Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mobil Listrik Nggak Bakal Nyelamatin Dunia dari Pemanasan Global

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
15 September 2021
A A
mobil listrik pemanasan global mojok

mobil listrik pemanasan global mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Isu pemanasan global itu ibarat isu HAM di Indonesia. Hanya bicara ide dan impian tapi minim eksekusi. Sejak abad ke-19 ilmuwan sudah menyuarakan perkara emisi gas rumah kaca ini. Karya tulis Svante Arrhenius di 1896 sudah memberi prediksi bagaimana level karbon dioksida di udara mengubah suhu permukaan bumi. Tapi, hampir dua abad kemudian tidak ada solusi konkret.

Bicara solusi, salah satu yang ditawarkan adalah mobil listrik. Seperti namanya, mobil bertenaga listrik ini digadang mampu menekan polusi udara. Oleh karena menggunakan energi listrik yang minim emisi, banyak yang menjadikan mobil listrik sebagai jawaban dari pemanasan global. Mobil listrik dipuja layaknya mesias.

Kalau bicara mobil listrik, pasti ingat Tesla. Seperti mi instan ingat Indomie, atau korupsi bansos ingat Chicago Bulls. Tesla bukanlah pioneer mobil listrik, tapi mengembangkan konsep ini melampaui industri otomotif lain. Yah maklum, Elon Musk si mantan bos memang piawai urusan selebritas.

Mobil hybrid pun digadang bisa jadi solusi saat ini. Perpaduan BBM dan listrik dipandang paling realistis saat depot isi ulang mobil listrik belum merata. Banyak mobil besutan Jepang yang mempromosikan mobil hybrid sebagai mobil ramah lingkungan. Pokoknya, pakai mobil listrik dan hybrid adalah bukti Anda masyarakat intelek dan melek isu lingkungan.

Tapi, apakah mobil listrik semulia itu? Apakah mobil listrik dan hybrid bisa menekan pencemaran udara? Apakah teknologi transportasi modern ini bisa menjawab krisis pemanasan global? Jangan-jangan, mobil listrik adalah wangsit dari surga yang mulai peduli dengan hidup manusia?

Sayang sekali, mobil listrik bukanlah jawaban. Ibarat status nongkrong Anda, mobil listrik hanyalah kedok dari keruwetan dan kekacauan krisis.  Mobil listrik tidak akan menjawab masalah pemanasan global. Menjawab pun hanya sedikit. Dan rasa melek isu lingkungan setelah naik mobil listrik tidak berbeda dengan bualan Anda di atas meja kedai kopi.

Bicara listrik, berarti kita bicara bagaimana energi listrik “diproduksi”. Tentu saya beri tanda petik karena energi memang tidak bisa diciptakan. Sama seperti kesejahteraan sosial Jogja yang tidak bisa diciptakan dengan monarki. Tapi intinya, kita harus ingat perkara energi apa yang sampai hari ini masih diubah menjadi energi listrik.

Dan benar, energi fosil. Menurut eia.gov, sekitar 60 persen energi listrik menggunakan bahan bakar fosil. Baik batu bara, gas alam, ataupun BBM. Sedangkan 20 persen menggunakan energi nuklir. Sisanya yang cuma 20 persen ini menggunakan energi terbarukan. Termasuk panel surya, panas bumi, dan angin.

Baca Juga:

Wuling Air EV, Mobil Listrik yang Jadi Musuh Bersama para Pengendara Mobil di Parkiran

BYD: Menjadi Pemimpin Mobil Listrik Dunia, Menandai Era Baru Industri Otomotif Globa

Jumlah 60 persen ini bukan angka yang kecil. Lebih dari separuh energi listrik lahir dari energi fosil. Dan energi fosil adalah salah satu sumber emisi gas rumah kaca yang jadi masalah ini. Kalau bicara emisi yang diciptakan manusia, menurut c2es.org 72 persen dihasilkan dari pembangkit energi. Dan dari 72 persen itu, 31,05 persen dipegang perkara pembangkit listrik dan panas. Sedangkan transportasi hanya menghasilkan 15 persen emisi.

