Mobile Legends Kan Game Strategi, Wajar Dong Kalau Mainnya Diatur

Artikel

Avatar

Saya sedang duduk santai di kantor ketika membaca artikel Terminal Mojok berjudul “Mobile Legends dan Orang-orang Menjengkelkan di Dalamnya”. Selesai membaca artikel tersebut, saya tertawa dan mangkel. Mas Firdaus Al Faqi menuliskan jenis orang yang menyebalkan dalam game Mobile Legends dan terasa sekali kalau dia bener-bener sengit dengan orang-orang macam itu.

Orang yang dimaksud Mas Firdaus itu adalah orang-orang yang sukanya ngatur. Kalau nggak dituruti, ntar ngambek. Mas Firdaus juga menambahkan, main itu ya main aja, nggak harus main pakai strategi. Orang nyarinya happy kok, harus mumet.

Tapi ngapunten Mas Firdaus, harusnya Anda nambahin lagi jenis orang yang menyebalkan dalam Mobile Legends, yaitu ditambah dengan orang kayak Anda ini. Lewat argumen Anda, saya asumsikan jenengan mungkin ranknya di Elite, mentok di Grandmaster. Nggak apa-apa, saya juga kadang main di Grandmaster kok, pake akun kecil, nemenin pacar saya mabar. Baiklah, saya jelaskan dulu maksudnya.

Begini, Mas. Mobile Legends setau saya adalah game MOBA. Karakteristik game MOBA itu salah satunya adalah karakter yang dimainkan punya skill yang berkontribusi terhadap strategi tim. Sekali lagi, strategi tim. Maka dari itu, pemilihan hero itu sangat penting dalam permainan MOBA, tak terkecuali Mobile Legends.

Waktu pemilihan hero, atau sering disebut dengan drafting phase adalah sesi paling penting. Pemain profesional DOTA 2 sering berkata, 70 persen game ditentukan lewat drafting phase. Salah pemilihan hero atau kena counter strategy, tamat nasibmu, bahkan sebelum game dimulai. Jadi harusnya Mas Firdaus bisa paham kenapa ada orang yang ngatur di lane mana hero harus bermain dan hero apa yang harus dipilih.

Oh belum? Yaudah tak jelasin lagi.

Di Mobile Legends, tiap season punya meta tersendiri. Nah, meta ini nentuin strategi yang mau dipilih. Mau hyper carry marksman atau hyper carry assassin, atau mau pake strategi lain, itu ditentuin dengan hero yang dipilih. Jadi mungkin ya Mas Firdaus, ada orang ngatur hero itu karena mungkin dia NGERTI tentang meta dan nggak mau kalah dengan konyol.

Baca Juga:  Si Doel Anak Sekolahan Episode 3, Musim 1: Nama Asli Atun Terungkap

Tapi menjelaskan strategy hyper carry kayaknya juga nggak penting. Soalnya saya baca kalau jenengan tipenya suka ngawur milih hero. Yang bisa kayak gitu ya pol pentok GM sih. Soalnya kalau Mythic, kok rasanya nggak mungkin ya. Kalau di Mythic nih, kalau musuh ngepick dua tank pasti dicounter dengan pick Karrie. Kalau musuh pake Ling, ya pick hero yang bisa rusuh blue buff.

Pernah denger strategi kayak gitu belum? Oh belum? Maklum.

Saya tadi bilang kalau orang macam Anda ini adalah tipe orang yang menyebalkan di dalam game. Maksudnya begini. Orang macam Anda ini nggak bisa diajak kerjasama dalam tim, padahal jelas-jelas ini 5 vs 5. Okelah nggak mau diatur, tapi apa ya mau ngepick 3 assassin 2 mage? Saya jadi curiga, justru yang bikin sebel orang main ML itu ya orang kayak Anda ini. Berlindung dengan alasan “fun”, tapi yang dilakuin justru bikin orang lain susah.

Oh iya, mungkin Mas Firdaus lupa kalau di game strategy itu emang harus ada shot caller biar jelas mainnya gimana. Mungkin yang ngatur itu berniat jadi shot caller biar timnya jelas mainnya. Fenomena ini lumrah banget di game yang butuh strategi. Keberadaan shot caller ini penting banget. Coba bayangin main CSGO tanpa ada shot caller, pasti kacau mainnya.

Bener, main di public itu emang niatnya seneng-seneng. Tapi untuk seneng-seneng, kita bisa banget main serius dan nggak bertindak bodoh. I mean, ngepick hero ngawur itu hal terbodoh yang seseorang bisa pikirkan. Saya sering banget main public dan ketemu orang yang serius mainnya. Kita menang, kita bahagia. Kita kalah, yaudah. Saling bacot bentar, terus cari game lagi.

Baca Juga:  Pelajaran Hidup Ketika Jadi User Tank dalam Game Mobile Legends

Wajar kalau emang ada orang yang bener-bener serius kalau main. Mungkin orang itu seriusan pengen naik rank, mungkin udah kalah terus jadi pengen ngerasain menang. Kalau saya pribadi sih, saya selalu serius kalau main soalnya saya pekewuh sama teman setim. Siapa tau emang dia nyelain waktu buat main, masak ya saya nggak serius? Lagian serius itu gampang kok, cukup dengan nggak bertindak bodoh.

Memilih hero secara ngawur, misale.

Kalau ada orang ngatur-ngatur terus ngambek itu kemungkinannya ada dua. Pertama, orang itu emang toxic, which is nggak ngagetin karena emang gamer Indonesia itu di game mana pun pasti toxic. Kedua, mungkin karena saking tololnya hero yang dipakai. Orang yang punya otak bakal marah sih liat Granger, Gusion, Fanny, Karrie, sama Badang dalam setim.

Saran saya untuk Mas Firdaus, sebaiknya nih njenengan uninstall game ini. Orang dengan gameplay macam njenengan ini lah yang bikin orang susah. Mobile Legends akan jadi lebih menyenangkan kalau orang ngepick hero ngawur gini hilang dari game.

Serius, uninstall game ini.

BACA JUGA Mobile Legends dan Orang-orang Menjengkelkan di Dalamnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
52


Komentar

Comments are closed.