Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans, Serial Gundam dengan Plot Paling Realistis dan Antiklise – Terminal Mojok

Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans, Serial Gundam dengan Plot Paling Realistis dan Antiklise

Artikel

Sampai dengan saat ini, Mobile Suit Gundam menjadi salah satu serial animasi dengan genre robo-mecha favorit yang ditonton oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Jika dicermati, sebetulnya secara garis besar konflik dalam setiap plot di berbagai serialnya hampir selalu sama: adanya perbedaan kepentingan antara koloni bumi dan luar angkasa, sampai akhirnya menghasilkan peperangan di antara kedua belah pihak.

Selebihnya, paling-paling hanya serial Gundam Mobile Suit Build Diver yang fokus ceritanya ada pada gunpla builder, yang merakit gunpla impiannya untuk bertarung di suatu kompetisi.

Sebagai penyuka gunpla sekaligus penonton setia berbagai serial Mobile Suit Gundam, bagi saya, nggak semua plotnya diceritakan secara sederhana. Bahkan, beberapa di antaranya punya konflik yang, rasa-rasanya kok berat banget dan cukup rumit. Saya paham betul, Mobile Suit Gundam hanyalah anime yang mau bagaimana pun alur ceritanya, tetaplah anime dan punya sisi klise tersendiri.

Namun, di antara banyaknya serial Mobile Suit Gundam, ada satu judul yang bagi saya punya plot paling masuk akal, sederhana, nggak klise, bahkan terbilang realistis. Yakni, Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans yang tayang perdana pada 2015.

Oke, kita kesampingkan pertarungan antar Gundam-nya. Sebab, jika hanya fokus kepada pertarungan Gundam, hampir semua serial Gundam punya plot yang klise: tokoh utama pasti menang, juga dianugerahi Gundam yang kuat dan paripurna. Mau sebabak-belur apa pun di pertarungan awal, ujung-ujungnya pasti menang.

Berbeda dengan serial Gundam yang lain, Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans justru menawarkan plot yang sangat berbeda dan tidak biasa. Sebetulnya, konfliknya masih sama, antara koloni bumi dan luar angkasa (Mars). Hanya saja lebih realistis. Inti ceritanya adalah, tentang koloni Mars yang ingin merdeka dan dianggap sebagaimana manusia dan hidup damai, seperti orang-orang yang tinggal di Bumi. Konflik tersebut diceritakan secara perlahan, mudah dipahami, dan dengan proses yang nggak ndakik-ndakik. Semuanya dijelaskan secara runut dan cukup rinci.

Dalam prosesnya, para tokoh utama tidak selalu menang. Bahkan, beberapa kali kalah di medan pertempuran sampai dengan harus rela kehilangan kru/rekan seperjuangan satu per satu. Tentu saja, hal ini betul-betul tidak biasa di serial Gundam universe yang para tokoh utamanya, selalu bisa survive atau menang sampai akhir cerita. Antara over power dan klise saja gitu.

Berbanding terbalik dengan hal tersebut, hampir semua karakter di Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans justru dibuat lebih manusiawi. Nggak over power dan bisa kalah dan kehilangan nyawa kapan pun. Bahkan, sampai di penghujung cerita, para tokoh utama kalah dan mati di medan pertempuran. Salah duanya, Mikazuki Augus dan Orga Itsuka. Sedangkan rekanan yang lain selamat dan merasakan apa yang menjadi tujuan bersama: hidup damai dan berdampingan antara koloni bumi dan Mars.

Wajar saja jika saya, mungkin juga sebagian penyuka serial Mobile Suit Gundam lainnya sulit memungkiri bahwa, dari sisi alur cerita, Iron-Blooded Orphans punya sisi yang sangat menarik dan titik klimaks yang di luar perkiraan. Baru kali ini, dalam hampir semua serial Gundam, secara terang-terangan dan sporadis, karakter utama mati dalam medan pertempuran. Bahkan, dari episode awal sampai pertengahan, sudah ada beberapa karakter di antaranya yang berguguran.

Oleh karena itu, rasanya nggak berlebihan amat jika saya mengucapkan terima kasih kepada Mari Okada sebagai penulis cerita dan Tatsuyuki Nagai selaku sutradara dari serial ini. Lantaran sudah membuat alur cerita yang sangat apik, epik, dan di luar perkiraan. Apalagi, dari tiap serial Gundam sebelumnya, ceritanya selalu begitu-begitu saja. Karakter utama hampir selalu over power dan menang.

Iron-Blooded Orphans betul-betul menjadi pembeda dari serial Gundam lainnya. Seakan ingin menegaskan bahwa, karakter utama nggak melulu harus menang, nggak harus abadi atau hidup sampai episode terakhir .Terpenting adalah tujuan akhir dari tim/kelompok bisa tercapai demi kepentingan bersama.

Pada akhirnya, anime dengan plot yang tidak biasa apalagi dengan twist yang sedemikian rupa, selalu menarik untuk ditonton. Semoga saja, di waktu mendatang, khususnya untuk serial Gundam, bisa dibuat lagi cerita yang plotnya sulit untuk ditebak.

Sumber gambar: YouTube Gundaminfo

BACA JUGA Tips agar Transaksi Membeli Gunpla secara Online Aman dan No Tipu-tipu dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Baca Juga:  Berkaca Dari Viralnya Audrey Yu Jia Hui, Pentingnya Saring Sebelum Sharing
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.