Apa artinya? Berarti sumber masalah utama ada di energi fosil sebagai pembangkit tenaga listrik. Dengan mengubah kendaraan dari BBM menjadi listrik, tidak beda dengan mengoper 15 persen tadi ke 31,05 persen. Alias hanya mengoper polusi kendaraan menjadi polusi akibat pembangkit tenaga listrik.

Gini lho, mobil listrik kan memanfaatkan listrik. Nah energi listrik ini dibangkitan dengan energi fosil. Jadi tidak ada yang berubah. Energi fosil tetap menjadi primadona, dan emisi gas rumah kaca tetap tidak berubah. Malah bisa jadi makin meningkat.

Bicara mobil hybrid, tidak lebih dari memindah pembangkit listrik ke dalam kap mobil. Dan energi listrik ini lagi-lagi dibangkitkan dengan energi fosil. Lha sama saja kan? Seandainya menekan kebutuhan energi fosil, tidak ada pengaruh signifikan ketika transportasi hanya memberi dampak 15 persen tadi.

Belum lagi kalau bicara produksi mobil ini. Dari sasis sampai bodi membutuhkan energi, yang lagi-lagi erat dengan fosil. Sungguh tidak ada yang berbeda ketika mobil listrik merajai jalanan. Andai kata polusi di area kota makin rendah, itu karena polusi udara tadi dioper ke pembangkit listrik.

Kita terjebak dalam konsep “alternatif”. Mencari jawaban sampingan yang diharapkan menjawab masalah utama. Tapi, kita tidak pernah bicara tentang “mengurangi”. Salah satunya mengurangi penggunaan energi fosil dengan mengutamakan energi alternatif.

Kenapa sulit? Yah bagaimana lagi, yang kita bicarakan adalah industri multinasional. Selama masih ada pasar, energi fosil tetap dibakar menjadi emisi gas rumah kaca. Selama masih ada bahan bakar fosil untuk ditambang, ya industri ini akan mencari celah memasarkan produk bahan bakar penuh bahaya ini. 

Jadi untuk Anda yang mulai sedikit-sedikit memuliakan energi listrik, Anda bukan orang bodoh dan bebal. Anda memang intelek, tapi mungkin kurang peka. Kendaraan listrik memang canggih, namun sayangnya ya hanya canggih. Masalah emisi tetap tak selesai, dan tetap jadi masalah yang akan berlipat ganda.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2021 oleh

Tags: emisimobil listrikPemanasan Globalpembangkit listrikpolusi
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

BYD Kini Menjadi Pemimpin Mobil Listrik Dunia (Pexels)

BYD: Menjadi Pemimpin Mobil Listrik Dunia, Menandai Era Baru Industri Otomotif Globa

14 Februari 2025
BBM Naik Solusinya Bukan Mobil Listrik, tapi Transportasi Publik Terminal Mojok

Mobil Listrik Adalah Solusi BBM Naik? Ngawur!

9 September 2022
Motor Listrik: Menurunkan Polusi Udara, tetapi Meningkatkan Risiko Kecelakaan

Motor Listrik: Menurunkan Polusi Udara, tetapi Meningkatkan Risiko Kecelakaan

21 Juli 2024
Inspirasi Drakor L.U.C.A._ Seandainya Ada Pembangkit Listrik Tenaga Belut Listrik (PLTBL) di Indonesia terminal mojok

Inspirasi Drakor ‘L.U.C.A.’: Seandainya Ada Pembangkit Listrik Tenaga Belut Listrik (PLTBL) di Indonesia

26 Mei 2021
pasta gigi

Pasta Gigi Kok Harus Pakai Kotak Lagi?

3 Agustus 2019
sampah plastik

4 Langkah untuk Mengurangi Penggunaan Plastik Pribadi

13 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.