Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Misteri Makam Pesinden di Pusat Kabupaten Sleman yang Tidak Disadari oleh Pengguna Jalan

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
24 April 2025
A A
Misteri Makam Pesinden di Bawah Flyover Jombor Sleman (Chandra Rizky via Shutterstock.com)

Misteri Makam Pesinden di Bawah Flyover Jombor Sleman (Chandra Rizky via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di bawah Flyover Jombor Sleman, ada 1 makam berisi 2 orang yang menjadi misteri hingga kini. Berhati-hatilah kalau melintas di sini.

Sleman, tanah kelahiran saya, selalu punya cara aneh tapi menyenangkan untuk bikin orang berhenti sejenak dan mikir. Salah satunya soal di bawah Flyover Jombor Sleman.

Ini bukan makam biasa. Letaknya saja tepat di bawah Flyover Jombor Sleman itu, lho. 

Jujur, dulu saya cuma tahu tempat itu sebagai lokasi nyebrang tercepat dari arah Mlati ke arah Ringroad Barat. Tapi suatu hari, obrolan random sama seorang kawan membawa saya ke cerita yang, kalau kata anak Twitter, nggak masuk akal tapi masuk hati. 

Konon, di bawah Flyover Jombor Sleman itu, ada sebuah makam tua yang bukan sembarang makam. Katanya, itu adalah tempat peristirahatan terakhir Kanjeng Ruyung Kusumo dan Kanjeng Rayung Sekti.

Awalnya saya kira ini cuma mitos urban. Semacam “Hati-hati kalau lewat sini, bisa kena klakson dunia lain.” Tapi, misteri makam di sana ternyata nggak sederhana.

Menelusuri misteri makam di bawah Flyover Jombor Sleman

Sore hari, ketika cahaya matahari udah mulai miring-miring cantik, mengendarai sepeda motor, saya menuju Flyover Jombor Sleman. Saya melaju pelan, mengamati, dan berhenti sejenak. 

Di antara beton, kendaraan, dan suara klakson yang bersahutan, saya menemukan area kecil yang rindang, teduh, dan anehnya, tenang. Ada pohon beringin besar, dan di bawahnya, sebuah makam sederhana dengan 1 nisan batu tua. 

Baca Juga:

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

Nggak ada plakat resmi di sana. Lewat penuturan warga sekitar, saya tahu, itu makam Kanjeng Ruyung Kusumo dan Kanjeng Rayung Sekti. Satu liang lahat, 1 nisan, 2 nama.

Yang bikin merinding adalah ceritanya. Konon katanya, mereka bukan orang sembarangan. Keduanya adalah sepasang pengrawit dan sinden, sekaligus penari yang anggun dan kharismatik. 

Kanjeng Ruyung Kusumo, lelaki yang gemar menabuh gamelan, dan Kanjeng Rayung Sekti, perempuan sinden yang suaranya konon bisa bikin angin berhenti dan burung diam. Romantis, nggak sih?

Tapi, kisah mereka berhenti jadi romantis ketika saya sadar kalau nggak ada literatur resmi tentang mereka. Nggak ada dokumen, catatan, atau prasasti yang bisa kita bawa ke skripsi atau artikel jurnal ilmiah. Semua hanya hidup dari mulut ke mulut, dari obrolan warung ke warung, hingga menjadi obrolan misterius tentang Flyover Jombor Sleman.

Kisah romantis yang tidak pernah diceritakan

Menurut cerita yang beredar, pasangan ini menemukan sumber air di bawah beringin tersebut. Mereka percaya bahwa di sanalah energi bumi menyatu paling kuat. 

Keduanya ingin tinggal di sana, menari dan bermain gamelan di bawah cahaya bulan, hingga akhirnya mereka meninggal. Kini, mereka berada di perduan yang sama di bawah Flyover Jombor Sleman.

Dan, percayalah, meski kisahnya terdengar seperti dongeng sore menjelang magrib, makam ini nyata. Ada. Masih ada berziarah ke sana. Terutama oleh para sinden muda dan penari yang ingin mendapat restu atau “kelebihan” dari yang sudah lebih dulu malang melintang di dunia seni suara dan tari.

