis Selama PPKM, Berikut Rekomendasi Film Klasik Indonesia di Mola TV Terminal mojok.co

Mumpung Gratis Selama PPKM, Berikut Rekomendasi Film Klasik Indonesia di Mola TV

13 Juli 2021
Mumpung Gratis Selama PPKM, Berikut Rekomendasi Film Klasik Indonesia di Mola TV Terminal mojok.co

Dear Mola TV, Percuma Punya Konten Beragam kalau Gangguan pada Jam Prime Time

24 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.