Saya jadi mikir. Di zaman sekarang, ketika suara klakson dan debu jalanan mendominasi Flyover Jombor Sleman, keberadaan makam ini kayak pengingat bahwa seni pernah hidup di sini. Pernah ada orang yang memilih hidup di bawah beringin, bukan apartemen. Yang memilih gamelan, bukan gawai.

Sayangnya, proyek Tol Jogja-Solo kabarnya akan melewati area ini. Kalau jadi berdiri, besar kemungkinan makam itu akan digusur, atau minimal terganggu. Entah nanti dipindahkan, atau malah, jangan-jangan, terabaikan begitu saja. Sejarah lisan yang tidak terdokumentasi itu bisa saja lenyap, kayak suara sinden yang kalah oleh deru mesin bor.

Padahal, entah kenapa, saya percaya bahwa Flyover Jombor Sleman bukan sembarang tempat. Ada energi halus yang menjaga. Ada kekuatan lembut yang menyelimuti. 

Dan mungkin, itu sebabnya banyak orang yang “nggak sengaja” menunduk dan memelankan laju kendaraan saat lewat bawah Flyover Jombor Sleman. Insting kita tahu, ada yang harus dihormati di sana.

Benar atau hanya khayalan?

Saya nggak tahu apakah semua cerita ini benar. Tapi di Sleman, kebenaran kadang nggak penting selama kepercayaan masih hidup. Lagipula, bukankah banyak hal dalam hidup ini yang kita yakini tanpa pernah kita lihat langsung?

Jadi, lain kali kamu lewat Flyover Jombor Sleman, apalagi malam hari, coba pelan sedikit. Bukan karena nabrak lubang, tapi karena ada dua sosok di bawah sana yang mungkin sedang mendengarkan. Siapa tahu kamu didoakan, atau malah disenyumi dari balik batu nisan tua yang tak butuh nama terang-terangan.

Dan ya, satu pesan penting yang masih berlaku sampai hari ini, jangan pernah aneh-aneh kalau lewat bawah Flyover Jombor Sleman, bro.

Penulis: Janu Wisnanto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Misteri Makam Syekh Jumadil Qubro di Puncak Turgo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2025 oleh

Tags: flyover jomborFlyover Jombor SlemanJombor SlemanKanjeng Rayung SektiKanjeng Ruyung Kusumomakam jombormalam jumatmisteri slemanSleman
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

#MALAMJUMAT Diserbu Setan Gara-gara Sok-Sokan "Ngeprank" Jailangkung

#MALAMJUMAT Diserbu Setan Gara-gara Sok-Sokan “Ngeprank” Jailangkung

5 Desember 2019
Lapangan Denggung Sleman Dinodai Muda-Mudi yang Bermesraan Nggak Tahu Tempat

Lapangan Denggung Sleman Dinodai Muda-Mudi yang Bermesraan Nggak Tahu Tempat

30 Agustus 2024
Tragedi MBG di Sleman Adalah Dosa Pemerintah Pusat pada Kota Pendidikan

Tragedi Rawon Maut di Sleman Adalah Dosa Pemerintah Pusat pada Kota Pendidikan

23 Agustus 2025
Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah Mojok.co

Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah

1 Juli 2024
Boleh Membanggakan SCBD Jogja, tapi Jangan Lupakan Gamping dan Mlati Sleman yang Akan Menjadi The Next SCBD Jogja Barat

Boleh Membanggakan SCBD Jogja, tapi Jangan Lupakan Gamping dan Mlati Sleman yang Akan Menjadi The Next SCBD Jogja Barat

19 Desember 2025
Sejarah Sunyi Karangmalang Sleman, Dusun yang Terlihat Semenjana, padahal Pencetak Sarjana Terbanyak di Indonesia gelar sarjana

Sejarah Sunyi Karangmalang Sleman, Dusun yang Terlihat Semenjana, padahal Pencetak Sarjana Terbanyak di Indonesia

12 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Saya Pernah Kesal karena Dosen Slow Respon WA, Sampai Akhirnya Jadi Dosen Mojok.co

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

22 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.